PNS Guru di Lampung Terlibat Jaringan Terorisme, Dikenal Humoris dan Mudah Bergaul

Kompas.com - 06/11/2021, 16:30 WIB
Barang bukti yang berhasil diamankan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penggeledahan bekas kantor Yayasan Abdurrahman bin Auf di Way Halim, Bandar Lampung, Lampung, Rabu (3/11/2021). Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengamankan tiga orang terduga pelaku di beberapa lokasi di Lampung beserta sejumlah barang bukti berupa delapan unit Central Processing Unit (CPU) dan 791 kotak amal untuk proses penyelidikan. ANTARA FOTO/Ardiansyah/hp. ANTARA FOTO/ARDIANSYAHBarang bukti yang berhasil diamankan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penggeledahan bekas kantor Yayasan Abdurrahman bin Auf di Way Halim, Bandar Lampung, Lampung, Rabu (3/11/2021). Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengamankan tiga orang terduga pelaku di beberapa lokasi di Lampung beserta sejumlah barang bukti berupa delapan unit Central Processing Unit (CPU) dan 791 kotak amal untuk proses penyelidikan. ANTARA FOTO/Ardiansyah/hp.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan salah seorang tersangka jaringan teroris Jamaah Islamiyah yang ditangkap di Lampung merupakan yang pertama berstatus sebagai guru Pegawai Negeri Sipil, PNS.

Pihak sekolah mengaku terkejut, karena guru berinisial DRS dikenal bersahabat di lingkungan sekolah.

Pengamat terorisme mengungkapkan penyusupan guru anggota JI ini sebagai fenomena gunung es, dan perlu menjadi perhatian khusus dari pemerintah dan kepolisian.

Baca juga: 5 Hal yang Terungkap dari Operasi Densus 88 di Lampung

BNPT mencatat DRS (46) merupakan guru berstatus PNS pertama yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme.

Sebelumnya, DRS ditangkap Densus 88 antiteror bersama dua tersangka lainnya yaitu SU (61) dan S (59).

Mereka diduga terlibat dalam pendanaan dan perekrutan anggota baru Jamaah Islamiyah.

DRS disebut kepolisian sebagai kepala sekolah di salah satu SDN di Pasewaran. Ia juga tercatat sebagai guru di SMAN 1 Bangunrejo.

Baca juga: Empat Teroris Kembali Ditangkap di Lampung, Bertugas Rekrut Anggota JI hingga Sembunyikan Buron Terorisme

Direktur Pencegahan BNPT, Ahmad Nurwakhid mengatakan, lembaganya akan melakukan pendampingan ke sekolah tempat DRS mengajar.

"Bagi mereka yang sudah terpapar, kita lakukan rehabilitasi ideologi, re-edukasi, kemudian kita lakukan pembinaan-pembinaan dan tentu saja kita bekerja sama dengan kementerian lembaga terkait," kata Nurwakhid kepada BBC News Indonesia, Kamis (11/04).

Dalam satu dekade terakhir, BNPT melaporkan setidaknya terdapat 31 PNS ditangkap karena terlibat jaringan terorisme.

Mereka masing-masing 8 mantan anggota kepolisian, 5 mantan anggota TNI dan 18 mantan PNS di lingkungan kementerian dan lembaga pemerintah.

Namun, tak satu pun yang berstatus sebagai guru.

Baca juga: Operasi Densus 88 di Lampung, 7 Orang Ditangkap Terkait Terorisme

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Wanita Naik ke Atas Tower SUTET di Pekanbaru

Seorang Wanita Naik ke Atas Tower SUTET di Pekanbaru

Regional
Puncak Musim Hujan, BPBD Kota Batu Minta Warga Waspada Pohon Tumbang

Puncak Musim Hujan, BPBD Kota Batu Minta Warga Waspada Pohon Tumbang

Regional
KLHK Gugat 2 Perusahaan Pembakar Hutan dan Lahan di Kalimantan

KLHK Gugat 2 Perusahaan Pembakar Hutan dan Lahan di Kalimantan

Regional
45 KK dari 2 Kecamatan di Jember Terdampak Banjir, Sebuah Jembatan Ambruk

45 KK dari 2 Kecamatan di Jember Terdampak Banjir, Sebuah Jembatan Ambruk

Regional
Polisi Bebaskan 2 Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental, Ini Alasannya

Polisi Bebaskan 2 Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental, Ini Alasannya

Regional
Siswa SD di Tasikmalaya Meninggal Dunia Usai Divaksin, Ini Penjelasan Dinkes

Siswa SD di Tasikmalaya Meninggal Dunia Usai Divaksin, Ini Penjelasan Dinkes

Regional
Terendam Rob, SD di Kendal Tidak Bisa Gelar PTM

Terendam Rob, SD di Kendal Tidak Bisa Gelar PTM

Regional
Bahu Bharatu Bachtiar Tertembak KKB hingga Terjadi Kontak Senjata

Bahu Bharatu Bachtiar Tertembak KKB hingga Terjadi Kontak Senjata

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jembatan di Karawang Senilai Rp 10 M Ambles | Pedagang Pasar Legi Solo Mengeluh ke Gibran

[POPULER NUSANTARA] Jembatan di Karawang Senilai Rp 10 M Ambles | Pedagang Pasar Legi Solo Mengeluh ke Gibran

Regional
Target Vaksinasi Lansia Tercapai, Kota Padang Segera Gelar Vaksinasi Anak 6-11 Tahun

Target Vaksinasi Lansia Tercapai, Kota Padang Segera Gelar Vaksinasi Anak 6-11 Tahun

Regional
Mari Bantu Oktavia yang 12 Tahun Hanya Bisa Terbaring karena Hidrosefalus

Mari Bantu Oktavia yang 12 Tahun Hanya Bisa Terbaring karena Hidrosefalus

Regional
Akhir Kisah Bocah 9 Tahun, Diterkam dan Dibawa Buaya, Lalu Ditemukan Tewas di Sungai

Akhir Kisah Bocah 9 Tahun, Diterkam dan Dibawa Buaya, Lalu Ditemukan Tewas di Sungai

Regional
Dinkes Kalsel Butuh 440.000 Dosis Vaksin Sinovac untuk Lanjutkan Vaksinasi Anak

Dinkes Kalsel Butuh 440.000 Dosis Vaksin Sinovac untuk Lanjutkan Vaksinasi Anak

Regional
Toko Mebel Hangus Terbakar, Pemilik Merugi hingga Ratusan Juta Rupiah

Toko Mebel Hangus Terbakar, Pemilik Merugi hingga Ratusan Juta Rupiah

Regional
'Kami Ditipu, Kami Diiming-imingi Akan Diurus Jadi Veteran'

"Kami Ditipu, Kami Diiming-imingi Akan Diurus Jadi Veteran"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.