Staf Khusus Wantannas Gadungan Tipu Warga Surabaya dan Jember, Korban Setor Rp 2 Miliar Demi Lolos Taruna Akpol

Kompas.com - 22/10/2021, 16:16 WIB
Kombes Pol Gatot Repli Handoko Kabid Humas Polda Jatim dan Wadirreskrimum polda jatim, AKBP Ronald Purba Saat Melakukan Pers Rilis Ungkap Kasus Penipuan Seleksi Taruna Akpol Tahun 2021 di Mapolda Jatim, Jum'at (22/10/2021). KOMPAS.COM/MUCHLISKombes Pol Gatot Repli Handoko Kabid Humas Polda Jatim dan Wadirreskrimum polda jatim, AKBP Ronald Purba Saat Melakukan Pers Rilis Ungkap Kasus Penipuan Seleksi Taruna Akpol Tahun 2021 di Mapolda Jatim, Jum'at (22/10/2021).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - HNA (40), warga Surabaya, Jawa Timur diamankan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim atas kasus penipuan.

Ia mengaku sebagai staf khusus di Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas). Kepada dua korban yakni warga Jember dan Surabaya, HNA meminta sejumlah uang sebagai jaminana untuk diloloskan menjadi Taruna Akpol angkatan tahun 2021.

Uang diminta cukup banyak yakni masing-masing orang menyerahkan uang Rp 1 miliar kepada HNA. Dari 2 korban, pria berusia 40 tahun itu menerima uang Rp 2 miliar.

Baca juga: Demi Lolos Taruna Akpol Bayar Rp 1 Miliar, Ternyata Ditipu Staf Khusus Wantannas Gadungan

"Namun, setelah uang diserahkan, peserta dinyatakan tidak lulus dan sampai sekarang uang tersebut belum dikembalikan," ungkap Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko saat pres rilis di Mapolda Jatim, Jumat (22/10/2021).

Kepada para korban, HNA menjanjikan anak korban akan dimasukkan melalui jalur khusus tanpa tes. Ia mengaku bisa melakukan hal tersebut karena memiliki kenalan pejabat Polri.

"Tersangka ini kemudian menjanjikan akan membantu memasukkan anak korban melalui jalur kuota khusus tanpa tes karena tersangka HNA mengaku mempunyai kenalan Pejabat Polri," kata Gatot.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Jaksa Gadungan Tipu Warga Rp 256 Juta, Mengaku Direktur di Kejaksaan Agung hingga Ditangkap di Bali

Tertarik dengan tawaran pelaku, dua korban itu pun menyerahkan uang masing-masing Rp 1 miliar secara bertahap.

Setelah ditunggu beberapa waktu ternyata jalur kuota yang dijanjikan oleh HNA tak ada kejelasan. Nama dari anak dua korban tersebut juga tidak masuk atau gagal menjadi peserta seleksi penerimaan Akpol 2021.

Bilyet giro tak bisa dicairkan

Karena tak ada kepastian, dua korban meminta pelaku untuk mengembalikan uang mereka.

HNA kemudian menyerahkan billet giro namun korban tak bisa mencairkan karena rekeningnya sudah tutup.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Bakal Dengarkan Vonis Hakim Malam Ini

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Bakal Dengarkan Vonis Hakim Malam Ini

Regional
Jaksa Banding terhadap Vonis 4 Terdakwa Korupsi Pembangunan Masjid Sriwijaya

Jaksa Banding terhadap Vonis 4 Terdakwa Korupsi Pembangunan Masjid Sriwijaya

Regional
Ganjar Pastikan Covid-19 Varian Omicron Belum ditemukan di Jateng

Ganjar Pastikan Covid-19 Varian Omicron Belum ditemukan di Jateng

Regional
Terjebak Banjir Saat Diksar, Dua Mahasiswi IAIN Parepare Tewas, Ini Kronologinya

Terjebak Banjir Saat Diksar, Dua Mahasiswi IAIN Parepare Tewas, Ini Kronologinya

Regional
Larang ASN Cuti Saat Nataru, Wali Kota Blitar: Kalau Telanjur Harus Dibatalkan

Larang ASN Cuti Saat Nataru, Wali Kota Blitar: Kalau Telanjur Harus Dibatalkan

Regional
Kronologi Pemuda Tusuk Teman Pakai Anak Panah, Bermula dari Masalah Asmara

Kronologi Pemuda Tusuk Teman Pakai Anak Panah, Bermula dari Masalah Asmara

Regional
5 Hal Seputar PPKM Level 3 Saat Libur Nataru di Jabar: Ratusan Lokasi Wisata Akan Ditutup, Ada Pemeriksaan Surat Vaksin di Pintu Tol hingga 'Jalur Tikus'

5 Hal Seputar PPKM Level 3 Saat Libur Nataru di Jabar: Ratusan Lokasi Wisata Akan Ditutup, Ada Pemeriksaan Surat Vaksin di Pintu Tol hingga "Jalur Tikus"

Regional
Dihantam Ombak Tinggi, KM Entebe Expres Kandas

Dihantam Ombak Tinggi, KM Entebe Expres Kandas

Regional
Hujan Deras Sebabkan Longsor di Kecamatan Sangkapura Bawean Gresik

Hujan Deras Sebabkan Longsor di Kecamatan Sangkapura Bawean Gresik

Regional
Suara Buruh di Jateng Jelang Penetapan UMK 2022: Pak Ganjar Naikkan Upah, Gae Sangu Rabi

Suara Buruh di Jateng Jelang Penetapan UMK 2022: Pak Ganjar Naikkan Upah, Gae Sangu Rabi

Regional
31 Siswa dan 6 Guru Positif Covid-19, PTM 15 Sekolah di Denpasar Dihentikan Dua Pekan

31 Siswa dan 6 Guru Positif Covid-19, PTM 15 Sekolah di Denpasar Dihentikan Dua Pekan

Regional
Pengeroyokan Remaja di Malang, 4 Pelaku Ditangkap, 1 Orang Masih di Bawah Umur

Pengeroyokan Remaja di Malang, 4 Pelaku Ditangkap, 1 Orang Masih di Bawah Umur

Regional
Banjir di Kalsel Meluas, Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat

Banjir di Kalsel Meluas, Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat

Regional
Selebgram Timbulkan Kerumunan Saat PPKM, Divonis Denda Rp 12 Juta

Selebgram Timbulkan Kerumunan Saat PPKM, Divonis Denda Rp 12 Juta

Regional
Pembangunan Rumah Khusus Warga Terdampak Sirkuit Mandalika Ditargetkan Rampung 2022

Pembangunan Rumah Khusus Warga Terdampak Sirkuit Mandalika Ditargetkan Rampung 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.