Penjaga Loket Bus Eksekutif di Lampung Memalsukan Surat Hasil Tes Covid-19

Kompas.com - 12/11/2021, 17:57 WIB
Ilustrasi penangkapan Think StockIlustrasi penangkapan

LAMPUNG, KOMPAS.com - Seorang penjaga loket bus eksekutif di Lampung, ditangkap polisi lantaran memalsukan surat rapid test antigen.

Surat rapid test antigen palsu itu dijual seharga Rp 70.000 kepada calon penumpang.

Kapolsek Jati Agung Inspektur Satu (Iptu) Anwar Mayer Siregar mengatakan, pelaku yang ditangkap berinsial MUL (32), warga Kelurahan Jagabaya, Bandar Lampung.

Baca juga: Oknum Pegawai RS Unram Terancam 6 Tahun Penjara, Palsukan Surat Hasil PCR Calon Penumpang Pesawat

MUL ditangkap pada Kamis (11/11/2021), sekitar pukul 17.00 WIB di tempatnya bekerja di loket bus yang berada di Jalan Terusan Ryacudu, Desa Way Hui, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.

"Anggota kita melakukan penyamaran untuk mengumpulkan bukti-bukti dugaan pemalsuan surat rapid test antigen tersebut," kata Mayer dalam keterangan tertulis, Jumat (12/11/2021).

Adanya pemalsuan surat hasil tes Covid-19 itu  diketahui dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa loket tersebut menjual surat hasil rapid test antigen tanpa tes.

"Harga yang ditawarkan kepada calon penumpang sebesar Rp 70.000 per surat," kata Mayer.

Baca juga: Palsukan Surat Hasil PCR, Karyawan RS di Mataram Ditangkap Polisi

Surat palsu yang dibuat oleh MUL seolah meyakinkan dengan kop surat salah satu rumah sakit di Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

"Anggota mengonfirmasi ke rumah sakit itu, dan menyatakan pihak rumah sakit tidak pernah mengeluarkan surat rapid test antigen itu," kata Mayer.

Berdasarkan keterangan pelaku, surat palsu itu dibuat menggunakan ponsel melalui aplikasi editor PDF, kemudian dicetak di rental komputer.

Mayer menambahkan, pelaku mengaku baru dua bulan melakukan pemalsuan tersebut.

"Ada beberapa nama rumah sakit yang dicatut oleh pelaku untuk surat rapid test antigen palsu itu. Ini sedang kami kembangkan," kata Mayer.

Pelaku saat ini masih ditahan di Mapolsek Jati Agung dan dijerat Pasal 263 KUHP subsider Pasal 268 KUHP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Bupati Langkat Kena OTT KPK | 15 Tahun Buron, Terpidana Korupsi Ditangkap di Surabaya

[POPULER NUSANTARA] Bupati Langkat Kena OTT KPK | 15 Tahun Buron, Terpidana Korupsi Ditangkap di Surabaya

Regional
Prakiraan Cuaca di Cilacap Hari Ini, 20 Januari 2022

Prakiraan Cuaca di Cilacap Hari Ini, 20 Januari 2022

Regional
Ngopi Bareng Gubernur Banten, Cara Raffi Ahmad Lobi Kelola Banten International Stadium

Ngopi Bareng Gubernur Banten, Cara Raffi Ahmad Lobi Kelola Banten International Stadium

Regional
Polisi Usut Motif Sopir Ambulans Viralkan Video Terjebak Macet hingga Pasien Meninggal

Polisi Usut Motif Sopir Ambulans Viralkan Video Terjebak Macet hingga Pasien Meninggal

Regional
Dugaan Korupsi Pengadaan iPad untuk Anggota DPRD Banjarbaru, Negara Rugi Rp 500 Juta

Dugaan Korupsi Pengadaan iPad untuk Anggota DPRD Banjarbaru, Negara Rugi Rp 500 Juta

Regional
Buat Replika Kuburan Gubernur Sultra Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap Polisi

Buat Replika Kuburan Gubernur Sultra Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap Polisi

Regional
Mobil PJR Pengawal Gubernur Jambi Terlibat Tabrakan Beruntun,Pengendara Motor Terjepit di Pohon

Mobil PJR Pengawal Gubernur Jambi Terlibat Tabrakan Beruntun,Pengendara Motor Terjepit di Pohon

Regional
Gempa M 5,7 Guncang Pulau Seram, Warga Panik Berhamburan

Gempa M 5,7 Guncang Pulau Seram, Warga Panik Berhamburan

Regional
Kisah Penumpang Feri di Baubau Panik sampai Menjerit Kapal Dihantam Gelombang Tinggi

Kisah Penumpang Feri di Baubau Panik sampai Menjerit Kapal Dihantam Gelombang Tinggi

Regional
Puan Maharani Bagikan Buku Bergambar Dirinya Saat Tinjau Vaksinasi Booster Lansia dan Anak di Sukoharjo

Puan Maharani Bagikan Buku Bergambar Dirinya Saat Tinjau Vaksinasi Booster Lansia dan Anak di Sukoharjo

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 Januari 2022

Regional
Sejarah, Fungsi, dan Berbagai Jenis Kerajinan Anyaman

Sejarah, Fungsi, dan Berbagai Jenis Kerajinan Anyaman

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 Januari 2022

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 Januari 2022

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 19 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 19 Januari 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.