Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Ungkap Peretasan Aplikasi Perbankan Bermodus Social Engineering

Kompas.com - 05/11/2021, 17:09 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

Korban yang sadar telah menjadi korban peretasan lantas melaporkan kejadian yang dialami kepada Polda DIY.

Ditreskimsus Polda DIY bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk melakukan digital forensik.

Lalu diketahui pelaku peretasan ini berada di Tulung Selapan, Sumatera Selatan.

"Kami melakukan penyelidikan di daerah Tulung Selapandan berhasil menangkap dan mengamankan 1 orang bernisial LG (20) serta ada dua orang lain yang statusnya masih DPO," kata dia.

Baca juga: Pemuda di Tuban Ditangkap Polisi atas Dugaan Penipuan Investasi Bodong

Roberto menyampaikan LG pada komplotan ini berperan mengeksekusi semua transaksi yang masuk dari rekening korban.

LG bertugas mentransfer kembali ke beberapa rekening yang sudah disiapkan.

"Dua orang masih DPO dan dilakukan pengejaran saat ini. Dua tersangka lain berinisal PD dan DP," kata dia.

PD bertugas sebagai menghubungi korban hingga korban berkenan mengirimkan kode aktivasi.

Lalu pelaku berinisial DP adalah orang yang meneruskan user name dan password ke LG.

Dalam kasus ini Roberto memastikan tidak ada pegawai bank yang terlibat dalam kasus ini.

"Ini murni social engineering, modus dengan cara teknik dan gaya komunikasi hingga korban benar-benar percaya dan melakukan segala hal yang diperintahkan oleh para pelaku melalui sarana komunikasi media elektronik," kata dia.

Baca juga: Pasangan Suami Istri Lakukan Penipuan dengan Gadai Emas Palsu, Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp 2,3 M

Roberto mengungkapkan soal kode nomor +1 yang dipakai oleh pelaku, adalah dengan cara memakai aplikasi Fake Caller.

"Ada beberapa aplikasi digital Fake Caller, sedang diberantas mengadakan permintaan pemblokiran," ujar dia.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

2 Eks Pejabat Bank Banten Cabang Tangerang Didakwa Korupsi Kredit Fiktif Rp 782 Juta

2 Eks Pejabat Bank Banten Cabang Tangerang Didakwa Korupsi Kredit Fiktif Rp 782 Juta

Regional
Perbaikan Jembatan Terdampak Banjir di Lombok Utara Jadi Prioritas

Perbaikan Jembatan Terdampak Banjir di Lombok Utara Jadi Prioritas

Regional
PKS Usulkan Anggota DPR Nasir Djamil Jadi Cawalkot Banda Aceh

PKS Usulkan Anggota DPR Nasir Djamil Jadi Cawalkot Banda Aceh

Regional
Tak Terima Ibunya Dihina, Pria di Riau Bunuh Istrinya

Tak Terima Ibunya Dihina, Pria di Riau Bunuh Istrinya

Regional
Sambut Indonesia Emas 2045, GP Ansor Gelar Acara Gowes Sepeda Jakarta-Bogor

Sambut Indonesia Emas 2045, GP Ansor Gelar Acara Gowes Sepeda Jakarta-Bogor

Regional
Pengadaan Kapal Fiktif Rp 23,6 Miliar, Pengusaha Cilegon Divonis 4 Tahun Penjara

Pengadaan Kapal Fiktif Rp 23,6 Miliar, Pengusaha Cilegon Divonis 4 Tahun Penjara

Regional
5 Pemandian Air Panas Magelang, Ada yang Buka 24 Jam

5 Pemandian Air Panas Magelang, Ada yang Buka 24 Jam

Regional
Terduga Pelaku Pembunuhan Karyawan Toko Pakaian Asal Karanganyar Belum Tertangkap

Terduga Pelaku Pembunuhan Karyawan Toko Pakaian Asal Karanganyar Belum Tertangkap

Regional
Motif Pembunuhan Mantan Istri di Kubu Raya, Korban Minta Rp 2,5 Juta dan Cekcok

Motif Pembunuhan Mantan Istri di Kubu Raya, Korban Minta Rp 2,5 Juta dan Cekcok

Regional
Soal Hibah Pembangunan Gedung Baru Senilai Rp 7,3 M, Kejari Blora: Gedung Sempit

Soal Hibah Pembangunan Gedung Baru Senilai Rp 7,3 M, Kejari Blora: Gedung Sempit

Regional
Miring Sejak 2018, Jembatan Dermaga Sei Nyamuk di Pulau Sebatik Ambruk

Miring Sejak 2018, Jembatan Dermaga Sei Nyamuk di Pulau Sebatik Ambruk

Regional
Kesaksian Korban Truk Terguling di Kebumen: Remnya Blong, Bannya Bocor

Kesaksian Korban Truk Terguling di Kebumen: Remnya Blong, Bannya Bocor

Regional
Profil Gunung Ruang, dari Lokasi hingga Sejarah Erupsi

Profil Gunung Ruang, dari Lokasi hingga Sejarah Erupsi

Regional
BKSDA Bengkulu Berharap Warga Tak Pancing dan Matikan Buaya

BKSDA Bengkulu Berharap Warga Tak Pancing dan Matikan Buaya

Regional
Anggota DPRD Kota Serang Bakal Dapat 2 Baju Dinas Seharga Rp 8 Juta

Anggota DPRD Kota Serang Bakal Dapat 2 Baju Dinas Seharga Rp 8 Juta

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com