Penerbangan Komersial Perdana ke Ngloram Tak Sesuai Rencana, Bupati Blora Minta Maaf

Kompas.com - 28/10/2021, 11:49 WIB
kondisi jelang kedatangan sejumlah menteri di Bandara Ngloram, Cepu, Blora, Minggu (22/8/2021) KOMPAS.COM/ARIA RUSTA YULI PRADANAkondisi jelang kedatangan sejumlah menteri di Bandara Ngloram, Cepu, Blora, Minggu (22/8/2021)

BLORA, KOMPAS.com - Penerbangan komersial perdana dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, ke Bandara Ngloram, Blora, Jawa Tengah, yang semula dijadwalkan pada 29 Oktober, batal terlaksana.

Bupati Blora, Arief Rohman membenarkan adanya pembatalan jadwal penerbangan perdana tersebut.

"Mohon maaf kita sebenarnya sudah siap untuk Jumat besok terbang perdana, tapi karena terkait dengan persoalan teknis tentang PCR dan sebagainya kita akan nego ulang," ucap Arief Rohman saat ditemui Kompas.com di Graha Larasati Blora, Kamis (28/10/2021).

Baca juga: Syarat Tes PCR Dikhawatirkan Ganggu Penerbangan Perdana Pesawat Komersial ke Ngloram

Sebagai gantinya, Arief menerangkan maskapai Citilink akan melakukan penerbangan pada November bulan depan.

"Dari sisi izin kita sudah clear semua, tinggal memang ngatur secara teknis sambil nanti kita matangkan lebih lanjut," kata Arief.

Bupati Blora, Arief Rohman memberikan pernyataan kepada awak media di Graha Larasati Blora, Kamis (28/10/2021)KOMPAS.COM/ARIA RUSTA YULI PRADANA Bupati Blora, Arief Rohman memberikan pernyataan kepada awak media di Graha Larasati Blora, Kamis (28/10/2021)

Pria yang akrab disapa Gus Arief ini mengaku pihak Bandara Halim Perdanakusuma sudah memberikan izin bagi Citilink untuk membuka jalur penerbangan ke Bandara Ngloram, Cepu.

"Terakhir komunikasi dengan Danlanud, yang kebetulan dari Blora, sudah memberikan lampu hijau untuk memberikan izin terkait dengan rute dari Halim ke Cepu," jelas dia.

Baca juga: Citilink Bakal Gunakan Pesawat ATR-72 untuk Penerbangan Perdana ke Bandara Ngloram

Menurut politisi PKB tersebut, kendala terbesar batalnya penerbangan komersial perdana ke Ngloram karena syarat PCR bagi calon penumpang yang harganya sekitar Rp 300.000.

"Harapan dari masyarakat ya tidak harus PCR cukup rapid antigen, biar terjangkau biar orang ketika mau naik pesawat ini waduh sudah PCR, jadi ini mengurangi minat dan pasar, tapi kalau kembali ke rapid antigen ini saya kira minatnya akan baik sekali," terang dia.

 

Selain itu, adanya sejumlah Bandara di Jawa, seperti JB Soedirman dan Kertajati yang sepi penumpang menjadi atensi khusus agar Bandara Ngloram tidak senasib dengan bandara tersebut.

"Kita siapkan juga kira-kira dari Jakarta ke sini nanti yang terbang siapa, dari sini ke Jakarta yang terbang siapa, ini secara market sudah kita kaji lebih lanjut, termasuk dengan Pemda sekitar, Bojonegoro, Rembang, Tuban, Ngawi dengan Grobogan, ini akan kita sinergi untuk mendukung ini," ujar dia.

Baca juga: Bandara Ngloram Bakal Dikoneksikan dengan Kereta, PT KAI Akan Pindahkan Stasiun

Sementara itu, Kepala Bandara Ngloram, Ariadi Widiawan menjelaskan terkait tertundanya penerbangan komersial perdana pada Jumat besok.

"Informasi dari Citilink sementara penerbangan perdana dipending dengan alasan komersil, jika ada informasi lebih lanjut akan diinformasikan," kata Ariadi kepada wartawan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca di Kabupaten Malang Hari Ini, 17 Januari 2022

Prakiraan Cuaca di Kabupaten Malang Hari Ini, 17 Januari 2022

Regional
Data Terkini, 274 Rumah di Lebak Rusak akibat Gempa Bumi

Data Terkini, 274 Rumah di Lebak Rusak akibat Gempa Bumi

Regional
20 Rumah Rusak akibat Puting Beliung di Pontianak

20 Rumah Rusak akibat Puting Beliung di Pontianak

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 16 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 16 Januari 2022

Regional
Kapal Tenggelam di Laut Maluku, Penumpang Sempat Terapung 11 Jam

Kapal Tenggelam di Laut Maluku, Penumpang Sempat Terapung 11 Jam

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 16 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 16 Januari 2022

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 16 Januari 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 16 Januari 2022

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 16 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 16 Januari 2022

Regional
Aniaya 2 Pramuria di Lokalisasi, Kepala Inspektorat di Kabupaten SBB Ditangkap Polisi

Aniaya 2 Pramuria di Lokalisasi, Kepala Inspektorat di Kabupaten SBB Ditangkap Polisi

Regional
Catat, Jadwal Operas Pasar Minyak Goreng Murah di Sumsel

Catat, Jadwal Operas Pasar Minyak Goreng Murah di Sumsel

Regional
Puncak Musim Hujan di Papua Diprediksi hingga Februari 2022

Puncak Musim Hujan di Papua Diprediksi hingga Februari 2022

Regional
Mirip Cappadocia, Ini Tempat Wisata Balon Udara di Indonesia Lengkap dengan Harga Tiket, dan Jam Buka

Mirip Cappadocia, Ini Tempat Wisata Balon Udara di Indonesia Lengkap dengan Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
Penggalian Pasir Diduga Merusak Keindahan Pantai Mananga Aba Sumba Barat Daya

Penggalian Pasir Diduga Merusak Keindahan Pantai Mananga Aba Sumba Barat Daya

Regional
Sempat Rendam Ratusan Rumah, Banjir di Jepara Mulai Surut

Sempat Rendam Ratusan Rumah, Banjir di Jepara Mulai Surut

Regional
41 Napi di Semarang Dibawa ke Lapas Super Ketat Nusakambangan

41 Napi di Semarang Dibawa ke Lapas Super Ketat Nusakambangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.