Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dibanting Polisi hingga Kejang, MFA: Saya Harap Ini Insiden Terakhir

Kompas.com - 23/10/2021, 15:36 WIB
Rasyid Ridho,
Khairina

Tim Redaksi

SERANG, KOMPAS.com - MFA, mahasiswa yang menjadi korban kekerasan dari aparat penegak hukum saat aksi unjuk rasa berharap tidak ada lagi tindakan represif dari Polri.

"Saya berharap insiden yang saya alami menjadi insiden terakhir yang dilakukan aparat kepolisian terhadap semua unjuk rasa, baik di daerah Banten maupun di seluruh Indonesia," kata MFA usai menghadiri sidang kode etik Brigadir NP di Mapolda Banten. Kamis (21/10/2021).

Baca juga: Brigadir NP, Polisi yang Banting Mahasiswa Dimutasi Jadi Bintara dan Penjara

Meski begitu, MFA mengapresiasi langkah dari Polda Banten yang cepat menindaklanjuti kekerasan yang dialaminya dengan memberikan sanksi kepada pelaku.

Hasil persidangan, Brigadir NP diberikan sanksi terberat sesuai dengan pasal di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri.

Sanksi berupa penahanan di tempat khusus selama 21 hari, mutasi yang bersifat demosi menjadi Bintara Polresta Tangerang tanpa jabatan.

Baca juga: Brigadir NP Disanksi Penurunan Jabatan dan Penjara 21 Hari, Ini Kata Mahasiswa yang Dibanting Saat Demo

Selain itu, memberikan teguran tertulis secara administrasi yang akan mengakibatkan Brigadir NP tertunda dalam kenaikan pangkat dan terkendala untuk mengikuti pendidikan lanjutan.

"Saya sangat bersyukur atas tindakan kepolisian yang telah bersifat responsif, tegas, efektif dan cepat," ujarnya.

Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten itu mengaku tidak akan melupakan kejadian kekerasan yang dialaminya pada Rabu (13/10/2021) lalu.

"Untuk lupa atas kejadian tersebut, tentu saya tidak akan lupa," kata MFA.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ratusan Pegawai Honorer di Brebes Demo Kantor Pemkab, Minta Diangkat Jadi PPPK

Ratusan Pegawai Honorer di Brebes Demo Kantor Pemkab, Minta Diangkat Jadi PPPK

Regional
Curi Uang di Warung Geprek, Dua Pria di Semarang Bonyok Dihajar Warga

Curi Uang di Warung Geprek, Dua Pria di Semarang Bonyok Dihajar Warga

Regional
Stok Vaksin Anti-Rabies di Sikka Kosong padahal Berstatus KLB

Stok Vaksin Anti-Rabies di Sikka Kosong padahal Berstatus KLB

Regional
Unggah Foto Bareng Ade Bhakti, Yoyok Sukawi Lempar Senyum saat Ditanya Pilkada Semarang

Unggah Foto Bareng Ade Bhakti, Yoyok Sukawi Lempar Senyum saat Ditanya Pilkada Semarang

Regional
Embarkasi Padang Berangkatkan 6.592 Jemaah Haji Mulai 12 Mei 2024

Embarkasi Padang Berangkatkan 6.592 Jemaah Haji Mulai 12 Mei 2024

Regional
Gibran Beberkan Pertemuannya dengan Tony Blair di Jakarta, Apa Saja yang Dibicarakan?

Gibran Beberkan Pertemuannya dengan Tony Blair di Jakarta, Apa Saja yang Dibicarakan?

Regional
Mayat Wanita Tanpa Busana dan Leher Terlilit Kabel Ditemukan di Pinggir Jalan Kampar

Mayat Wanita Tanpa Busana dan Leher Terlilit Kabel Ditemukan di Pinggir Jalan Kampar

Regional
Respons Gibran soal Tak Ada Bukti Jokowi Intervensi Perubahan Syarat Pencalonan Capres-cawapres 2024

Respons Gibran soal Tak Ada Bukti Jokowi Intervensi Perubahan Syarat Pencalonan Capres-cawapres 2024

Regional
Bandara Sam Ratulangi Dibuka Normal Setelah Gunung Ruang Berstatus Siaga

Bandara Sam Ratulangi Dibuka Normal Setelah Gunung Ruang Berstatus Siaga

Regional
Motif Duel Maut 2 Pemuda di Banyumas, Bermula Saling Tantang

Motif Duel Maut 2 Pemuda di Banyumas, Bermula Saling Tantang

Regional
377 Warga Lembata Digigit Anjing Selama 4 Bulan

377 Warga Lembata Digigit Anjing Selama 4 Bulan

Regional
Istri Melahirkan di RS, Oknum Polisi di Surabaya Cabuli Anak Tiri Selama 4 Tahun

Istri Melahirkan di RS, Oknum Polisi di Surabaya Cabuli Anak Tiri Selama 4 Tahun

Regional
Presiden Jokowi Dorong Produktivitas dan Harga Jagung Ditingkatkan

Presiden Jokowi Dorong Produktivitas dan Harga Jagung Ditingkatkan

Regional
Diduga Hendak Dirampok, Pengendara di Pekanbaru Dipepet 3 Mobil dan 1 Motor

Diduga Hendak Dirampok, Pengendara di Pekanbaru Dipepet 3 Mobil dan 1 Motor

Regional
Viral, Video Mobil Pelat Merah Isi BBM Bersubsidi di Pertamina Semarang

Viral, Video Mobil Pelat Merah Isi BBM Bersubsidi di Pertamina Semarang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com