Kasus Pembunuhan Wartawan Marsal Harahap, Pelaku Kesal Sering Diberitakan Negatif oleh Korban

Kompas.com - 28/10/2021, 19:34 WIB
Foto: Suasana persidangan perdana kasus pembunuhan Mara Salem Harahap alias Marsal di Pengadilan Negeri Simalungun di Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Kamis (28/10/2021). KOMPAS.COM/TEGUH PRIBADIFoto: Suasana persidangan perdana kasus pembunuhan Mara Salem Harahap alias Marsal di Pengadilan Negeri Simalungun di Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Kamis (28/10/2021).

SIMALUNGUN, KOMPAS.com - Sidang perdana kasus pembunuhan wartawan sekaligus pemilik media online Lassernews.com, Mara Salem Harahap alias Marsal Harahap, digelar di Pengadilan Negeri Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (28/10/2021) pukul 11.30 WIB.

Persidangan dipimpin oleh Hakim Ketua Vera Yetti Magdalena, serta hakim anggota Mince S Ginting dan Aries Kata Ginting.

Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat Pemred di Sumut, Berawal dari Suara Alarm Mobil, Ada Luka Tembak di Selangkangan

Dua terdakwa yakni Sudjito (57) dan Yudi Fernando Pangaribuan (31) disidang secara virtual dengan agenda dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Firmansyah.

Baca juga: 4 Oknum Anggota TNI Terlibat Pembunuhan Wartawan di Sumut, 1 Jadi Eksekutor, 3 Penyedia Senjata

 

Kedua pelaku didakwa dengan dua surat dakwaan.

Baca juga: Kasus Penembakan Wartawan di Simalungun, Polda Koordinasi dengan TNI

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU, dijelaskan bahwa Sudjito (57), pemilik usaha KTV Ferrari kesal dengan pemberitaan negatif di media  online Lassernews.com milik Marsal.

“Meski Marsal sudah diberi jatah Rp 1 juta per bulan, namun tetap ia memberitakan berita negatif.” kata Firmansyah saat membacakan dakwaan.

Meskipun Sudjito melalui Yudi juga sudah memberi tawaran kepada Marsal menjadi Rp 2,5 juta per bulan, tapi Marsal menolak karena korban meminta jatah Rp 12 Juta setiap bulan,

Rinciannya, setiap hari Marsal menerima dua butir pil ekstasi yang dirupiahkan Rp 200.000 per butirnya.

Permintaan Marsal itu membuat Sudjito semakin kesal dan memerintahkan agar Marsal dibunuh atau "dibedil".

Sudjito menyuruh Yudi untuk menghubungi Awaluddin yang merupakan bagian keamanan di KTV Ferrari dengan imbalan Rp 30 Juta.

Untuk diketahui, Awaluddin yang merupakan anggota TNI AD Batalyon Infanteri 122 Tombak Sakti, dalam kasus ini berstatus tersangka dan telah meninggal dunia sesuai Surat Keterangan Kematian No: 171/SKK/IX/2021 tanggal 13 September 2021 dari Rumah Sakit Tingkat II 01.05.01 Putri Hijau Medan.

Adapun Awaluddin membeli senjata dari Dani Effendi yang juga anggota TNI yang disidangkan sebagai terdakwa di Pengadilan Militer.

 

Awaluddin membeli senjata tersebut seharga Rp 15 juta dan uang pembelian senjata ditransfer terdakwa Sudjito lewat bank.

Setelah memperoleh senjata api, Awaluddin disaksikan Yudi melakukan uji coba senjata api di KTV Ferrari, Jumat (18/6/2021), pukul 22.00 WIB.

Keduanya kemudian berboncengan mengendarai sepeda motor menuju lokasi rumah Marsal.

Saat itu Yudi membonceng Awaluddin yang membawa senjata diselipkan di pinggang.

Awaluddin dan Yudi mengeksekusi Marsal pada Jumat pukul 23.30 WIB di Jalan Wibawa Atas Huta VII, Nagori Karang Anyer, Kabupaten Simalungun, sekitar 300 meter dari rumah korban

Korban ditemukan dengan luka tembak pada paha kiri atas dan tewas dalam perjalanan ke Rumah Sakit Vita Insani Kota Pematangsiantar.

“Mendapatkan informasi dari Yudi dan Awal bahwa Marsal sudah mati, Sudjito merasa takut. Handphone milik Sudjito dan Yudi dibuang untuk menghilangkan barang bukti lalu memberikan sejumlah uang kepada Yudi dan Awal untuk menenangkan diri di Medan,” kata Firmansyah.

Senjata api Colt Pabrikan United State Properti Mode M1911 A1 US Army Nomor: N222501621295 disimpan di lokasi pemakaman ayah Yudi di Jalan Rakutta Sembiring, Gang Tenang, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar.

Dalam kasus itu, Sudjito didakwa melanggar Pasal 340 jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHPidana, Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHPidana, Pasal 353 ayat (3) jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHPidana.

Kemudian melanggar pasal 340 jo Pasal 56 ke-2 KUHPidana, Pasal 338 jo Pasal 56 ke-2 KUHPidana dan Pasal 353 ayat (3) jo Pasal 56 ke-2 KUHPidana

Sementara Yudi Fernando Pangaribuan melanggar Pasal 340 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, Pasal 353 ayat (3) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Yudi juga dikenakan Pasal 340 jo Pasal 56 ke-1 KUHPidana, Pasal 338 jo Pasal 56 ke-1 KUHPidana dan Pasal 353 ayat (3) jo Pasal 56 ke-1 KUHPidana.

Setelah JPU membacakan dakwaan, Hakim Ketua meminta pendapat dari kuasa hukum masing masing terdakwa.

Pada kesempatan itu, kuasa hukum Yudi, Marihot F Sinaga mengajukan eksepsi atas dakwaan jaksa.

Hakim Ketua Vera Yetti Magdalena memutuskan untuk melanjutkan persidangan selanjutnya yang digelar pada 4 November 2021 dengan agenda eksepsi.

 

Sementara dalam perkara Sudjito dilanjutkan pembacaan putusan Sela perkara Yudi, dengan agenda keterangan saksi yang dijadwalkan pada 24 November 2021.

Tak berniat membunuh

Ditemui terpisah, Marihot F Sinaga, mengatakan alasan pihaknya mengajukan eksepsi karena ada kesalahan terhadap dakwaan JPU.

“Kita mengajukan eksepsi karena kita keberatan terhadap dakwaan JPU, karena kita anggap ada yang tidak tepat,” kata Marihot.

Ia mengatakan, kliennya Yudi tidak berniat untuk membunuh, tapi hanya ingin melakukan penganiayaan.

“Dia (Yudi) tidak ada niat untuk membunuh, hanya memberi pelajaran saja. Namun, nahas korban meninggal dunia. Jadi kita keberatan dan mengajukan eksepsi,” kata Marihot.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 22 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 22 Januari 2022

Regional
Peluncuran Buku 'Sultan Agung dalam Goresan S Sudjojono': Kumpulan Catatan 38 Sketsa Studi Sejarah Perjalanan Lahirnya Masterpiece

Peluncuran Buku "Sultan Agung dalam Goresan S Sudjojono": Kumpulan Catatan 38 Sketsa Studi Sejarah Perjalanan Lahirnya Masterpiece

Regional
Bayi Baru Lahir Ditemukan Tergeletak di Samping Kamar Mandi Warga di Kupang

Bayi Baru Lahir Ditemukan Tergeletak di Samping Kamar Mandi Warga di Kupang

Regional
Bermula dari Tersinggung Ditatap, Siswi SMP di Minahasa Utara Aniaya Sesama Pelajar

Bermula dari Tersinggung Ditatap, Siswi SMP di Minahasa Utara Aniaya Sesama Pelajar

Regional
Kasus Suap Istri Bandar Narkoba, Eks Kapolrestabes Medan Sumbang Uang Rp 7 Juta untuk Beli Motor Hadiah Babinsa

Kasus Suap Istri Bandar Narkoba, Eks Kapolrestabes Medan Sumbang Uang Rp 7 Juta untuk Beli Motor Hadiah Babinsa

Regional
Rekam Mahasiswi Mandi, Mahasiswa di Minahasa Jadi Tersangka

Rekam Mahasiswi Mandi, Mahasiswa di Minahasa Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 Januari 2022

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 22 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 22 Januari 2022

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 22 Januari 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 22 Januari 2022

Regional
Situasi Terkini Pasca-gempa Magnitudo 6,0, 11 Kali Gempa Susulan, 9 Bangunan Rusak, 1 Korban Luka

Situasi Terkini Pasca-gempa Magnitudo 6,0, 11 Kali Gempa Susulan, 9 Bangunan Rusak, 1 Korban Luka

Regional
Uang Rp 1,15 Miliar Dikembalikan, Istri Bandar Narkoba Cabut Laporan Terhadap Anggota Polrestabes Medan

Uang Rp 1,15 Miliar Dikembalikan, Istri Bandar Narkoba Cabut Laporan Terhadap Anggota Polrestabes Medan

Regional
Kepala Baitul Mal Ditangkap karena Perkosa Santri di Aceh Tenggara

Kepala Baitul Mal Ditangkap karena Perkosa Santri di Aceh Tenggara

Regional
Cerita Sopir Angkot Selamat Saat Kecelakaan Rapak Balikpapan, Mobil Berputar dan Terlempar 10 Meter

Cerita Sopir Angkot Selamat Saat Kecelakaan Rapak Balikpapan, Mobil Berputar dan Terlempar 10 Meter

Regional
Hampiri Orang yang Berkata Kasar, Bocah SD di Sukabumi Malah Dikeroyok

Hampiri Orang yang Berkata Kasar, Bocah SD di Sukabumi Malah Dikeroyok

Regional
Kasusnya Akan Disidangkan, Sopir Vanessa Angel Masuk Lapas Jombang

Kasusnya Akan Disidangkan, Sopir Vanessa Angel Masuk Lapas Jombang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.