Viral, Sekelompok Siswi SMAN di Wakatobi Persekusi Seorang Siswa, yang Lain Merekam dan Menonton

Kompas.com - 23/10/2021, 11:55 WIB
Sebuah video yang memperlihat sekelompok siswi persekusi seorang siswadi kabupaten wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), viral di media sosial, Sabtu (23/10/2021). Pelaku persekusi sedang berada di SMA 1 untuk melakukan mediasi. DEFRIATNO NEKESebuah video yang memperlihat sekelompok siswi persekusi seorang siswadi kabupaten wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), viral di media sosial, Sabtu (23/10/2021). Pelaku persekusi sedang berada di SMA 1 untuk melakukan mediasi.


WAKATOBI, KOMPAS.com – Sebuah video yang memperlihat sekelompok siswi mempersekusi seorang siswa di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), viral di media sosial, Sabtu (23/10/2021).

Video yang berdurasi sekitar 31 menit tersebut memperlihat beberapa siswi memukuli seorang siswa yang sedang duduk di rerumputan.

Belakangan diketahui sekelompok siswi tersebut merupakan siswi SMA Negeri 2 Wangi-wangi, sedangkan siswa korban persekusi dari SMA Negeri 1 Wangi-wangi.

“Saya tegaskan kepada pihak SMA Negeri 1 Wangi-wangi dan SMA Negeri 2 Wangi-wangi untuk mengambil tegas terhadap kejadian ini,” kata Kepala Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Masidi, Sabtu (23/10/2021).

Baca juga: 4 Fakta Wagub Lampung Diteror Pinjol, Diteror hingga Polisi Turun Tangan

Peristiwa persekusi tersebut terjadi ketika pelajaran sekolah sedang berlangsung.

Terlihat seorang siswi memegang rambut seorang siswa yang sedang duduk dan mengeluarkan kalimat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak lama kemudian, siswi tersebut melakukan penganiayaan terhadap siswa tersebut. Lalu diikuti siswi yang lainnya.

Beberapa siswa lainnya bukannya melerai, malah menonton dan merekamnya dengan ponselnya, sehingga video tersebut menjadi viral di media sosial.

Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra di Wakatobi kemudian melakukan upaya mediasi bersama dengan pihak sekolah SMA Negeri 1 Wangiwangi dan SMA Negeri 2 Wangiwangi.

Baca juga: Brigadir NP, Polisi yang Banting Mahasiswa Dimutasi Jadi Bintara dan Penjara

“Saya berharap kejadian ini terjadi untuk yang terakhir kalinya, karena ini sangat menciderai pendidikan di Wakatobi,” ujar Masidi.

Masidi mengaku, peristiwa ini belum diketahui secara pasti penyebab terjadi persekusi tersebut karena belum ada keterangan dari korban sendiri.

Sementara keluarga korban yang tidak terima dengan peristiwa persekusi tersebut langsung melaporkan ke kantor polisi terdekat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus, Pengungsi Butuh Masker, Makanan, Selimut, hingga Air Bersih

Gunung Semeru Meletus, Pengungsi Butuh Masker, Makanan, Selimut, hingga Air Bersih

Regional
Gempa 6,2 Magnitudo Guncang Talaud Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 6,2 Magnitudo Guncang Talaud Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
'Saya Tak Pikir soal Harta, yang Penting Hanya Selamat dari Awan Panas'

"Saya Tak Pikir soal Harta, yang Penting Hanya Selamat dari Awan Panas"

Regional
Cerita Anggota DPR Asal Sumbar Sosialisasikan Vaksinasi ke Pelosok hingga Ditantang Warga

Cerita Anggota DPR Asal Sumbar Sosialisasikan Vaksinasi ke Pelosok hingga Ditantang Warga

Regional
Penglihatan Joko Santoso Masih Hitam Putih Setelah 3 Bulan Vaksin, Ini Permintaan Pemkot hingga Penjelasan KIPI

Penglihatan Joko Santoso Masih Hitam Putih Setelah 3 Bulan Vaksin, Ini Permintaan Pemkot hingga Penjelasan KIPI

Regional
Terlibat Aborsi, Polisi Pacar Mahasiswi yang Bunuh Diri di Makam Ayahnya Terancam Dipecat

Terlibat Aborsi, Polisi Pacar Mahasiswi yang Bunuh Diri di Makam Ayahnya Terancam Dipecat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Prabowo Digugat Eks Kader Gerindra Rp 501 Miliar | Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas

[POPULER NUSANTARA] Prabowo Digugat Eks Kader Gerindra Rp 501 Miliar | Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas

Regional
Ingatkan Pengendara agar Tak Terobos Perlintasan Saat KA Akan Lewat, Petugas Justru Dikeroyok

Ingatkan Pengendara agar Tak Terobos Perlintasan Saat KA Akan Lewat, Petugas Justru Dikeroyok

Regional
Kakek Muslim di Minahasa Selatan Sulut Hibahkan Tanahnya ke Gereja

Kakek Muslim di Minahasa Selatan Sulut Hibahkan Tanahnya ke Gereja

Regional
Pemeran Video Porno di Bandara YIA Terungkap dan Telah Ditangkap, Ini Fakta-faktanya

Pemeran Video Porno di Bandara YIA Terungkap dan Telah Ditangkap, Ini Fakta-faktanya

Regional
Dampak Letusan Gunung Semeru, Puluhan Orang Luka Bakar, Rumah dan Jembatan Ambruk

Dampak Letusan Gunung Semeru, Puluhan Orang Luka Bakar, Rumah dan Jembatan Ambruk

Regional
Polisi Pacar Mahasiswi yang Meninggal di Pusara Ayahnya Ditahan, Dijerat Pasal Aborsi

Polisi Pacar Mahasiswi yang Meninggal di Pusara Ayahnya Ditahan, Dijerat Pasal Aborsi

Regional
Korban Terdampak Erupsi Gunung Semeru Dapat 22.184 Paket Bantuan dari Pemprov Jatim

Korban Terdampak Erupsi Gunung Semeru Dapat 22.184 Paket Bantuan dari Pemprov Jatim

Regional
Erupsi Gunung Semeru, 8 Penambang Pasir Diduga Terjebak di Kantor, Disebut Sempat Kirim Video Minta Tolong

Erupsi Gunung Semeru, 8 Penambang Pasir Diduga Terjebak di Kantor, Disebut Sempat Kirim Video Minta Tolong

Regional
Kesetrum, Penjaga Sekolah di Ambon Tewas Terjatuh dari Plafon Sekolah

Kesetrum, Penjaga Sekolah di Ambon Tewas Terjatuh dari Plafon Sekolah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.