Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Korupsi Pemotongan Honor THL PDAM Kota Madiun, Ini Tanggapan Dirut

Kompas.com - 27/10/2021, 19:32 WIB
Muhlis Al Alawi,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi


MADIUN, KOMPAS.com - Direktur Utama PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun, Suyoto mengakui tidak tahu menahu soal pemotongan honor tenaga harian lepas (THL) di instansi yang dipimpinya.

Sebab, mantan Kadis Naker dan Sosial Kota Madiun itu baru dilantik sebagai Dirut PDAM pertengahan Juli 2021.

“Saya tidak tahu. Saya kan baru (dilantik jadi Dirut PDAM). Tapi, kami mengikuti proses penyidikan yang sementara dilakukan kejaksaan,” ujar Suyoto, kepada Kompas.com, Rabu (27/10/2021).

Suyoto menegaskan kepada seluruh pegawainya untuk kooperatif saat diperiksa sebagai saksi kasus korupsi pemotongan honor THL di Kejaksaan Negeri Kota Madiun.

Baca juga: Menyoal Dugaan Korupsi Honor THL PDAM Madiun, Dilakukan sejak 2017, 21 Saksi Diperiksa

Tak hanya itu, seluruh pegawainya yang diperiksa juga tidak boleh menutup-nutupi fakta yang sebenarnya.

“Saya sampaikan harus kooperatif dan sampaikan apa adanya,” ujar Suyoto.

Suyoyo mengatakan, kejadian kasus yang sementara disidik Kejari Kota Madiun terjadi sebelumnya ia resmi menjabat sebagai Dirut PDAM Kota Madiun.

Kejadian itu terjadi dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Ia pun mengaku belum menanyakan perihal pemotongan uang honor bagi tenaga harian lapangan di PDAM Kota Madiun.

Suyoto khawatir bila menanyakan masalah pemotongan uang honor THL malah dituding melakukan intervensi penanganan kasus terseebut.

“Nanti kalau saya tanya-tanya malah dikira intervensi,” kata Suyoto.

Ditanya dirinya sudah diperiksa dalam kasus tersebut, Suyoto mengakui sampai saat ini jaksa belum melayangkan panggilan pemeriksaan dirinya sebagai saksi.

Untuk diperiksa sebagai saksi, biasanya orang yang mengetahui, mendengar dan mengalami langsung sebuah kejadian.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

2 Hari Pencarian, 3 Korban Longsor Ditemukan Tewas Tertimbun

2 Hari Pencarian, 3 Korban Longsor Ditemukan Tewas Tertimbun

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Bukan Saya, Ini Fitnah, Saya Rela Mati' | Fakta Uang Miliaran Bobby Nasution Disebut Hilang

[POPULER NUSANTARA] "Bukan Saya, Ini Fitnah, Saya Rela Mati" | Fakta Uang Miliaran Bobby Nasution Disebut Hilang

Regional
3 Oknum ASN Ternate Tertangkap Pakai Sabu-sabu di Depan Warkop di Jakarta, Ini Kata Pj Gubernur Malut

3 Oknum ASN Ternate Tertangkap Pakai Sabu-sabu di Depan Warkop di Jakarta, Ini Kata Pj Gubernur Malut

Regional
Pilkada Bangka Belitung, PDI-P Survei Elektabilitas Ketua Gerindra

Pilkada Bangka Belitung, PDI-P Survei Elektabilitas Ketua Gerindra

Regional
Warga Sukabumi Lihat Jejak Kaki di Kebun, Khawatir Milik Macan Tutul

Warga Sukabumi Lihat Jejak Kaki di Kebun, Khawatir Milik Macan Tutul

Regional
Kapal Karam Dihantam Badai, 9 Awak Berenang dalam Gelap

Kapal Karam Dihantam Badai, 9 Awak Berenang dalam Gelap

Regional
Longsor di Distrik Minyambouw Papua Barat, 1 Keluarga Tertimbun

Longsor di Distrik Minyambouw Papua Barat, 1 Keluarga Tertimbun

Regional
Mengenal Kawah Nirwana Suoh Lampung Barat yang Terbangun Setelah 91 Tahun

Mengenal Kawah Nirwana Suoh Lampung Barat yang Terbangun Setelah 91 Tahun

Regional
'Ball' Pakaian dan Sepatu Bekas Impor Diamankan di Perairan Nunukan

"Ball" Pakaian dan Sepatu Bekas Impor Diamankan di Perairan Nunukan

Regional
Wapres Ma'ruf Amin ke Bangka, 1.075 Personel Pengamanan Disiagakan

Wapres Ma'ruf Amin ke Bangka, 1.075 Personel Pengamanan Disiagakan

Regional
Pelantikan Pengurus Pusat, GP Ansor Usung Transisi Energi dan Ekonomi Digital

Pelantikan Pengurus Pusat, GP Ansor Usung Transisi Energi dan Ekonomi Digital

Regional
Longsor Saat Ibadah Minggu di Distrik Minyambouw, 4 Warga Tertimbun

Longsor Saat Ibadah Minggu di Distrik Minyambouw, 4 Warga Tertimbun

Regional
Kakak Vina Bingung dengan Pernyataan Polisi yang Hapus 2 Nama Pelaku dalam DPO

Kakak Vina Bingung dengan Pernyataan Polisi yang Hapus 2 Nama Pelaku dalam DPO

Regional
Optimalisasi Lahan Rawa Seluas 98.400 Hektare, Pemprov Sumsel Optimistis Target Produksi 3,1 Ton GKG Tercapai

Optimalisasi Lahan Rawa Seluas 98.400 Hektare, Pemprov Sumsel Optimistis Target Produksi 3,1 Ton GKG Tercapai

Regional
Sapi Terperosok ke dalam 'Septic Tank', Damkar di Ngawi Turun Tangan

Sapi Terperosok ke dalam "Septic Tank", Damkar di Ngawi Turun Tangan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com