Kompas.com - 15/11/2021, 18:32 WIB
Wanita asal Karawang berinisial V (45) yang dituntut 1 tahun penjara lantaran mengomeli suami yang kerap mabuk. KOMPAS.com/FARIDAWanita asal Karawang berinisial V (45) yang dituntut 1 tahun penjara lantaran mengomeli suami yang kerap mabuk.

KARAWANG, KOMPAS.com - Seorang perempuan berinisial V (45) mengaku masih tak percaya dituntut 1 tahun penjara karena mengomeli suami yang kerap mabuk.

Ibu dua anak itu menganggap pertengkaran dengan CYC, pria asal Taiwan yang menjadi suaminya, sebagai pertengkaran suami istri biasa.

Apalagi, saat itu CYC telah beberapa lama tidak pulang ke rumah.

"Mungkin saya dalam keadaan galau ya waktu itu, rumah berantakan, anak sakit, toko berantakan, saya telepon dimatikan," ucap V kepada wartawan, Senin (15/11/2021).

Baca juga: Ibu di Karawang Dituntut 1 Tahun Penjara karena Marahi Suami Mabuk: Saya Keberatan

V mengatakan, dia tidak menyangka omelannya itu dijadikan alat bukti saat dia dilaporkan ke polisi.

Padahal, dalam hatinya, V ingin suaminya kembali.

"Tapi tahunya setelah saya gugat cerai itu yang digunakan untuk membuat laporan, untuk mengintimidasi saya. Dijadikan alat bukti dan transkipnya juga dipenggal-penggal," ujar dia.

Baca juga: Suami Bacok Istri di Bandung, gara-gara Kerap Berutang dan Main Medsos

V mengaku telah beberapa kali melakukan mediasi, namun tidak ada kesepatakan.

CYC bahkan sempat bertanya akan memberikan kompensasi apa jika laporannya dicabut.

V pun menjelaskan perihal kebiasaan mabuk CYC.

Menurut dia, kebiasaan buruk suaminya itu juga dilakukan saat berada di rumah, ketika ada kawannya datang.

V mengaku tidak tahu harus berbuat apa saat jaksa penuntut umum (JPU) menuntut dirinya 1 tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri Karawang, Kamis (11/11/2021).

"Enggak sangka sampai 1 tahun. Bukan nangis lagi, kalau kami sudah pingsan kemarin," ujar dia.

Latar belakang

Adapun V menikah dengan CYC pada 2000.

Mereka kemudian berangkat ke Taiwan. Kemudian di Taiwan, V bekerja serabutan untuk melunasi utang.

V dan CYC kemudian kembali ke Indonesia, tepatnya di Karawang.

 

V kemudian membuka toko bangunan.

CYC yang merupakan warga negara asing (WNA) dengan visa kunjungan tidak memiliki izin bekerja.

Tiap empat bulan sekali, CYC harus kembali ke Taiwan dengan biaya dari V.

CYC kemudian mengajukan diri untuk menjadi WNI.

V memberikan modal kepada suaminya untuk membuat perseroan terbatas (PT).

Namun, kemudian terjadi permasalahan antara keduanya.

Cekcok antara V dan CYC sudah terjadi sejak Februari 2018.

Ketika itu, V mengajukan gugatan cerai di PN Karawang dengan dasar ketidakcocokan.

Pada April 2018, gugatan cerai urung dilakukan, karena terjadi mediasi. Keduanya rujuk kembali.

Pada September 2019, V kembali menggugat cerai CYC.

Pada bulan yang sama, CYC melaporkan V ke Polsek Telukjambe Karawang atas dugaan pemalsuan surat kendaraan.

Pada 2 Januari 2020, putusan pengadilan keluar. PN Karawang mengesahkan gugatan perceraian yang diajukan V.

Namun, CYC mengajukan banding.

Pada Agustus 2020, V tetap memenangkan banding yang diajukan CYC di Pengadilan Tinggi Bandung.

 

Jadi tersangka

Pada September 2020, V dilaporkan atas kasus dugaan pengusiran dan tekanan psikis terhadap CYC di Polda Jabar.

Pada 11 Januari 2021, V ditetapkan sebagai tersangka.

Kemudian, V dituntut 1 tahun penjara atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) psikis kepada suaminya, CYC.

Tuntutan itu dibacakan oleh jaksa Glendy Rivano di PN Karawang, Kamis (11/11/2021).

Saat dikonfirmasi, Glendy Rivano menyebutkan, kasus itu masuk dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT.

"Diperoleh diperoleh fakta-fakta melalui keterangan saksi dan alat bukti bahwa inisial V terbukti jadi terdakwa dengan dijerat Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 5 huruf b,” ujar Glendy.

Glendy mengatakan, CYC mengaku diusir dan juga dimarahi dengan kata-kata kasar yang menyebabkan psikisnya terganggu.

“Jadi, inisial CYC ini diusir dan dimarahi dengan kataa-kata kasar,” kata Glendy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Evakuasi Orangutan yang Terjebak di Perkebunan PTPN Aceh Timur

BKSDA Evakuasi Orangutan yang Terjebak di Perkebunan PTPN Aceh Timur

Regional
Ibu Aniaya Bayinya dengan Kapak di Jambi, Mertua Sempat Saksikan

Ibu Aniaya Bayinya dengan Kapak di Jambi, Mertua Sempat Saksikan

Regional
Truk Terguling karena Hindari Mobil Pecah Ban, Tol Solo-Semarang Macet hingga 2 Km

Truk Terguling karena Hindari Mobil Pecah Ban, Tol Solo-Semarang Macet hingga 2 Km

Regional
Evakuasi KM Sirimau Dihentikan Sementara, 83 Penumpang Dibawa ke Pelabuhan Lewoleba

Evakuasi KM Sirimau Dihentikan Sementara, 83 Penumpang Dibawa ke Pelabuhan Lewoleba

Regional
Kepala Disparpora Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Revitalisasi IKM Rp 5,3 Miliar

Kepala Disparpora Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Revitalisasi IKM Rp 5,3 Miliar

Regional
6 Peninggalan Kerajaan Aceh

6 Peninggalan Kerajaan Aceh

Regional
6 Remaja Pelaku Teror Busur di Kendari Ditangkap Polisi, Ada yang Positif Narkoba

6 Remaja Pelaku Teror Busur di Kendari Ditangkap Polisi, Ada yang Positif Narkoba

Regional
Kantor Dinas Pangan Minut Digeledah Terkait Dugaan Korupsi Senilai Rp 2 Miliar

Kantor Dinas Pangan Minut Digeledah Terkait Dugaan Korupsi Senilai Rp 2 Miliar

Regional
7 Jam Geledah Dinas PUPR Ambon, Penyidik KPK Sita 3 Koper Dokumen

7 Jam Geledah Dinas PUPR Ambon, Penyidik KPK Sita 3 Koper Dokumen

Regional
5 SMA Terbaik di Bangka Belitung Versi LTMPT, Referensi PPDB 2022

5 SMA Terbaik di Bangka Belitung Versi LTMPT, Referensi PPDB 2022

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 18 Mei 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 18 Mei 2022

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 18 Mei 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 18 Mei 2022

Regional
Pramujasa Trans Jateng Rute Magelang-Purworejo Dilatih Bahasa Isyarat

Pramujasa Trans Jateng Rute Magelang-Purworejo Dilatih Bahasa Isyarat

Regional
Oknum ASN di Grobogan Diduga Curi Uang Bansos Warga Meninggal

Oknum ASN di Grobogan Diduga Curi Uang Bansos Warga Meninggal

Regional
Oknum Polisi di Sikka Diduga Aniaya Selingkuhan karena Minta Putus, Kapolres: Kita Proses Hukum

Oknum Polisi di Sikka Diduga Aniaya Selingkuhan karena Minta Putus, Kapolres: Kita Proses Hukum

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.