Kompas.com - 13/11/2021, 18:19 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Seorang polisi, Bripka P, diamuk massa di Jalan dr Mansyur, Kota Medan, Sumatera Utara.

Anggota Polri tersebut diduga melakukan pelanggaran hukum dengan meminta uang kepada masyarakat.

Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) dan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan kemudian melakukan pemeriksaan terhadap Bripka P.

Baca juga: Seorang Polisi Diamuk Massa di Medan, Begini Ceritanya

Hasil gelar perkara, perbuatan Bripka P dinilai telah memenuhi unsur pidana.

Oknum polisi tersebut dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara.

Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Polrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji dan Kepala Satreskrim Polrestabes Medan Kompol M Firdaus dalam konferensi pers di Medan, Sabtu (13/11/2021).

"Sehingga kepada yang bersangkutan kita proses pidananya. Bisa dilihat yang bersangkutan berdiri di belakang kita. Kepada personel tersebut kita kenakan Pasal 368 jo Pasal 53 KUHP dengan ancaman 9 tahun kurungan penjara," kata Irsan.

Baca juga: Viral, Video Polisi di Medan Diamuk Warga Usai Diduga Meminta Uang Rp 200 Ribu ke Pengendara Motor

Irsan mengatakan, Bripka P diduga melakukan pemerasan.

Saat ini, penyidik sedang memeriksa 2 orang saksi yang melihat kejadian pemerasan tersebut.

Irsan menegaskan, Polrestabes Medan tidak akan menoleransi perbuatan personel yang tidak baik seperti ini.

"Kita tegas dan kita akan proses, kita akan pidanakan. Kita tidak bermain-main. Kita imbau bagi personel lainnya harus berbuat baik semuanya," kata Irsan.

Baca juga: Soal Polisi Diamuk Massa di Medan, Kapolda Sumut: Dia Lakukan Pelanggaran

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rio Waida, Satu-satunya Atlet Indonesia di Kompetisi Selancar Dunia WSL Banyuwangi 2022

Rio Waida, Satu-satunya Atlet Indonesia di Kompetisi Selancar Dunia WSL Banyuwangi 2022

Regional
Ganjar Minta Kontraktor Perbaiki Bangunan Gedung Puskesmas Jeruklegi Cilacap, Ini Penyebabnya

Ganjar Minta Kontraktor Perbaiki Bangunan Gedung Puskesmas Jeruklegi Cilacap, Ini Penyebabnya

Regional
Setelah 3 Hari Dicari, Jenazah Anak Terseret Arus di Pantai Swiss Sumbawa Barat Ditemukan

Setelah 3 Hari Dicari, Jenazah Anak Terseret Arus di Pantai Swiss Sumbawa Barat Ditemukan

Regional
Pulau Samalona, Daya Tarik, Rute, dan Biaya

Pulau Samalona, Daya Tarik, Rute, dan Biaya

Regional
Hakim Bebaskan Bandar Narkoba, Pengamat: Patut Dipertanyakan

Hakim Bebaskan Bandar Narkoba, Pengamat: Patut Dipertanyakan

Regional
560,33 Hektare Tanah Pesisir di Kepulauan Riau Bakal Dilegalisasi

560,33 Hektare Tanah Pesisir di Kepulauan Riau Bakal Dilegalisasi

Regional
Bahan Bakar Habis, KM Ladang Pertiwi Bermuatan 43 Orang Tenggelam di Selat Makassar

Bahan Bakar Habis, KM Ladang Pertiwi Bermuatan 43 Orang Tenggelam di Selat Makassar

Regional
'Uang Kami Kurang Rp 200.000 untuk Proses Pemandian Jenazah, tapi Pak Lurah Ngotot Tidak Bisa'

"Uang Kami Kurang Rp 200.000 untuk Proses Pemandian Jenazah, tapi Pak Lurah Ngotot Tidak Bisa"

Regional
Malang Night Paradise: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Malang Night Paradise: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
Hilang Sehari, 2 Pemancing Ditemukan Tewas di Tengah Laut Jepara

Hilang Sehari, 2 Pemancing Ditemukan Tewas di Tengah Laut Jepara

Regional
Kepala Badan Pangan Nasional Minta Pabrik Gula Beli Gula Kristal Petani di Harga Rp 11.500 per Kg

Kepala Badan Pangan Nasional Minta Pabrik Gula Beli Gula Kristal Petani di Harga Rp 11.500 per Kg

Regional
Hakim Bebaskan Bandar Sabu, Pengadilan Negeri Palangkaraya Didemo

Hakim Bebaskan Bandar Sabu, Pengadilan Negeri Palangkaraya Didemo

Regional
Mangkrak Bertahun-tahun, Gubernur Sulsel Janjikan Kereta Api Beroperasi Oktober 2022

Mangkrak Bertahun-tahun, Gubernur Sulsel Janjikan Kereta Api Beroperasi Oktober 2022

Regional
Curi Rokok Elektrik Buat Gaya-gayaan, Pria di Balikpapan Ini Ternyata Spesialis Penggelapan Barang Toko

Curi Rokok Elektrik Buat Gaya-gayaan, Pria di Balikpapan Ini Ternyata Spesialis Penggelapan Barang Toko

Regional
Gempa M 5,3 Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,3 Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.