Lapuk, Atap Sekolah di Trenggalek Langsung Roboh Diterjang Hujan, Siswa Pindah Belajar ke Musala

Kompas.com - 01/11/2021, 21:27 WIB
Atap gedung SD/SMPN 2 Satu Atap Kecamatan Dongko Trenggalek roboh karena tidak kuat menahan beban guyuran hujan dan angin kencang, Senin (01/11/2021). SLAMET WIDODOAtap gedung SD/SMPN 2 Satu Atap Kecamatan Dongko Trenggalek roboh karena tidak kuat menahan beban guyuran hujan dan angin kencang, Senin (01/11/2021).

TRENGGALEK,KOMPAS.com - Atap SD Negeri Satu Atap 2 di Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, roboh akibat diguyur hujan deras, Senin (1/11/2021).

Hampir setengah atap ruang kelas 3 roboh, sehingga tidak bisa digunakan kegiatan belajar mengajar. 

Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar yang menempati ruang kelas tersebut dilaksanakan di musala.

Baca juga: Tanah Longsor di Trenggalek Terjang Rumah Warga hingga Roboh

Atap sekolah itu roboh pada Minggu (31/10/2021) setelah Kecamatan Dongko diguyur hujan deras disertai angin kencang. 

Namun kondisi atap yang roboh itu baru diketahui pada Senin pagi tadi ketika pegawai masuk sekolah.

Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera yang mendatangi langsung ke lokasi berharap pihak pemerintah kabupaten segera memperbaiki kerusakan ruang kelas agar kegiatan belajar kembali normal.

"Kami bersama-sama mengecek tempat kejadian perkara, supaya tidak terjadi adanya korban jiwa apabila ada kegiatan pembelajaran tatap muka,” ujar Dwiasi di lokasi setelah meninjau kondisi atap sekolah yang roboh, Senin.

Sementara itu Kepala SD/SMP Satu Atap 2 Dongko Suparman menjelaskan, ruang kelas yang roboh tersebut sudah dikosongkan selama satu bulan terakhir.  

Sebab, sebelumnya sudah terlihat beberapa kayu penyangga atap sudah lapuk.

“Ketika sudah kami ketahui ada kayu yang lapuk, ruang kelas tersebut kami kosongkan,” terangnya.

Baca juga: Aturan Penumpang Kereta Api Jarak Jauh di Madiun, Tes PCR Berlaku Maksimal 3x24 Jam

Pihak sekolah sudah berupaya mengajukan perbaikan ke pihak Dinas Pendidikan kabupaten Trenggalek, namun tidak kunjung diperbaiki hingga akhirnya roboh.  

Selain karena kondisi alam, robohnya atap gedung sekolah ini kondisi penyangga atap sudah lapuk sejak lama.

“Sudah kami ajukan perbaikan, dan rencananya akan dianggarkan pada tahun ini (2021),” ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Komik Pertama di Indonesia, Sudah Terbit Sebelum Kemerdekaan

Ini Komik Pertama di Indonesia, Sudah Terbit Sebelum Kemerdekaan

Regional
Sempat Digeruduk Massa, Guru Ngaji yang Diduga Cabuli Muridnya Ditangkap

Sempat Digeruduk Massa, Guru Ngaji yang Diduga Cabuli Muridnya Ditangkap

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Januari 2022

Regional
Anggota Kodam Pattimura yang Terlibat Kasus Penipuan Rp 1 M Jadi Tersangka

Anggota Kodam Pattimura yang Terlibat Kasus Penipuan Rp 1 M Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Januari 2022

Regional
Kasus Suap Muba, Saksi Sebut Bupati hingga Polisi Kecipratan Fee Proyek

Kasus Suap Muba, Saksi Sebut Bupati hingga Polisi Kecipratan Fee Proyek

Regional
Kasus Omicron Melonjak di Banten, Ini Pesan Wapres untuk Warga Tangerang Raya

Kasus Omicron Melonjak di Banten, Ini Pesan Wapres untuk Warga Tangerang Raya

Regional
Curi Besi Rongsok 3 Meter, Pencuri Ini Justru Diberi Sembako oleh Kapolsek

Curi Besi Rongsok 3 Meter, Pencuri Ini Justru Diberi Sembako oleh Kapolsek

Regional
Kasus DBD di Manggarai Barat Naik Tajam di Awal Tahun, Ada 116 Kasus

Kasus DBD di Manggarai Barat Naik Tajam di Awal Tahun, Ada 116 Kasus

Regional
Mengaku Dibegal, Pria Ini Ternyata Bawa Kabur Uang Perusahaan untuk Bayar Utang Judi

Mengaku Dibegal, Pria Ini Ternyata Bawa Kabur Uang Perusahaan untuk Bayar Utang Judi

Regional
Korupsi Dana Hibah Ponpes, 2 Eks Pejabat Pemprov Banten Divonis 4 Tahun 4 Bulan Penjara

Korupsi Dana Hibah Ponpes, 2 Eks Pejabat Pemprov Banten Divonis 4 Tahun 4 Bulan Penjara

Regional
Jembatan Putus, Akses Menuju Sekolah dan Pantai di Sikka NTT Tak Bisa Dilewati

Jembatan Putus, Akses Menuju Sekolah dan Pantai di Sikka NTT Tak Bisa Dilewati

Regional
Modus Bertamu Tengah Malam, 2 Pria di Banyuasin Rampok dan Perkosa Seorang Nenek

Modus Bertamu Tengah Malam, 2 Pria di Banyuasin Rampok dan Perkosa Seorang Nenek

Regional
Kasus Korupsi ADD, Kepala Desa di Seram Timur Dituntut 5 Tahun Penjara

Kasus Korupsi ADD, Kepala Desa di Seram Timur Dituntut 5 Tahun Penjara

Regional
Kisruh Kadin Sumbar Berlanjut, Ketua Umum Diultimatum Cabut SK Pusat

Kisruh Kadin Sumbar Berlanjut, Ketua Umum Diultimatum Cabut SK Pusat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.