SAMARINDA, KOMPAS.com - Kota Balikpapan dan Kota Bontang di Provinsi, Kalimantan Timur (Kaltim), mendapat penghargaan dari The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) 2021.
Balikpapan mendapat penghargaan kategori Environmentally Sustainable Cities (ESC), sementara Kota Bontang penghargaan Certificate of Recognition untuk kategori clean land.
Kedua penghargaan tersebut diberikan dalam acara 5th Enviromentally Sustainable Cities and The 4th Certificate Recognition di Jakarta, Kamis (21/10/2021).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, Encek Ahmad Rafidin Rizal menjelaskan, Balikpapan maupun Bontang dinilai memiliki kebijakan dan program strategis dalam pembangunan ramah lingkungan berkelanjutan.
"Balikpapan itu dinilai konsistensi melakukan pelaporan sistem pengelolaan sampah rutin," ungkapnya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (23/10/2021).
Karena beberapa pertimbangan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengusulkan Balikpapan mewakili Indonesia dalam ESC Award 2021.
Dalam penilaian penghargaan tersebut, setiap negara anggota ASEAN menominasikan satu kota sebagai penerima ESC.
Sementara, Bontang diusulkan bersama lima kota lain di Indonesia, dengan kategori penghargaan Certificate of Recognition untuk tiga kategori yaitu clean air (udara bersih) clean water (perairan bersih), dan clean land (wilayah daratan bersih).
Untuk kategori ini, setiap negara menominasikan maksimal enam kota terdiri dari satu kota besar dan satu kota kecil untuk masing-masing kategori.
Bontang dinominasikan sebagai kota kecil pemenang dengan kategori land clean. Sementara, Surabaya, Jawa Timur terpilih dengan kategori Clean Water untuk kategori kota besar.
"Itu semua KLHK yang ajukan berdasarkan penilaian. Prosesnya bukan melalui pengajuan pemerintah daerah," kata Rizal.
Rizal mengatakan, perhargaan yang sama sudah pernah diperoleh Balikpapan beberapa tahun sebelumnya.
"Memang Balikpapan itu kota sejuk, pembangunannya ramah lingkungan. Enggak ada tambang batu bara," kata dia.
Dengan perolehan dua perhargaan tersebut, Rizal berharap kabupaten dan kota lain di Kaltim bisa termotivasi menerapkan pembangunan ramah lingkungan secara konsisten.
Dikutip dari website resmi KLHK, program ESC Award dan Certificate of Recognition bertujuan mendorong agar kota-kota di ASEAN dalam proses pembangunannya, ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Seperti pengelolaan penyediaan air bersih, makanan, energi, layanan pengolahan sampah, hutan kota dan lainnya.
Bagi kota-kota yang berupaya mewujudkan hal tersebut akan mendapat pengakuan dan penghargaan dari ASEAN.
Baca juga: Residivis di Balikpapan Siram Anak Kandung Pakai Air Panas Bekas Rebus Singkong
ASEAN ESC Award diadakan untuk pertama kalinya pada 8 Oktober 2008 dan dilakukan setiap tiga tahun sejak saat itu. Kemudian, 2011 diluncurkan penghargaan baru bernama Certificate of Recognition.
Selain tiga kota di Indonesia, kota-kota lain di ASEAN yang juga mendapat penghargaan ESC Award di antaranya, Temburong (Brunei Darussalam), Preah Sihanouk City (Cambodia), Marikina City (Phillipines), Majlis Bandaraya Shah Alam (Malaysia) dan lainnya.
Sementara, untuk penghargaan Certificate of Recognition tiga kategori clean air, clean land dan clean water di antaranya, Phnom Penh City, Cambodia, Majlis Bandaraya Johor Bahru (MBJB), Malaysia, Paranaque City Philippines dan lainnya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.