Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Diterjang Angin Puting Beliung, 221 Rumah Warga di Kabupaten Tegal Rusak

Kompas.com - 23/10/2021, 21:32 WIB
Tresno Setiadi,
Dony Aprian

Tim Redaksi

TEGAL, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mencatat sedikitnya 221 rumah di Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, rusak akibat terjangan puting beliung pada Jumat (22/10/2021) sore.

Bupati Tegal Umi Azizah meminta pendataan dilakukan cepat dengan mendirikan posko terpadu di Balai Desa Cerih.

"Kita harus belajar dari pengalaman, maka untuk mencegah kejanggalan pengalokasian dan pendistribusian bantuan, datanya harus satu pintu," kata Umi saat meninjau ke lokasi, Sabtu (23/10/2021).

Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang 2 Kelurahan di Bangkalan, Warga Lari Berhamburan

Umi menambahkan, tingkat kerusakan rumah mulai dari rusak berat sebanyak 63 unit, rusak sedang 69 unit, dan rusak ringan 89 unit.

"Bantuan dari mana saja juga harus masuk ke posko terpadu supaya pencatatannya efektif. Siapa butuhnya apa, sudah dapat apa saja, semuanya terdata. Jadi tidak ada saling berebut bantuan, atau bantuan menumpuk di salah satu tempat,” ujarnya.

Tak hanya di Cerih, sejumlah rumah di empat desa lainnya di Kecamatan Jatinegara juga mengalami kerusakan ringan.

Ia mengingatkan agar warga selalu waspada dan berhati-hati pada fenomena cuaca ekstrem.

Cuaca panas di pagi hari serta hujan yang hanya turun di sore hari perlu diwaspadai.

Umi menyampaikan apresiasi pada jajaran forum komunikasi pimpinan Kecamatan Jatinegara yang bergerak cepat memobilisasi sumber daya yang ada. Termasuk jalinan koordinasinya dengan Pemerintah Desa Cerih, Penyalahan, Sumbarang, Argatawang dan Kedungwungu.

Baca juga: 17 Rumah Warga Rusak akibat Puting Beliung di Minahasa Utara

Ucapan terima kasih dan apresiasi juga disampaikan kepada relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal bersama personel BPBD bergerak cepat membantu pembersihan lokasi serta mendata kerusakan.

“Di sini kita melihat keswadayaan dan kegotong-royongan masyarakat membantu warga yang tertimpa bencana sangat tinggi. Semangat inilah yang harus dijaga, dirawat dan ditumbuhkan lewat aksi tanggap darurat bencana dan peduli sosial,” katanya.

Selain itu, Umi juga meminta agar sistem kewaspadaan dini masyarakat harus lebih ditingkatkan, seperti perambasan pohon yang sudah menjulang tinggi dan berpotensi roboh menimpa rumah, jalan dan fasilitas umum lainnya.

Kemudian, gorong-gorong atau saluran air yang tersumbat sampah maupun sedimentasi tanah bisa segera dibersihkan dengan kerja bakti.

Adapun bantuan dana untuk perbaikan atap rumah dari Baznas dan bahan makanan dari BPBD serta PMI akan disalurkan melalui Posko terpadu untuk kemudian didistribusikan sesuai data kebutuhan di lapangan.

Kepala BPBD Kabupaten Tegal Zaenal Dasmin mengaku sedang mendata kerusakan, menghitung kerugian, penetapan status darurat bencana, hingga pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan pada kelompok rentan.

Ditambahkan Zaenal, menghadapi fenomena angin kencang dan puting beliung, antisipasi yang bisa dilakukan adalah mengenali tanda-tanda potensi akan terjadinya cuaca ekstrem seperti pertumbuhan awan kumulonimbus dan berlindung di tempat aman.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com