Anak Mantan Ketua DPRD Surabaya Jadi Terdakwa Jual Beli Plasma Konvalesen, Sang Ayah Terjerat Kasus Korupsi

Kompas.com - 29/10/2021, 05:52 WIB
Ilustrasi plasma konvalesen ShutterstockIlustrasi plasma konvalesen

SURABAYA, KOMPAS.com- Seorang mantan pegawai kantor pelayanan Palang Merah Indonesia (PMI) di Surabaya bernama Yogi Agung Prima Wardhana menjadi terdakwa kasus jual beli plasma konvalesen.

Yogi rupanya ialah putra mantan Ketua DPRD Surabaya Wisnu Wardhana yang kini menjalani masa tahanan karena kasus korupsi.

"Betul, klien sata putra mantan Ketua DPRD Surabaya," kata kuasa hukum Yogi Agung, Ucok Jummy Lamhot, Kamis (28/10/2021).

Baca juga: Bantah Oknum Pegawai PMI Surabaya Jual Beli Plasma Konvalesen, Kuasa Hukum: Itu Bentuk Ucapan Terima Kasih Pasien

Sang ayah terlibat kasus korupsi

Ilustrasi penjara.. Ilustrasi penjara.

Wisnu Wardhana yang merupakan Ketua DPRD Surabaya periode 2009-2014 kini masih menjalani masa tahanan.

Anggota dari fraksi Partai Demokrat itu ditahan karena kasus korupsi pelepasan dua aset tanah dan bangunan milik PT PWU Jatim di Tulungagung dan Kediri pada tahun 2013.

Kasus itu merupakan rentetan kasus yang sempat memenjarakan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Ketika itu, Wisnu menjabat sebagai manajer aset.

Baca juga: Terdakwa Kasus Jual Beli Plasma Konvalesen Ternyata Anak Mantan Ketua DPRD Surabaya

Terlibat kasus jual beli plasma konvalesen

Sedangkan putra Wisnu, Yogi Agung Prima Wardhana kini menjadi terdakwa dalam jual beli plasma konvalesen pada keluarga pasien Covid-19.

Yogi yang saat itu berstatus pegawai PMI Surabaya didakwa melanggar Pasal 195 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

Dalam dakwaan itu, Yogi dibantu dua rekannya yang bernama Bernadya Anisah Krismaningtyas dan Mohammad Yusuf Efendi.

Baca juga: Berlinang Air Mata, Terdakwa Pencemaran Nama Baik Klinik Kecantikan di Surabaya: Muka Saya Hancur Total

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.