Angkut Wisatawan Belum Vaksin, 6 Bus Pariwisata yang Masuk Yogyakarta Diputar Balik

Kompas.com - 25/10/2021, 16:57 WIB
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi saat jumpa pers menjelaskan one gate system di ruang Sadewa, Kamis (21/10/2021). KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWOWakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi saat jumpa pers menjelaskan one gate system di ruang Sadewa, Kamis (21/10/2021).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 206 armada bus pariwisata tercatat masuk ke Kota Yogyakarta pada Sabtu dan Minggu tanggal 23-24 Oktober 2021.

Bus yang masuk Kota Yogyakarta wajib melalui sistem satu gerbang (one gate system) di Terminal Giwangan.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi merinci, pada hari Sabtu terdapat sebanyak 64 bus masuk Kota Yogyakarta. Seluruh bus sudah melalui pengecekan di Terminal Giwangan.

Kemudian, pada hari Minggu terjadi peningkatan kunjungan wisata dengan menggunakan bus yakni sebanyak 142 bus masuk Kota Yogyakarta.

"Pada hari Sabtu sebanyak 64 bus pariwisata kita periksa di Terminal Giwangan, satu bus tidak lolos. Hari Minggu ada 142 bus dan diperiksa ada sebanyak 5 bus yang tidak lolos pemeriksaan," jelas Heroe saat ditemui di Balaikota Yogyakarta, Senin (25/10/2021).

Baca juga: Akhir Pekan, Bus Pariwisata Masuk Yogya Harus Lewat One Gate System

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Heroe menjelaskan, enam bus pariwisata yang tidak lolos pengecekan diminta untuk putar balik.

"Enam yang tidak lolos itu hampir 50 persen (penumpang) tidak bisa menunjukkan kartu vaksin. Sehingga mereka tidak kita izinkan masuk ke Kota Yogyakarta. Mereka kita minta untuk balik," kata dia.

Heroe menjelaskan, ratusan bus yang masuk ke Kota Yogyakarta ini merupakan kondisi normal saat masa pandemi Covid-19.

 

"Kalau kemarin-kemarin yang kita halau kan sekitar 135-140 perhari. Sekarang yang masuk sekitar 137, artinya liburan kemarin itu orang yang datang dengan kendaraan umum sekitar 130-140," jelas dia.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Akui Kesulitan Terapkan One Gate System untuk Saring Wisatawan Masuk

Pemkot Yogyakarta berencana menerapkan one gate system setiap hari.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran, Daerah Sekitar Curah Kobokan Lumajang Gelap

Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran, Daerah Sekitar Curah Kobokan Lumajang Gelap

Regional
Bus Tabrak Sepeda Motor di Babel, 1 Keluarga Tewas di Tempat

Bus Tabrak Sepeda Motor di Babel, 1 Keluarga Tewas di Tempat

Regional
KKB di Suru-Suru Terus Lakukan Gangguan, TNI Tak Lakukan Pembalasan Meski Anggotanya Jadi Korban

KKB di Suru-Suru Terus Lakukan Gangguan, TNI Tak Lakukan Pembalasan Meski Anggotanya Jadi Korban

Regional
Identitas Pemeran Video Porno di Bandara YIA Diketahui, Polisi: Sedang Dilakukan Pengejaran

Identitas Pemeran Video Porno di Bandara YIA Diketahui, Polisi: Sedang Dilakukan Pengejaran

Regional
Bupati Sleman Tetapkan Status Tanggap Darurat Lahar Hujan Gunung Merapi

Bupati Sleman Tetapkan Status Tanggap Darurat Lahar Hujan Gunung Merapi

Regional
Jenazah Serda Putra Rahadi yang Gugur Ditembak KKB Dievakuasi ke Aceh

Jenazah Serda Putra Rahadi yang Gugur Ditembak KKB Dievakuasi ke Aceh

Regional
Kerusakan Jaringan Pipa Induk di Kali Bebeng Terakhir Terjadi 2010 Saat Gunung Merapi Erupsi

Kerusakan Jaringan Pipa Induk di Kali Bebeng Terakhir Terjadi 2010 Saat Gunung Merapi Erupsi

Regional
Warga Lampung Disebut Hilang Misterius di Pelabuhan Merak, Sempat Temani Beli Tiket Masuk Kapal

Warga Lampung Disebut Hilang Misterius di Pelabuhan Merak, Sempat Temani Beli Tiket Masuk Kapal

Regional
Saat Prabowo Subianto Digugat Rp 501 Miliar oleh Eks Ketua DPC Gerindra Blora…

Saat Prabowo Subianto Digugat Rp 501 Miliar oleh Eks Ketua DPC Gerindra Blora…

Regional
Polisi Selidiki Kasus Dokter Gadungan yang Dilaporkan PSS Sleman

Polisi Selidiki Kasus Dokter Gadungan yang Dilaporkan PSS Sleman

Regional
Dipecat Prabowo Subianto, Eks Ketua DPC Gerindra: Legowo, tapi...

Dipecat Prabowo Subianto, Eks Ketua DPC Gerindra: Legowo, tapi...

Regional
Polisi Tangkap Pelaku yang Merampok Rumah dan Menganiaya Istri Anggota TNI

Polisi Tangkap Pelaku yang Merampok Rumah dan Menganiaya Istri Anggota TNI

Regional
Komplotan Pemalsu Kartu Prakerja Raup Rp 18 Miliar, Jebol Data Base Dukcapil Sejak 2019

Komplotan Pemalsu Kartu Prakerja Raup Rp 18 Miliar, Jebol Data Base Dukcapil Sejak 2019

Regional
Kisah Para Penyadap Nira dari Purbalingga, Bertaruh Nyawa di Pucuk Nyiur Tinggi hingga Bermimpi Punya Jaminan Sosial

Kisah Para Penyadap Nira dari Purbalingga, Bertaruh Nyawa di Pucuk Nyiur Tinggi hingga Bermimpi Punya Jaminan Sosial

Regional
Kekasih Tak Tanggung Jawab, Perempuan Ini Bunuh dan Buang Bayi yang Baru Dilahirkan, Begini Ceritanya

Kekasih Tak Tanggung Jawab, Perempuan Ini Bunuh dan Buang Bayi yang Baru Dilahirkan, Begini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.