Kompas.com - 01/11/2021, 14:25 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Polisi segera menetapkan tersangka terkait meninggalnya mahasiswa Universitas Sebelas Maret Solo (UNS) Gilang Endi Saputra (21) saat mengikuti Diklatsar Menwa Pra Gladi Patria XXXVI Resimen Mahasiswa (Menwa).

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, gelar perkara penetapan tersangka akan dilakukan setelah polisi meminta keterangan dari ahli.

Ahli yang dimaksudkan adalah tim kedokteran forensik yang mengotopsi jenazah Gilang.

"Mungkin nantinya akan digelar untuk penetapan tersangka. Setelah kami lihat ada hal-hal yang perlu kita tambahi terkait pemenuhan alat bukti yaitu 184 KUHAP yang saat ini sudah ada namun perlu pendalaman," kata Djuhandhani usai melakukan asistensi di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Senin (1/11/2021).

Baca juga: Mahasiswa UNS Meninggal Saat Diklat Menwa, Pimpinan DPR: Kegiatan Orientasi Seperti Itu Hendaknya Ditiadakan

"Kalau kita ketahui kemarin disampaikan sudah ada visum, tapi kita perlu pendalaman. Pendalamannya apa tentu saja kita perlu pemeriksaan ahli berkaitan dengan penyebab kematian," sambungnya.

Menurut dia, perlu ada pembuktian terkait dengan meninggalnya korban setelah ditemukan ada dugaan tindak pidana.

Pembuktian tersebut dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan saksi ahli dari tim kedokteran forensik.

"Itu harus dibuktikan secara yuridis, yaitu dengan alat bukti visum. Visumnya sudah ada. Yang bisa membaca visum itu kan ahli," kata dia.

Baca juga: Kasus Mahasiswa UNS Meninggal Saat Diklatsar Menwa, Polisi Akan Periksa Saksi Ahli

"Setelah itu, tentu saja sesuai dengan Perkap kita segera melaksanakan gelar perkara. Kira-kira yang berkaitan dengan pelaku, dan lain sebagainya nanti akan diputuskan dalam gelar perkara," sambung dia.

 

Sebelumnya, Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan telah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memberikan perlindungan kepada saksi maupun korban dalam kasus ini.

"Hari Selasa tim dari LPSK dari Jakarta akan melakukan assessment terkait dengan kasus ini," terangnya.

Baca juga: Mahasiswa UNS Meninggal Saat Diklat Menwa, Pimpinan DPR: Kegiatan Orientasi Seperti Itu Hendaknya Ditiadakan

Sampai dengan saat ini jumlah saksi yang sudah diperiksa ada sebanyak 25 orang. Mereka terdiri dari panitia diklatsar, peserta, dosen dan orangtua korban.

Polisi juga telah mengamankan barang bukti terkait kasus dugaan kekerasan antara lain pakaian korban yang dipakai dalam diklatsar, senjata replika, helm dan barang bukti elektronik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Korupsi Pembangunan Ruang Kelas Baru Rp 1,2 M, Eks Pejabat Disdik Alor Ditahan

Diduga Korupsi Pembangunan Ruang Kelas Baru Rp 1,2 M, Eks Pejabat Disdik Alor Ditahan

Regional
Soal PeduliLindungi untuk Beli Minyak Goreng, Ridwan Kamil: Kita Laksanakan dan Kirim Evaluasi

Soal PeduliLindungi untuk Beli Minyak Goreng, Ridwan Kamil: Kita Laksanakan dan Kirim Evaluasi

Regional
Takut Kehilangan Pembeli karena Syarat PeduliLindungi, Pedagang Minyak Goreng Curah: Bisa-bisa Lari Semua

Takut Kehilangan Pembeli karena Syarat PeduliLindungi, Pedagang Minyak Goreng Curah: Bisa-bisa Lari Semua

Regional
Tumpahan Minyak di Perairan Cilacap Timbulkan Bau Menyengat

Tumpahan Minyak di Perairan Cilacap Timbulkan Bau Menyengat

Regional
Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Pedagang Gorengan: Saya Tak Tahu Bagaimana Cara Bukanya

Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Pedagang Gorengan: Saya Tak Tahu Bagaimana Cara Bukanya

Regional
Ini Tanggapan Pria yang Digugat Pacarnya Rp 1,4 Miliar karena Tak Dinikahi

Ini Tanggapan Pria yang Digugat Pacarnya Rp 1,4 Miliar karena Tak Dinikahi

Regional
Bayi Hasil Aborsi Meninggal, Sepasang Kekasih di Bengkulu Ditetapkan Tersangka

Bayi Hasil Aborsi Meninggal, Sepasang Kekasih di Bengkulu Ditetapkan Tersangka

Regional
Viral Video Polisi Selingkuh dengan Selebgram di Jambi, Digerebek Istri yang Berprofesi Polwan

Viral Video Polisi Selingkuh dengan Selebgram di Jambi, Digerebek Istri yang Berprofesi Polwan

Regional
Nasabah Korban Pencurian Uang oleh Pegawai Bank Riau-Kepri Bertambah Jadi 101 Orang

Nasabah Korban Pencurian Uang oleh Pegawai Bank Riau-Kepri Bertambah Jadi 101 Orang

Regional
Motif Pembunuhan Pemilik Toko Ban, Sakit Hati Korban Sebut Nama Orangtua Pelaku

Motif Pembunuhan Pemilik Toko Ban, Sakit Hati Korban Sebut Nama Orangtua Pelaku

Regional
Orangtua Murid Geruduk Kantor Gubernur Papua Barat soal PPDB, Tawarkan Sekolah Pagi dan Siang

Orangtua Murid Geruduk Kantor Gubernur Papua Barat soal PPDB, Tawarkan Sekolah Pagi dan Siang

Regional
Satu Wisatawan yang Tenggelam di Perairan Taman Nasional Komodo Ditemukan

Satu Wisatawan yang Tenggelam di Perairan Taman Nasional Komodo Ditemukan

Regional
Tanggapan Disdikbud Banten soal Surat 'Titip' Siswa dari Wali Kota Serang

Tanggapan Disdikbud Banten soal Surat "Titip" Siswa dari Wali Kota Serang

Regional
Air Laut di Cilacap Berubah Jadi Hitam, Ini Penyebabnya

Air Laut di Cilacap Berubah Jadi Hitam, Ini Penyebabnya

Regional
Alasan Wali Kota Serang Buat Surat 'Titip' Siswa di PPDB Banten

Alasan Wali Kota Serang Buat Surat "Titip" Siswa di PPDB Banten

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.