Khawatir Bangunan Tua Lapas Ambarawa Terdampak Gempa, 80 Napi Bakal Dipindah

Kompas.com - 27/10/2021, 07:13 WIB
Warga binaan beraktivitas di area Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (25/10/2021). Pascagempa bumi jenis Swarm (gempa dangkal bermagnitudo kecil dengan frekuensi sering) 3 SR sejak Sabtu (23/10) dan gempa susulan kurang dari 3 SR hingga Senin (25/10) pagi dengan total 34 gempa di Ambarawa dan sekitarnya, pihak lapas berencana mengevakuasi 80 warga binaan dari total 443 warga binaan ke sejumlah lapas di Jawa Tengah guna mengantisipasi jika terjadi gempa susulan. ANTARA FOTO/AJI STYAWANWarga binaan beraktivitas di area Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (25/10/2021). Pascagempa bumi jenis Swarm (gempa dangkal bermagnitudo kecil dengan frekuensi sering) 3 SR sejak Sabtu (23/10) dan gempa susulan kurang dari 3 SR hingga Senin (25/10) pagi dengan total 34 gempa di Ambarawa dan sekitarnya, pihak lapas berencana mengevakuasi 80 warga binaan dari total 443 warga binaan ke sejumlah lapas di Jawa Tengah guna mengantisipasi jika terjadi gempa susulan.

UNGARAN, KOMPAS.com - Sebanyak 80 warga binaan Lapas Kelas II A Ambarawa akan dipindahkan ke lapas lain di Jawa Tengah.

Pemindahan ini karena rentetan gempa yang terjadi di kawasan Ambarawa dan sekitarnya beberapa hari terakhir.

Kepala Lapas Kelas II A Ambarawa Budi Yuliarno mengatakan dampak yang ditimbulkan oleh gempa sebenarnya relatif kecil.

"Dampaknya ada, tapi tidak begitu besar, hanya rontokan kecil dari dinding karena memang usia bangunan yang sudah tua," katanya, Selasa (26/10/2021).

Baca juga: Gempa Swarm Ambarawa-Salatiga Bisa Muncul Lagi, Ini Peringatan BMKG

Pemindahan tersebut bertujuan untuk langkah antisipasi dan peningkatan kewaspadaan.

"Akan ada 80 warga binaan yang kami evakuasi ke lapas terdekat. Pemindahan ini sedang dalam proses pengurusan administrasi," jelas Budi.

Bangunan Lapas Ambarawa rawan rusak karena gempa.KOMPAS.com/Dian Ade Permana Bangunan Lapas Ambarawa rawan rusak karena gempa.

Sementara langkah pengamanan yang lain, beberapa bagian bangunan telah dibuatkan tiang penyangga.

Termasuk koordinasi dengan Polri dan TNI dari Yonkav 2/TC agar jangan sampai ada tahanan yang kabur.

Baca juga: Rumah Retak karena Gempa Swarm, Warga Ambarawa Pilih Tidur di Tenda

Menurut Budi selain faktor gempa, pemindahan warga binaan itu juga merupakan komitmen dari awal untuk mengurangi kapasitas penghuni lapas.

"Kemampuan kondisi bangunan di sini sudah berkurang, sehingga kami perlu melakukan upaya pengurangan kapasitas," ujarnya.

Ditambahkan Budi, saat ini ada 443 warga binaan yang menghuni lapas kelas II A Ambarawa.

Semuanya terbagi dalam dua blok yang ada di lantai dua bangunan yang berusia hampir dua abad tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buaya Raksasa 4,5 Meter Ditangkap Warga Mamuju Tengah Pakai Jasa Pawang

Buaya Raksasa 4,5 Meter Ditangkap Warga Mamuju Tengah Pakai Jasa Pawang

Regional
Hendak Bayar Pajak, Mobil yang Ditumpangi 1 Keluarga Ini Tersasar ke Hutan Setelah Ikuti Google Maps

Hendak Bayar Pajak, Mobil yang Ditumpangi 1 Keluarga Ini Tersasar ke Hutan Setelah Ikuti Google Maps

Regional
Satu Keluarga Asal Samarinda Tersesat di Hutan Usai Ikuti Google Maps, Ini Ceritanya

Satu Keluarga Asal Samarinda Tersesat di Hutan Usai Ikuti Google Maps, Ini Ceritanya

Regional
Antisipasi Varian Omicron di Maluku, Polisi Diminta Tingkatkan Sosialisasi Prokes ke Masyarakat

Antisipasi Varian Omicron di Maluku, Polisi Diminta Tingkatkan Sosialisasi Prokes ke Masyarakat

Regional
Jadwal Vaksinasi ke Pulau-pulau Terpencil Sulbar Tertunda karena Gelombang Tinggi

Jadwal Vaksinasi ke Pulau-pulau Terpencil Sulbar Tertunda karena Gelombang Tinggi

Regional
Anak 10 Tahun Korban Dugaan Pemerkosaan di Manado Meninggal karena Kanker Darah

Anak 10 Tahun Korban Dugaan Pemerkosaan di Manado Meninggal karena Kanker Darah

Regional
Ngayau, Tradisi Perburuan Kepala yang Membuat Suku Dayak Ditakuti Musuh

Ngayau, Tradisi Perburuan Kepala yang Membuat Suku Dayak Ditakuti Musuh

Regional
Usir Wartawan, Satpam di Kantor BPN Bandar Lampung Berupaya Merebut Kamera

Usir Wartawan, Satpam di Kantor BPN Bandar Lampung Berupaya Merebut Kamera

Regional
Kisah 'Layangan Putus' di Salatiga Berakhir di Pisau Tukang Nasi Goreng

Kisah "Layangan Putus" di Salatiga Berakhir di Pisau Tukang Nasi Goreng

Regional
3 Pelajar di Madiun Terlibat Kecelakaan Saat Berangkat Sekolah, 1 Orang Tewas

3 Pelajar di Madiun Terlibat Kecelakaan Saat Berangkat Sekolah, 1 Orang Tewas

Regional
Longsor di Mandeh, Akses Jalan ke Puncak Jokowi Tertutup Total

Longsor di Mandeh, Akses Jalan ke Puncak Jokowi Tertutup Total

Regional
Kepala Baitul Mal Aceh Tenggara Perkosa Santri, KKPAA Minta Polisi Terapkan UU Perlindungan Anak

Kepala Baitul Mal Aceh Tenggara Perkosa Santri, KKPAA Minta Polisi Terapkan UU Perlindungan Anak

Regional
5 Orang Terpapar Varian Omicron di Semarang Dinyatakan Sembuh, 1 Masih di RS

5 Orang Terpapar Varian Omicron di Semarang Dinyatakan Sembuh, 1 Masih di RS

Regional
Cara Menggunakan Google Maps agar Tak Tersesat

Cara Menggunakan Google Maps agar Tak Tersesat

Regional
Sopir Avanza Penyebab Kecelakaan Maut di Maluku Diserahkan ke Kejari Ambon

Sopir Avanza Penyebab Kecelakaan Maut di Maluku Diserahkan ke Kejari Ambon

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.