Rugikan Negara Rp 50 Miliar, Kades di Bandung Ditetapkan Tersangka Korupsi Aset Tanah Desa

Kompas.com - 28/10/2021, 18:47 WIB
Polisi tengah memboyong kepala desa Cikole dan mantan kepala desa Cibogo Lembang yang melakukan korupsi aset lahan desa dengan kerugian Rp. 50 miliar lebih, Kamis (28/10/2021). KOMPAS.COM/AGIE PERMADIPolisi tengah memboyong kepala desa Cikole dan mantan kepala desa Cibogo Lembang yang melakukan korupsi aset lahan desa dengan kerugian Rp. 50 miliar lebih, Kamis (28/10/2021).

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi berhasil mengungkap tindak pidana korupsi yang dilakukan kepala desa dan mantan kepala desa di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat (Jabar).

Keduanya diketahui menyalahgunakan wewenang dengan cara memindah tangankan atau melakukan penghapusan aset tanah kas Desa Cikole seluas kurang lebih 8 hektar.

Adapun kerugian yang diakibatkan mencapai Rp 50 miliar.

Baca juga: Diduga Korupsi Dana Desa Rp 695 Juta, Mantan Kades di Banten Ditahan Polisi

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Komisaris Besar Polisi Arif Rachman mengatakan, bahwa pelaku yang berhasil ditangkap berinsial JR yang merupakan Kepala Desa Cikole dan MS mantan Kepala Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, KBB.

Keduanya ditangkap pada Rabu (27/10/2021) atas dasar laporan kepolisian pada tanggal 30 April 2021.

"Kami mengamankan dua orang diduga melakukan tindak pidana korupsi," ucap Arif di Mapolda Jabar, Kamis (28/10/2021) sore.

Baca juga: Eks Kades dan Bendahara Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa, Uangnya Dipakai untuk Beli Tanah

Usai ditangkap, keduanya langsung dibawa ke Mapolda Jabar untuk dilakukan pemeriksaan dari pagi sampai siang.

Setelah gelar perkara, JR dan MS langsung ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dan langsung dilakukan penahanan.

Dilakukan pada tahun 2020

Menurut Arif, tindak pidana korupsi ini dilakukan kedua tersangka pada tanggal 15 juni 2020.

Tersangka JR dan MS, menyalahgunakan wewenang dengan memindah tangankan atau menghapus aset tanah kas Desa Cikole yang berlokasi di Blok Lapang Persil 57.

"Kedua tersangka pada Juni 2020 lalu bersama-sama menyalahgunakan wewenang, yang memindahtangankan tanah kas Desa Cikole seluas 8 hektar yang terletak di Blok Lapang Persil 57, Desa Cikole, ke atas nama inisial M," ucapnya. 

Penghapusan aset tidak berizin

Dikatakannya, dalam pelaksanaan penghapusan tersebut Kepala Desa Cikole tidak terlebih dahulu mendapat izin atau persetujuan dari Bupati Bandung Barat sebagaimana ketentuan dalam pasal 22 Permendagri No. 1 Tahun 2016 Jo pasal 21 Peraturan Bupati Bandung Barat No. 30 Tahun 2016 Tentang Pengelolaan Aset Desa.

Lebih lanjut, kata Arif, perbuatan Kepala Desa Cikole ini diduga melanggar  ketentuan dalam pasal 2, pasal 3 dan pasal 9 UU RI No. 31 tahun 1999  tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 dan atas perbuatan tersangka berakibat hilangnya tanah kas desa.

"Berdasarkan hasil audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), nilai aset yang diakibatkan kerugian oleh perbuatan dua tersangka ini yakni senilai Rp.50.696.000.000," ucap Arif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejar Capaian Vaksinasi 100 Persen, Ini Upaya yang Dilakukan Pemkab Rejang Lebong

Kejar Capaian Vaksinasi 100 Persen, Ini Upaya yang Dilakukan Pemkab Rejang Lebong

Regional
Pemerkosa Anak Kandung di Salatiga Dituntut 18 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Pemerkosa Anak Kandung di Salatiga Dituntut 18 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Regional
Tes Acak Penumpang Pesawat di Bandara Supadio Pontianak, 1 Orang Positif Covid-19

Tes Acak Penumpang Pesawat di Bandara Supadio Pontianak, 1 Orang Positif Covid-19

Regional
Chat Terakhir Dj Indah Cleo ke Sang Adik, Kabari Double O Club Sorong Mulai Berasap

Chat Terakhir Dj Indah Cleo ke Sang Adik, Kabari Double O Club Sorong Mulai Berasap

Regional
'Kami Selaku Orangtua Bangga, karena Dia Gugur Saat Tugas Negara'

"Kami Selaku Orangtua Bangga, karena Dia Gugur Saat Tugas Negara"

Regional
Ketua KONI Kampar Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Ruang Rawat Inap RSUD Bangkinang Rp 46 M

Ketua KONI Kampar Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Ruang Rawat Inap RSUD Bangkinang Rp 46 M

Regional
Detik-detik Polisi Bergelantung dan Terseret 1 Kilometer di Mobil yang Diduga Dirampas 'Debt Collector', Jatuh lalu Digilas

Detik-detik Polisi Bergelantung dan Terseret 1 Kilometer di Mobil yang Diduga Dirampas "Debt Collector", Jatuh lalu Digilas

Regional
Bentrokan di Sorong, 2 Tersangka Pertikaian di Double O Berasal dari Satu Kelompok

Bentrokan di Sorong, 2 Tersangka Pertikaian di Double O Berasal dari Satu Kelompok

Regional
Bupati Blora soal Dugaan Kejanggalan Tes Perades: Kalau Ada yang Tidak Puas, Silakan Menggugat

Bupati Blora soal Dugaan Kejanggalan Tes Perades: Kalau Ada yang Tidak Puas, Silakan Menggugat

Regional
Sosok DJ Indah Cleo yang Tewas Saat Bentrokan di Sorong, Baru 3 Hari Kerja di Double O Club

Sosok DJ Indah Cleo yang Tewas Saat Bentrokan di Sorong, Baru 3 Hari Kerja di Double O Club

Regional
DJ Indah Cleo Dikabarkan Jadi Korban Bentrokan di Sorong, Begini Cara Polisi Lakukan Tes DNA

DJ Indah Cleo Dikabarkan Jadi Korban Bentrokan di Sorong, Begini Cara Polisi Lakukan Tes DNA

Regional
Cerita di Balik Permohonan Suntik Mati Nazaruddin Razali yang Ditolak Pengadilan, Ada Keramba yang Direlokasi

Cerita di Balik Permohonan Suntik Mati Nazaruddin Razali yang Ditolak Pengadilan, Ada Keramba yang Direlokasi

Regional
Diduga Terima Suap Rp 1,4 M dari Proyek Pembangunan Rumah MBR, ASN di NTT Ditahan

Diduga Terima Suap Rp 1,4 M dari Proyek Pembangunan Rumah MBR, ASN di NTT Ditahan

Regional
Satu dari 5 Warga Batam Probable Omicron Bagian Rombongan Kunjungan Kerja Presiden Jokowi

Satu dari 5 Warga Batam Probable Omicron Bagian Rombongan Kunjungan Kerja Presiden Jokowi

Regional
14 Anak Anggota Geng Motor di Jambi Ditangkap, 1 Ditembak, Tersangka: Sakit, Pak...

14 Anak Anggota Geng Motor di Jambi Ditangkap, 1 Ditembak, Tersangka: Sakit, Pak...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.