Calon Ayah Tiri di Kota Batu yang Tega Siram Balita dengan Air Panas Terancam 5 Tahun Penjara

Kompas.com - 27/10/2021, 21:35 WIB

MALANG, KOMPAS.com - W (25) pelaku penganiayaan kepada balita berinisial N yang berusia 2,5 tahun diancam dengan pidana penjara maksimal lima tahun.

Hal itu sesuai dengan pasal yang dikenakan terhadap tersangka, yakni pasal 80 ayat 2 juncto pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun," kata Kapolres Batu, AKBP I Nyoman Yogi Hermawan dalam konferensi pers di Mapolres Batu, Rabu (27/10/2021).

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari pengungkapan kasus itu, seperti bak plastik biru yang digunakan pelaku memandikan hingga menganiaya korban.

"Barang bukti ada bak plastik warna biru. Ini digunakan sebagai tempat mandi korban," katanya.

Baca juga: Balita Disiram Air Panas dan Disundut Rokok oleh Calon Ayah Tiri, Ini Motif Pelaku

Selain itu, polisi juga mengamankan gayung yang digunakan untuk menyiram korban dengan air panas.

"Gayung digunakan oleh tersangka menyiramkan air panas kepada korban. Karena korban dianggap rewel saat dimandikan," katanya.

Selain itu, polisijuga menyita panci dari rumah pelaku.

"Panci kecil yang digunakan untuk merebus air," katanya.

Pelaku menganiaya korban saat kondisi rumah sedang sepi. Pelaku merupakan calon ayah tiri korban dan sudah tinggal bersama.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bersihkan Eceng Gondok di Bendungan, Warga Lampung Tewas Tenggelam

Bersihkan Eceng Gondok di Bendungan, Warga Lampung Tewas Tenggelam

Regional
Nadiem Minta Kepala Daerah Segera Angkat Guru Penggerak Jadi Kepala Sekolah

Nadiem Minta Kepala Daerah Segera Angkat Guru Penggerak Jadi Kepala Sekolah

Regional
IRT di Bima Kena Hipnotis, Uang dan Perhiasan Senilai Rp 75 Juta Raib

IRT di Bima Kena Hipnotis, Uang dan Perhiasan Senilai Rp 75 Juta Raib

Regional
DPRD Aceh Utara Buat Aturan Satu Desa Satu Perawat

DPRD Aceh Utara Buat Aturan Satu Desa Satu Perawat

Regional
2 WNA Curi Obat dari Apotik di Bali, Aksinya Terekam CCTV

2 WNA Curi Obat dari Apotik di Bali, Aksinya Terekam CCTV

Regional
BMKG: 447 Gempa Bumi Terjadi di Jawa Barat Sepanjang November 2022

BMKG: 447 Gempa Bumi Terjadi di Jawa Barat Sepanjang November 2022

Regional
Spanduk Ganjar-Erick Bertebaran, Ganjar: Walah, Siapa yang Pasang?

Spanduk Ganjar-Erick Bertebaran, Ganjar: Walah, Siapa yang Pasang?

Regional
Presiden Jokowi Gelar Kumbokarnan, Rapat Persiapan Pernikahan Kaesang-Erina

Presiden Jokowi Gelar Kumbokarnan, Rapat Persiapan Pernikahan Kaesang-Erina

Regional
Napi di Lampung Bunuh Diri, Istri Korban: Suami Saya Pernah Diancam Dibunuh Sesama Penghuni Lapas

Napi di Lampung Bunuh Diri, Istri Korban: Suami Saya Pernah Diancam Dibunuh Sesama Penghuni Lapas

Regional
Hingga November 2022, NTB Surplus Produksi 175.866 Ton Beras

Hingga November 2022, NTB Surplus Produksi 175.866 Ton Beras

Regional
Dugaan Penyebab Tabrakan Kapal Roro MV Serasi 1 dan KM Batanghari Mas di Selat Bangka karena Miskomunikasi

Dugaan Penyebab Tabrakan Kapal Roro MV Serasi 1 dan KM Batanghari Mas di Selat Bangka karena Miskomunikasi

Regional
Anggota DPRD Pandeglang Ditetapkan Jadi Tersangka Pencabulan

Anggota DPRD Pandeglang Ditetapkan Jadi Tersangka Pencabulan

Regional
8 Nama Kereta Api di Indonesia yang Terinspirasi dari Hewan Mitologi

8 Nama Kereta Api di Indonesia yang Terinspirasi dari Hewan Mitologi

Regional
Pencarian Pilot Helikopter AKP Arif Rahman Diperpanjang hingga Selasa, Penyelaman Dimaksimalkan

Pencarian Pilot Helikopter AKP Arif Rahman Diperpanjang hingga Selasa, Penyelaman Dimaksimalkan

Regional
Stadion Manahan Solo Digunakan Kembali untuk Lanjutan Liga 1, Berikut Jadwal 14 Pertandingan Tanpa Penonton

Stadion Manahan Solo Digunakan Kembali untuk Lanjutan Liga 1, Berikut Jadwal 14 Pertandingan Tanpa Penonton

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.