Kasus Raibnya Uang Rp 427 Juta Milik Peternak di Blitar, Polisi Sulit Identifikasi 2 Pria Mencurigakan yang Terekam CCTV

Kompas.com - 29/10/2021, 18:29 WIB

BLITAR, KOMPAS.com - Polisi telah memeriksa tiga rekaman kamera pengawas atau CCTV guna mengungkap kasus pencurian uang tunai Rp 427 juta milik Suprapto, peternak sapi perah asal Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Uang tunai hasil penjualan puluhan ribu liter susu milik sekitar 200 peternak sapi perah itu diduga diambil oleh pencuri dari dalam kabin mobil milik Suprapto pada Senin siang (25/10/2021) saat dirinya sedang mengganti ban mobil yang kempis.

Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Ardyan Yudho Setyantono mengatakan, dua pria mencurigakan tertangkap kamera CCTV yang rekamannya telah diperiksa polisi.

"Ada dua pria mencurigakan tertangkap kamera CCTV di sekitar kantor Bank BCA Wlingi dan sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat pencurian," kata Yudho kepada Kompas.com, Jumat (29/10/2021).

Baca juga: Uang Rp 427 Juta yang Raib di Blitar, Ternyata Hasil Penjualan Susu Milik 200 Peternak Sapi Perah

Dua pria tersebut, kata Yudho, terlihat mondari-mandir di sekitar mobil Panther milik Suprapto.

Pada segmen lain dalam rekaman CCTV yang diperiksa polisi, lanjut Yudho, dua pria itu terlihat berboncengan mengendarai satu sepeda motor.

Meski sudah mencurigai pelaku, ujarnya, polisi belum dapat mengidentifikasi nomor polisi dari sepeda motor yang digunakan kedua pria mencurigakan tersebut.

"Rekaman CCTV yang mengarah ke pelat nomor kendaraan orang yang kita curigai, sayangnya, kualitas gambarnya rendah," kata dia.

Menurut Yudo, pihaknya akan menyisir lagi kamera CCTV di radius yang lebih luas demi mendapatkan pelat nomor kendaraan dan ciri-ciri kedua orang yang dimaksud.

"Kita akan coba pastikan dulu ke mana arah pelaku setelah berhasil mengambil uang dari mobil korban. Dari sana kita akan sisir lagi kamera CCTV yang ada," jelasnya.

Baca juga: Kronologi Uang Rp 427 Juta Milik Peternak di Blitar Dicuri, Korban Sempat Dengar Pintu Mobil Ditutup

Modus Kempis Ban

Selain kualitas kamera CCTV yang rendah, polisi juga kesulitan mencari pelaku lantaran tidak ada satu orang saksi pun yang mengetahui ciri-ciri pelaku, bahkan korban sekali pun.

Menurutnya, pihaknya dapat memaklumi jika korban mengaku sama sekali tidak melihat ciri-ciri pelaku bahkan tidak sempat melihat sosoknya.

"Saya kira wajar korban tidak melihat pelaku sama sekali karena sedang fokus pada ban mobil yang kempis," kata dia.

Polisi memeriksa lokasi kejadian pencurian uang tunai Rp 427 juta dari mobil milik Suprapto di depan Pasar Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin (25/10/2021)Dok. Polres Blitar Polisi memeriksa lokasi kejadian pencurian uang tunai Rp 427 juta dari mobil milik Suprapto di depan Pasar Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin (25/10/2021)

Terkait modus pencurian, kata dia, pihaknya memastikan bahwa pelaku menggunakan paku yang dimodifikasi agar dapat membuat kempis ban meskipun telah menggunakan ban tubeless.

"Modus kempis ban ini memang pencurian yang cukup banyak terjadi pada tindak kriminal pencurian barang yang ada di dalam mobil," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Suprapto (70), warga Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar kehilangan uang Rp 427 juta yang baru saja dia ambil dari sebuah bank di Kecamatan Wlingi pada Senin siang.

Baca juga: Kalapas Blitar Sebut Pelemparan Sabu sebagai Upaya Bandar Narkoba Tembus Keamanan Lapas

Uang yang dimasukkan ke sebuah tas ransel yang diletakkan di bawah jok mobil itu adalah uang penjualan susu dari sekitar 200 peternak sapi perah di Kecamatan Gandusari.

Dalam perjalanan pulang sekitar 1 kilometer dari bank tersebut, ban mobil bagian belakang kempis.

Ketika keduanya sedang mengganti ban, terdengar suara pintu mobil menutup.

Suprapto lantas memeriksa bagian dalam mobilnya dan mendapati tas beserta uang di dalamnya sudah hilang. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Dugaan Pemerasan, Saksi Ahli Sebut Eks Pejabat Bea Cukai Bandara Soetta Tidak Bersalah

Kasus Dugaan Pemerasan, Saksi Ahli Sebut Eks Pejabat Bea Cukai Bandara Soetta Tidak Bersalah

Regional
Gempa M 6,2 Guncang Nias Selatan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 6,2 Guncang Nias Selatan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Pantai Ngurbloat, Disebut Memiliki Pasir Putih Terhalus di Dunia

Pantai Ngurbloat, Disebut Memiliki Pasir Putih Terhalus di Dunia

Regional
Dituntut 20 Tahun Penjara, Alex Noerdin: Saya Tidak Menyangka, Begitu Kejamnya Tuntutan Ini

Dituntut 20 Tahun Penjara, Alex Noerdin: Saya Tidak Menyangka, Begitu Kejamnya Tuntutan Ini

Regional
123 Calon Haji Lansia di Lombok Tengah Gagal Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini

123 Calon Haji Lansia di Lombok Tengah Gagal Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini

Regional
Salah Tembak ke Petani, Pemburu Babi Hutan di Banjarnegara Ditangkap Polisi

Salah Tembak ke Petani, Pemburu Babi Hutan di Banjarnegara Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Mei 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Mei 2022

Regional
UPDATE Covid-19 di Kaltim, Kalteng, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Mei 2022

UPDATE Covid-19 di Kaltim, Kalteng, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Mei 2022

Regional
Terlibat Dua Kasus Korupsi, Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Dituntut 20 Tahun Penjara

Terlibat Dua Kasus Korupsi, Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Dituntut 20 Tahun Penjara

Regional
Gempa M 3,6 Guncang Bima dan Dompu, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 3,6 Guncang Bima dan Dompu, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
30 Ekor Sapi Terpapar PMK di Bandung Barat, Pemda: Penjual Hewan Ada yang Tak Turuti Aturan

30 Ekor Sapi Terpapar PMK di Bandung Barat, Pemda: Penjual Hewan Ada yang Tak Turuti Aturan

Regional
Senggol Alat Berat yang Parkir di Panggir Jalan, Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk

Senggol Alat Berat yang Parkir di Panggir Jalan, Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk

Regional
Penyelesaian Konflik di Pulau Heruku, Kapolda Maluku: Utamakan Dialog Secara Damai

Penyelesaian Konflik di Pulau Heruku, Kapolda Maluku: Utamakan Dialog Secara Damai

Regional
Flora Wisata San Terra Malang: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Flora Wisata San Terra Malang: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Regional
Ketua MK Sebut Dirinya dan Adik Jokowi Pasangan Fenomenal, Pengantin Senior Jiwa Muda

Ketua MK Sebut Dirinya dan Adik Jokowi Pasangan Fenomenal, Pengantin Senior Jiwa Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.