Kompas.com - 24/10/2021, 16:10 WIB
Rizki Pebriani, pengusaha jam tangan kayu yang berdomisili di Pandeglang saat mengikuti Karya Kreatif Banten yang di gelar Bank Indonesia Provinsi Banten pada 11 Oktober 2021. Dokumentasi BI BantenRizki Pebriani, pengusaha jam tangan kayu yang berdomisili di Pandeglang saat mengikuti Karya Kreatif Banten yang di gelar Bank Indonesia Provinsi Banten pada 11 Oktober 2021.

SERANG, KOMPAS.com - Tren digitalisasi mempengaruhi sendi perekonomian sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Banten.

Para pelaku UMKM kini mulai memanfaatkan teknologi digital untuk mengelola bisnisnya selama pandemi Covid-19.

Keuntungan dari pemanfaatan teknologi mulai dirasakan pelaku UMKM di Banten.

Bahkan, teknologi digital dapat menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Baca juga: Ajak UMKM Go Digital, Jokowi: Bisa Jadi Rantai Pasok Dunia

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten, dari tahun ke tahun, jumlah UMKM yang memanfaatkan teknologi digital terus meningkat.

Menurut data, hingga 2020, ada sebanyak 977 pelaku usaha.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat pandemi, pelaku UMKM di Banten memasarkan produknya melalui berbagai platform toko online atau e-commerce seperti Tokopedia.

Salah satunya Rizki Pebriani, pengusaha jam tangan kayu yang berdomisili di Pandeglang, Banten.

Baca juga: Mendag: Ekonomi Digital Akan Jadi Sumber Pertumbuhan Indonesia

Rizki mengaku sudah merasakan kemudahan dan keuntungan dari usahanya, setelah memanfaatkan teknologi digital di masa pandemi Covid-19.

Rizki sudah menjalankan bisnisnya sejak 2015, bersama suaminya, Irsan Nurdiansyah.

Namun, pada awal pandemi Covid-19, bisnisnya sempat terpuruk.

Bahkan, Rizki sampai merumahkan sejumlah karyawannya.

Namun, bisnisnya bisa bertahan dengan terus berinovasi dari metode pemasaran yang kini mulai memanfaatkan e-commerce dan media sosial.

Selain itu, ditambah dengan desain yang baru dan kemasan yang dibuat menarik.

Sebelum pandemi, jam tangan merek Kay Wood Watch hanya mengandalkan penjualan dari pameran ke pameran, atau acara-acara pertemuan tingkat nasional.

"Kalau saya kan mengandalkannya pameran ke pameran atau offline. Sejak pandemi sudah tidak ada pameran dan sekarang memanfaatkan platform e-commerce dan pembayaran digital," kata Rizki saat berbincang dengan Kompas.com beberapa waktu lalu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan dan Angin Kencang Landa Nusa Penida Bali, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Hujan dan Angin Kencang Landa Nusa Penida Bali, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Regional
Gambar Bendera Merah Putih di Baliho HUT Kopri Terbalik, Sekda Mimika: Kami Mohon Maaf

Gambar Bendera Merah Putih di Baliho HUT Kopri Terbalik, Sekda Mimika: Kami Mohon Maaf

Regional
Ratusan Siswa Terpapar Covid-19, AIS Pekanbaru Tutup 14 Hari

Ratusan Siswa Terpapar Covid-19, AIS Pekanbaru Tutup 14 Hari

Regional
Ini Detik-detik Kantor PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Ini Detik-detik Kantor PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Sumur Bor di Tuban Keluarkan Lumpur dan Gas Mudah Terbakar, Kades Sebut Bukan Kejadian Pertama

Sumur Bor di Tuban Keluarkan Lumpur dan Gas Mudah Terbakar, Kades Sebut Bukan Kejadian Pertama

Regional
Pemkab Karawang Akan Evaluasi Ormas yang Terlibat Kerusuhan

Pemkab Karawang Akan Evaluasi Ormas yang Terlibat Kerusuhan

Regional
Sedang Gali Kuburan, Arok Tiba-tiba Dibacok, Pelaku Dikeroyok Massa hingga Tewas

Sedang Gali Kuburan, Arok Tiba-tiba Dibacok, Pelaku Dikeroyok Massa hingga Tewas

Regional
Pemkot Bima Salurkan 13 Ton Beras kepada Warga Terdampak Banjir Bandang di 14 Kelurahan

Pemkot Bima Salurkan 13 Ton Beras kepada Warga Terdampak Banjir Bandang di 14 Kelurahan

Regional
Pembatalan Operasional KA Limex Sriwijaya Kembali Diperpanjang

Pembatalan Operasional KA Limex Sriwijaya Kembali Diperpanjang

Regional
Petani di Kupang Ditemukan Tewas Telungkup di Tengah Sawah, Diduga Tersambar Petir

Petani di Kupang Ditemukan Tewas Telungkup di Tengah Sawah, Diduga Tersambar Petir

Regional
Kisah Hardyan, Teknisi yang Beralih Jadi Pengusaha Ayam Petelur di NTT, Omzetnya Puluhan Juta Rupiah

Kisah Hardyan, Teknisi yang Beralih Jadi Pengusaha Ayam Petelur di NTT, Omzetnya Puluhan Juta Rupiah

Regional
Berkaca dari Kasus Bocah Autis Tewas Dianiaya Orangtua, Ketahui Ciri-ciri Anak Autis dan Cara Mengasuhnya

Berkaca dari Kasus Bocah Autis Tewas Dianiaya Orangtua, Ketahui Ciri-ciri Anak Autis dan Cara Mengasuhnya

Regional
Bantah Isu Alih Fungsi Lahan Penyebab Banjir, Bupati Garut Akui Punya Kebun di Daerah Hulu Sungai

Bantah Isu Alih Fungsi Lahan Penyebab Banjir, Bupati Garut Akui Punya Kebun di Daerah Hulu Sungai

Regional
PNS Diduga Tipu Warga Dipindah ke Kecamatan, Eri Cahyadi: Kini Tak Berhubungan Langsung dengan Masyarakat

PNS Diduga Tipu Warga Dipindah ke Kecamatan, Eri Cahyadi: Kini Tak Berhubungan Langsung dengan Masyarakat

Regional
Mensos Kunjungi Kakak Adik di Jember yang Derita Mikrosefalus, Beri Sejumlah Bantuan

Mensos Kunjungi Kakak Adik di Jember yang Derita Mikrosefalus, Beri Sejumlah Bantuan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.