Pembantu dan Satpam Otak Perampokan dan Pembunuhan Bos Elpiji di Padang, Aksi Direncanakan Sejak Lebaran 2021

Kompas.com - 05/11/2021, 17:00 WIB
Polisi ekspose kasus perampokan dan pembunuhan pengusaha elpiji di Padang, Jumat (5/11/2021). Tiga otak pelaku ditangkap, sementara tiga eksekutor masih buron. DOK. Humas Polresta PadangPolisi ekspose kasus perampokan dan pembunuhan pengusaha elpiji di Padang, Jumat (5/11/2021). Tiga otak pelaku ditangkap, sementara tiga eksekutor masih buron.

PADANG, KOMPAS.com - Otak perampokan dan pembunuhan pengusaha elpiji di Padang, Sumatera Barat, ternyata pembantu rumah tangganya yang bernama EN (23) dan satpam rumah bernama RF (23). 

Kedua otak pelaku mengaku, sudah merencanakan perampokan rumah majikannya tersebut sejak Lebaran 2021 lalu. Rencana ini dibeberkan ke RN (42), kakak EN. 

Baca juga: Perampokan dan Pembunuhan Pengusaha Elpiji di Padang, Polisi Tangkap Satpam dan Asisten Rumah

EN minta saudaranya cari eksekutor perampokan

"EN kemudian menghubungi saudaranya RN untuk mencari orang untuk merampok rumah majikannya," kata Kapolresta Padang, Kombes Imran Amir kepada wartawan, Jumat (5/11/2021) di Mapolresta Padang.

Setelah itu, kata Imran, RN menghubungi tiga pelaku yang bertindak sebagai eksekutor di Sumatera Selatan.

Pada Sabtu (23/10/2021) pelaku yang datang dari Sumatera Selatan kemudian melakukan perampokan dengan dibantu dua pelaku lainnya EN dan RF.

Baca juga: Drama Perampokan Sadis di Rumah Pengusaha Elpiji di Padang, Sekeluarga Disekap, 1 Tewas Ditusuk, Polisi: Pelaku Lebih dari 3 Orang

Satpam RF berpura-pura disekap

Menurut Imran, RF berpura-pura disekap tiga pelaku lainnya yang bertindak sebagai eksekutor.

"Jadi pelaku yang berprofesi sebagai satpam ini berpura-pura disekap. Padahal ikut membantu masuknya tiga eksekutor ke dalam rumah," kata Imran.

Setelah masuk rumah, tiga eksekutor langsung melakukan penyekapan kepada penghuni rumah dan membunuh korban YN.

Baca juga: Kasus Perampokan di Padang, Pengusaha Elpiji Tewas Ditusuk, Mobil hingga Perhiasan Raib

Tiga eksekutor  masih buron

Pelaku berhasil membawa kabur satu unit mobil, perhiasan, kartu ATM yang ditaksir kerugian mencapai Rp 500 juta.

Sebelumnya diberitakan, polisi berhasil meringkus tiga pelaku perampokan dan pembunuhan pengusaha elpiji di Padang, Sumatera Barat.

Tiga pelaku tersebut adalah RF (23) yang merupakan satpam rumah yang bekerja di rumah korban, EN (23) pembantu rumah dan RN (42) saudara dari EN.

"Tiga dari pelaku perampokan dan pembunuhan sudah kita tangkap. Tiga lagi masih buron," kata Kapolresta Padang Kombes Imran Amir kepada wartawan, Jumat (5/11/2021).

Baca juga: Memburu Para Perampok dan Pembunuh Pengusaha Elpiji di Padang

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyebab Kebakaran AEON Mall Sentul City, Korsleting di Ruang Panel

Penyebab Kebakaran AEON Mall Sentul City, Korsleting di Ruang Panel

Regional
Kecelakaan Rapak Balikpapan, Sopir Truk Tronton Jadi Tersangka

Kecelakaan Rapak Balikpapan, Sopir Truk Tronton Jadi Tersangka

Regional
1 Guru Positif Covid-19, PTM SMAN di Klaten Ini Dihentikan Sementara

1 Guru Positif Covid-19, PTM SMAN di Klaten Ini Dihentikan Sementara

Regional
Antisipasi Kecelakaan di Rapak Terulang, Wali Kota Balikpapan Minta Bantuan Gubernur Kaltim Bangun Flyover

Antisipasi Kecelakaan di Rapak Terulang, Wali Kota Balikpapan Minta Bantuan Gubernur Kaltim Bangun Flyover

Regional
AEON Mall Sentul City Terbakar, Pengunjung dan Karyawan Berhamburan Keluar Gedung

AEON Mall Sentul City Terbakar, Pengunjung dan Karyawan Berhamburan Keluar Gedung

Regional
Gubernur Bengkulu Tolak Penghapusan Tenaga Honorer, Pusat Harus Melihat Kebutuhan Daerah

Gubernur Bengkulu Tolak Penghapusan Tenaga Honorer, Pusat Harus Melihat Kebutuhan Daerah

Regional
Pakar Psikologi Politik Solo Sebut Puan dan Ganjar Bisa Pecah Kongsi saat Pilpres 2024

Pakar Psikologi Politik Solo Sebut Puan dan Ganjar Bisa Pecah Kongsi saat Pilpres 2024

Regional
Nekat, Pemuda Ini Transaksi Sabu Senilai Rp 60 Juta di Depan Mapolres Salatiga

Nekat, Pemuda Ini Transaksi Sabu Senilai Rp 60 Juta di Depan Mapolres Salatiga

Regional
Kecelakaan Maut di Balikpapan Tewaskan 4 Orang, Berikut Nama-nama Korban Meninggal

Kecelakaan Maut di Balikpapan Tewaskan 4 Orang, Berikut Nama-nama Korban Meninggal

Regional
9 Warga Jateng Terkonfirmasi Varian Omicron, Ada di Kota Semarang, Cilacap, Pekalongan dan Sukoharjo

9 Warga Jateng Terkonfirmasi Varian Omicron, Ada di Kota Semarang, Cilacap, Pekalongan dan Sukoharjo

Regional
Gibran Rasakan KIPI Usai Vaksin Booster: Semalaman Pegal, Tetap Rapat

Gibran Rasakan KIPI Usai Vaksin Booster: Semalaman Pegal, Tetap Rapat

Regional
'Ada 1 Motor yang Tersangkut Dibawa Truk, Enggak Tahu Korbannya Hidup atau...'

"Ada 1 Motor yang Tersangkut Dibawa Truk, Enggak Tahu Korbannya Hidup atau..."

Regional
Buntut Kecelakan Maut di Balikpapan, Wali Kota Ubah Jam Operasi Truk Tronton

Buntut Kecelakan Maut di Balikpapan, Wali Kota Ubah Jam Operasi Truk Tronton

Regional
Seorang PMI di Malaysia Masuk Kalbar Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Seorang PMI di Malaysia Masuk Kalbar Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Regional
Dikira Meninggal, Pasutri Korban Kecelakaan Rapak Balikpapan Tenyata Dirawat karena Luka Berat

Dikira Meninggal, Pasutri Korban Kecelakaan Rapak Balikpapan Tenyata Dirawat karena Luka Berat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.