Asal-usul Warga Baduy di Pedalaman Banten, dari Kerajaan Pajajaran hingga Disebut Mirip Orang Timur Tengah

Kompas.com - 31/10/2021, 15:05 WIB

LEBAK, KOMPAS.com - Masyarakat Suku Baduy mendiami satu wilayah di kawasan Pegunungan Kendeng, di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Seluruh wilayahnya masuk ke dalam administratif Desa Kanekes.

Karena hal tersebut, orang Baduy juga disebut orang Kanekes.

Baca juga: Kisah Mulyono, Belasan Tahun Ajari Anak-anak Baduy Membaca, Jadi Segelintir Warga Kanekes yang Kuliah

Banyak versi asal-usul yang menyebut dari mana warga Baduy berasal.

Namun, paling terkenal adalah kisah warga Baduy merupakan keturunan Kerajaan Pajajaran yang mengasingkan diri ke wilayah Pegunungan Kendeng di Banten Tengah pada abad ke-12.

Bagaimana orang-orang dari Kerajaan Pajajaran mengasingkan diri ke wilayah yang kini dihuni warga Baduy sekarang, ditulis oleh Djoewisno dalam bukunya berjudul Potret Kehidupan Masyarakat Baduy terbitan tahun 1987.

Baca juga: Mengenal Selam Sunda Wiwitan, Kepercayaan dan Tradisi Leluhur Suku Baduy

Dalam bukunya itu, Djoewisno menyebut awal mula pengasingan terjadi saat wilayah Banten dikuasai oleh Sunan Gunung Jati yang membawa misi menyebarkan agama Islam.

Sejumlah orang yang dipimpin oleh Prabu Pucuk Umun memilih melarikan diri ke arah selatan Pulau Jawa (Banten), meninggalkan istana kerajaan mereka yang disebut Megah.

Dalam pelariannya selama berhari-hari, rombongan itu kemudian tiba di hulu Sungai Ciujung di jantung Pegunungan Kendeng.

Tempat itu kini disebut sebagai Panembahan Arca Domas atau Petak 13.

"Lokasi ini merupakan daerah terlarang di samping merupakan kawasan tertutup yang sangat rahasia bagi siapa saja," tulis Djoewisno dalam bukunya.

Sementara pengamat budaya Baduy, Uday Suhada mengatakan, ada versi lain yang juga diyakini oleh masyarakat Baduy terkait asal-usulnya.

Dalam kepercayaan Suku Baduy, mereka meyakini nenek moyang warga Baduy sudah ribuan tahun tinggal di wilayah Kaolotan secara turun-temurun.

Adapun mereka meyakini keturunan dari Batara Cikal, salah satu dari tujuh dewa atau batara yang diutus ke bumi.

Asal-usul tersebut sering pula dihubungkan dengan Nabi Adam sebagai nenek moyang pertama.

"Mereka percaya jika Nabi Adam turun di wilayahnya," kata Uday.

Suku Baduy Dalam melintas di Kampung Kaduketug, Desa Kanekes, Lebak, Banten, Selasa (1/3/2016).KRISTIANTO PURNOMO Suku Baduy Dalam melintas di Kampung Kaduketug, Desa Kanekes, Lebak, Banten, Selasa (1/3/2016).

Tentang penamaan nama Baduy

Selain asal-usulnya, penamaan Baduy juga terdapat beberapa versi yang menjelaskan.

Dalam dongeng yang muncul di kalangan masyarakat Banten sendiri, nama Baduy dipercaya berasal dari sungai yang mengalir di sana bernama Cibaduy.

Ada juga yang mengatakan kalau Baduy berasal dari kata Baduyut karena pemukiman tempat mereka tinggal banyak tumbuh Pohon Baduyut, sejenis pohon beringin.

Namun dalam budaya populer, kata Baduy dikisahkan pertama kali muncul oleh penjajah Belanda yang menganggap warga Baduy mirip dengan orang Badui dari Timur Tengah.

Baca juga: Baju Adatnya Dipakai Presiden Jokowi, Orang Baduy Pernah Dikira Berasal dari Timur Tengah

Kekinian nama Badui kemudian berubah menjadi Baduy.

"Memang saat penjajahan Belanda, orang Kanekes sudah bepergian ke Batavia (Jakarta) untuk berjualan madu dengan jalan kaki tanpa alas kaki, sehingga dianggap mirip orang Badui di Timur Tengah," kata Uday.

Saat ini warga Suku Baduy mendiami wilayah tanah ulayat seluas 5.130,8 hektar.

Mereka terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam.

Berdasarkan data dari Desa Kanekes, jumlah penduduk Baduy kini mencapai sebanyak 11.700 warga di Baduy Luar dan 1.500 warga di Baduy Dalam.

Mereka mendiami 65 kampung dan tiga kampung di Baduy Dalam yakni Cikeusik, Cikertawana dan Cibeo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marak Kejahatan Jalanan, 210 Personel PRC Brimob Polri Dikirim ke Kendari

Marak Kejahatan Jalanan, 210 Personel PRC Brimob Polri Dikirim ke Kendari

Regional
Polisi Tembak Kaki Pencuri Motor di Bima karena Kabur Saat Akan Ditangkap

Polisi Tembak Kaki Pencuri Motor di Bima karena Kabur Saat Akan Ditangkap

Regional
4 Ternak Idul Adha dari Luar Daerah Positif PMK, Serang Buat Satgas Penanganan PMK

4 Ternak Idul Adha dari Luar Daerah Positif PMK, Serang Buat Satgas Penanganan PMK

Regional
Video Pelajar Mesum Viral, Bilik Warung di Pantai Muarareja Tegal Ditertibkan

Video Pelajar Mesum Viral, Bilik Warung di Pantai Muarareja Tegal Ditertibkan

Regional
Polisi Amankan 1 Kilogram Ganja dalam Pengungkapan di Bandara Sentani Jayapura

Polisi Amankan 1 Kilogram Ganja dalam Pengungkapan di Bandara Sentani Jayapura

Regional
Penampakan Persiapan Jelang Pernikahan Adik Jokowi dan Ketua MK, Pengaman Venue dan Dekorasi Mulai Terlihat

Penampakan Persiapan Jelang Pernikahan Adik Jokowi dan Ketua MK, Pengaman Venue dan Dekorasi Mulai Terlihat

Regional
Oknum Polisi Penganiaya Anak di Baubau Disanksi Pindah Tugas

Oknum Polisi Penganiaya Anak di Baubau Disanksi Pindah Tugas

Regional
Bus Prona Ngebut Tabrak Scoopy hingga Terguling, 7 Orang Terluka

Bus Prona Ngebut Tabrak Scoopy hingga Terguling, 7 Orang Terluka

Regional
Polisi: Ganja yang Ditemukan di Bandara Sentani Dibawa dari Perbatasan Keerom Papua

Polisi: Ganja yang Ditemukan di Bandara Sentani Dibawa dari Perbatasan Keerom Papua

Regional
Kronologi Terbongkarnya Pria Setubuhi Siswi SD hingga Hamil 6 Bulan, Berawal Korban Keluhkan Sakit Perut ke Orangtuanya

Kronologi Terbongkarnya Pria Setubuhi Siswi SD hingga Hamil 6 Bulan, Berawal Korban Keluhkan Sakit Perut ke Orangtuanya

Regional
Ini Jadwal Sidang Perdana Sepasang Oknum Polisi Blora yang Gelapkan Uang Negara Rp 3 Miliar

Ini Jadwal Sidang Perdana Sepasang Oknum Polisi Blora yang Gelapkan Uang Negara Rp 3 Miliar

Regional
Terendam Banjir Rob, Ratusan Siswa SMKN 1 Sayung Belajar Daring

Terendam Banjir Rob, Ratusan Siswa SMKN 1 Sayung Belajar Daring

Regional
WNA Bulgaria Bobol Uang Nasabah dengan VIP Card, Polisi: Modus Cukup Canggih

WNA Bulgaria Bobol Uang Nasabah dengan VIP Card, Polisi: Modus Cukup Canggih

Regional
Polisi Amankan Pria Bawa 20 Bungkus Ganja di Bandara Sentani Jayapura

Polisi Amankan Pria Bawa 20 Bungkus Ganja di Bandara Sentani Jayapura

Regional
Pesisir Barat Gempa Magnitudo 5,1 BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami

Pesisir Barat Gempa Magnitudo 5,1 BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.