Utang Rp 250 Miliar untuk Perbaiki Jalan Tak Disetujui Dewan, Ini Respons Bupati Blora

Kompas.com - 16/11/2021, 06:47 WIB
Bupati Blora, Arief Rohman usai rapat paripurna di DPRD Blora, Senin (15/11/2021) KOMPAS.COM/ARIA RUSTA YULI PRADANABupati Blora, Arief Rohman usai rapat paripurna di DPRD Blora, Senin (15/11/2021)

BLORA, KOMPAS.com - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, untuk mengajukan utang sebanyak Rp 250 miliar dalam rangka perbaikan infrastruktur jalan dipastikan tidak disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora.

Ketua DPRD Kabupaten Blora, M Dasum, mengatakan tidak dapat mengabulkan permintaan Bupati Blora, Arief Rohman, untuk utang tersebut.

DPRD Kabupaten Blora hanya memberikan izin kepada Pemkab agar melakukan pinjaman sebesar Rp 150 miliar.

"Memang ada perhitungannya kenapa Rp 150 miliar, kekuatan maksimal untuk pembayaran Pemda segitu," ucap Dasum saat ditemui Kompas.com usai rapat paripurna di DPRD Blora, Senin (15/11/2021).

Baca juga: Rusak karena Sering Dilintasi Truk Besar, Jalan di Blora Ditanami Pohon Pisang oleh Warga

Politikus PDI-P itu menganggap utang sebanyak Rp 150 miliar sudah cukup untuk memperbaiki jalan yang rusak sepanjang kurang lebih 440 kilometer.

Sebab, selain dari utang, Pemkab Blora masih mempunyai sejumlah pos anggaran yang dapat digunakan untuk infrastruktur jalan, seperti seperti dana APBD dan dana bantuan provinsi.

"Rp 150 Miliar itu sudah maksimal, dan kalau kita masih bisa membangun dari dana-dana lain itu kan harus kita manfaatkan," kata dia.

Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman merespons tindakan anggota dewan yang hanya menyetujui utang untuk infrastruktur jalan di angka Rp 150 miliar.

"Ya angka Rp 150 miliar ini berdasarkan kemampuan fiskal, karena tahapannya setelah disetujui dewan ini kan ada paparan dan pihak-pihak yang menawarkan ke kita, mereka akan menghitung kemampuan bayar, kemampuan fiskal seperti apa, sementara kita di angka Rp 150 miliar," kata Arief.

Baca juga: Melihat Sumur Angguk di Blora yang Terus Berproduksi sejak 1928

Meski hanya dikabulkan di angka Rp 150 miliar, Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini nantinya akan mempergunakan uang pinjaman tersebut dengan penentuan skala prioritas.

"Tentunya yang menjadi harapan masyarakat dan juga hasil dari reses anggota dewan ke daerah, daerah-daerah mana yang harus dibangun dan diprioritaskan segera," ujar dia.

"Karena dengan pinjaman ini kita harapkan bisa implikasinya dari sisi perekonomian kita juga bisa baik, investasinya juga baik, dan pendidikan serta kesehatan ikut terdukung soal ini," imbuhnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiba di Manokwari, Paulus Waterpauw Disambut Tarian Adat Papua Barat

Tiba di Manokwari, Paulus Waterpauw Disambut Tarian Adat Papua Barat

Regional
Kapolda Sulteng: Laporan Densus, DPO MIT Poso Tersisa 1 Orang

Kapolda Sulteng: Laporan Densus, DPO MIT Poso Tersisa 1 Orang

Regional
Polisi Tangkap Dokter Gadungan di Sumsel, Praktik 4 Bulan, Sempat Infus Pasien

Polisi Tangkap Dokter Gadungan di Sumsel, Praktik 4 Bulan, Sempat Infus Pasien

Regional
Belasan Siswa SD di Gowa Diduga Keracunan Usai Makan Jajanan Nasi Kuning di Depan Sekolah

Belasan Siswa SD di Gowa Diduga Keracunan Usai Makan Jajanan Nasi Kuning di Depan Sekolah

Regional
ABK KM Juneayo Maru V yang Hilang Tenggelam di Merauke Ditemukan Tewas

ABK KM Juneayo Maru V yang Hilang Tenggelam di Merauke Ditemukan Tewas

Regional
Polisi Sebut Terduga Pelaku Narkoba yang Tewas di Makassar Melawan Saat Ditangkap

Polisi Sebut Terduga Pelaku Narkoba yang Tewas di Makassar Melawan Saat Ditangkap

Regional
Cium Bau Tak Sedap, Pemancing Temukan Mayat Bayi Perempuan di Tumpukan Sampah Sungai Bengawan Solo

Cium Bau Tak Sedap, Pemancing Temukan Mayat Bayi Perempuan di Tumpukan Sampah Sungai Bengawan Solo

Regional
Seluas 138.661,42 Hektar Perairan di Bintan Ditetapkan Jadi Kawasan Konservasi

Seluas 138.661,42 Hektar Perairan di Bintan Ditetapkan Jadi Kawasan Konservasi

Regional
24.722 Ekor Sapi dan 75.042 Ekor Kambing di Kendal Diklaim Bebas PMK

24.722 Ekor Sapi dan 75.042 Ekor Kambing di Kendal Diklaim Bebas PMK

Regional
Kedapatan Bawa Penumpang, 7 Mobil Pikap Dipajang di Alun-alun Nunukan

Kedapatan Bawa Penumpang, 7 Mobil Pikap Dipajang di Alun-alun Nunukan

Regional
Bayi Tanpa Dinding Perut Lahir di Rejang Lebong Bengkulu, Butuh Dirujuk tetapi Tak Ada Biaya

Bayi Tanpa Dinding Perut Lahir di Rejang Lebong Bengkulu, Butuh Dirujuk tetapi Tak Ada Biaya

Regional
12 SMA Terbaik di Solo Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

12 SMA Terbaik di Solo Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

Regional
3 SMA Terbaik di Makassar Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

3 SMA Terbaik di Makassar Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

Regional
Umbul Pelem Waterpark: Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Umbul Pelem Waterpark: Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Regional
[POPULER NUSANTARA] Takut, Pemilik Rumah KKN di Desa Penari Pindah | Balita 1,5 Tahun yang Hilang Ditemukan Tewas

[POPULER NUSANTARA] Takut, Pemilik Rumah KKN di Desa Penari Pindah | Balita 1,5 Tahun yang Hilang Ditemukan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.