Nama Wali Kota Batu Muncul Dalam Dakwaan Eddy Rumpoko, Disebut Pernah Terima Gratifikasi

Kompas.com - 09/11/2021, 20:47 WIB
Mantan wali kota Batu Eddy Rumpoko hadiri sidang secara virtual di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, Selasa (9/11/2021). KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALMantan wali kota Batu Eddy Rumpoko hadiri sidang secara virtual di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, Selasa (9/11/2021).

SURABAYA, KOMPAS.com - Nama Wali kota Batu Dewanti Rumpoko disebut jaksa dalam dakwaan kasus gratifikasi Rp 46,8 milliar yang diduga diterima mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko saat menjabat dua periode 2007 - 2017.

Dewanti sendiri adalah Wali Kota Batu periode 2017-2022 yang juga istri Eddy Rumpoko.

Dewanti disebut jaksa pernah menerima uang gratifikasi yang diserahkan pemberi di rumah dinas wali kota Batu periode 2008 - 2017.

Baca juga: Mantan Wali Kota Batu Kembali Didakwa Terima Gratifikasi Rp 46,8 Milliar

Rencananya, Dewanti dan 50 lebih saksi lain dalam perkara tersebut akan dihadirkan dalam persidangan.

"Semua nama saksi yang diperiksa akan kami usulkan dipanggil sebagai saksi dalam persidangan, termasuk nama Dewanti Rumpoko," kata Ronald usai sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (9/11/2021).

Eddy diketahui kembali didakwa menerima gratifikasi sebesar lebih dari Rp 46,8 milliar dari pihak ketiga.

Gratifikasi tersebut diterima Eddy saat menjabat wali kota Batu periode 2008 - 2017.

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa, selain di rumah dinas, gratifikasi juga kerap diterima saat terdakwa berada di ruang kerjanya di lantai 5 Gedung Balai Kota Among Tani Kota Batu.

"Perkara ini adalah hasil pengembangan dari perkara sebumnya," terang Ronald.

Baca juga: MA Perberat Vonis Mantan Wali Kota Batu Jadi 5,5 Tahun Penjara

Jaksa menyebut, gratifikasi tersebut berhubungan dengan jabatannya selaku penyelenggara negara dalam hal ini wali kota Batu selama dia menjabat.

Jaksa KPK mendakwa Eddy dengan Pasal 12 B UU Tipikor Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP atau Pasal 11 UU Tipikor Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Diketahui, Eddy sebelumnya telah divonis bersalah menerima suap senilai Rp 295 juta dan satu unit mobil Toyota Alphard senilai Rp 1,6 miliar dari pengusaha Filiput Djap.

Atas perbuatannya itu, Eddy telah dijatuhi hukuman 5 tahun 5 bulan penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan oleh majelis kasasi Mahkamah Agung pada 2019 lalu. (K15-11)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tradisi Imlek Warga Solo, Ziarah Makam Leluhur hingga Makan Lontong Cap Go Meh

Tradisi Imlek Warga Solo, Ziarah Makam Leluhur hingga Makan Lontong Cap Go Meh

Regional
Honor Rp 6 Juta Tak Dibayarkan Selama 24 Tahun, Mantan Guru Honorer di Garut Bakar Sekolah

Honor Rp 6 Juta Tak Dibayarkan Selama 24 Tahun, Mantan Guru Honorer di Garut Bakar Sekolah

Regional
Rugikan Negara Rp 1,29 Miliar, Mantan Ketua DPRD Lebong Bengkulu Divonis 1 Tahun Penjara

Rugikan Negara Rp 1,29 Miliar, Mantan Ketua DPRD Lebong Bengkulu Divonis 1 Tahun Penjara

Regional
4 Warga Rusia di Sulawesi Utara Ternyata Sempat Terjangkit Omicron

4 Warga Rusia di Sulawesi Utara Ternyata Sempat Terjangkit Omicron

Regional
Duka Bentrokan di Sorong, DJ hingga Penari Profesional Jadi Korban

Duka Bentrokan di Sorong, DJ hingga Penari Profesional Jadi Korban

Regional
Kue Moho, Salah Satu Sajian Khas Imlek di Kota Solo

Kue Moho, Salah Satu Sajian Khas Imlek di Kota Solo

Regional
Kasus Covid-19 di Banyumas Meningkat, Bupati: Kemungkinan Besar Omicron Sudah Masuk

Kasus Covid-19 di Banyumas Meningkat, Bupati: Kemungkinan Besar Omicron Sudah Masuk

Regional
Menyoal Dugaan Pemerkosaan Istri Napi oleh Pria yang Mengaku Polisi di Boyolali

Menyoal Dugaan Pemerkosaan Istri Napi oleh Pria yang Mengaku Polisi di Boyolali

Regional
Kasus Covid-19 Bertambah, Kota Ambon Tak Lagi Zona Hijau

Kasus Covid-19 Bertambah, Kota Ambon Tak Lagi Zona Hijau

Regional
Demi Sekolah Sang Anak, Ayah di Mesuji Curi Getah Karet 1,5 Karung, Kasusnya Kini Dihentikan

Demi Sekolah Sang Anak, Ayah di Mesuji Curi Getah Karet 1,5 Karung, Kasusnya Kini Dihentikan

Regional
Banjir hingga Longsor Melanda Kota Salatiga

Banjir hingga Longsor Melanda Kota Salatiga

Regional
5 Fakta Polisi Bergelantung di Mobil Rampasan Debt Collector hingga Terseret 1 Kilometer, Begini Kondisi Korban

5 Fakta Polisi Bergelantung di Mobil Rampasan Debt Collector hingga Terseret 1 Kilometer, Begini Kondisi Korban

Regional
[POPULER REGIONAL] Dj Indah Cleo Tewas dalam Bentrokan Sorong | Aksi Heroik Polisi di Jeneponto

[POPULER REGIONAL] Dj Indah Cleo Tewas dalam Bentrokan Sorong | Aksi Heroik Polisi di Jeneponto

Regional
Saat Putra-putra Terbaik Bangsa Berguguran di Papua

Saat Putra-putra Terbaik Bangsa Berguguran di Papua

Regional
Kisah Pilu Tragedi Bentrokan Massa di Sorong, 18 Orang Tewas, Warga Nyalakan Lilin Perdamaian

Kisah Pilu Tragedi Bentrokan Massa di Sorong, 18 Orang Tewas, Warga Nyalakan Lilin Perdamaian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.