Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dampak Gempa Malang, Kanopi Mushala Ambruk dan Plafon Sebuah Kantor Desa di Blitar Rusak

Kompas.com - 22/10/2021, 12:02 WIB
Asip Agus Hasani,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

BLITAR, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar sementara menerima laporan adanya kerusakan ringan bangunan fasilitas umum di dua lokasi berbeda.

Humas BPBD Lukman Rubai mengatakan, hingga sekitar 1,5 jam setelah gempa  yang terjadi pukul 09.21 WIB tadi pihaknya sementara menerima adanya dua kerusakan sedang dan ringan pada bangunan fasilitas umum.

Laporan pertama, kata Lukman, berupa ambruknya kanopi teras mushala di kompleks Kantor Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar.

Baca juga: Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kabupaten Malang

"Sepertinya kanopi tidak kuat menahan beban genteng atap bangunan utama yang melorot dan menimpa teras," kata Lukman, saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (22/10/2021).

Pihaknya juga menerima satu lagi laporan terjadinya kerusakan akibat gempa magnitudo 5,1 yang berpusat di barat daya Kabupaten Malang itu.

"Baru saja kami menerima laporan kerusakan ringan berupa rusaknya plafon Kantor Desa Serang di Kecamatan Panggungrejo. Tapi, infonya plafon tidak sampai rontok atau jatuh," jelasnya.

Dua lokasi di mana kerusakan terjadi itu sama-sama berada di wilayah selatan Kabupaten Blitar.

Baca juga: Gempa di Malang Terasa hingga Blitar, Warga Sempat Berhamburan Keluar Rumah

Lukman mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pendataan kemungkinan adanya kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Dia mengaku belum menerima laporan adanya kerusakan rumah milik warga di wilayah Kabupaten Blitar. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Angkat Kasus Pengadaan Laptop Fiktif Rp 1,7 M di BPBD Banten

Polisi Angkat Kasus Pengadaan Laptop Fiktif Rp 1,7 M di BPBD Banten

Regional
Pilgub NTB, Gerindra Sumbawa Deklarasi Dukungan untuk Bupati Lombok Tengah

Pilgub NTB, Gerindra Sumbawa Deklarasi Dukungan untuk Bupati Lombok Tengah

Regional
Gunung Ile Lewotolok Diguncang 55 Kali Gempa Letusan Disertai Hujan Abu

Gunung Ile Lewotolok Diguncang 55 Kali Gempa Letusan Disertai Hujan Abu

Regional
Selama Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Semarang Tembus 348 Ribu Pengunjung

Selama Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Semarang Tembus 348 Ribu Pengunjung

Regional
Hasto Sebut Jokowi Tak Bisa Langsung Bertemu Megawati, Gibran: Silaturahmi Kok Dilarang

Hasto Sebut Jokowi Tak Bisa Langsung Bertemu Megawati, Gibran: Silaturahmi Kok Dilarang

Regional
Pria di Riau Ditangkap Usai Unggah Video Editan 'MK Diskualifikasi Prabowo-Gibran'

Pria di Riau Ditangkap Usai Unggah Video Editan "MK Diskualifikasi Prabowo-Gibran"

Regional
Polisi Bongkar Makam Eks Casis TNI AL di Pemakaman Covid-19 Sawahlunto

Polisi Bongkar Makam Eks Casis TNI AL di Pemakaman Covid-19 Sawahlunto

Regional
Pernah Digigit Anjing, Satu Warga Sikka Meninggal di Puskesmas dengan Gejala Rabies

Pernah Digigit Anjing, Satu Warga Sikka Meninggal di Puskesmas dengan Gejala Rabies

Regional
Mantan Kapolda NTT Daftar Jadi Bakal Calon Gubernur di Partai Gerindra

Mantan Kapolda NTT Daftar Jadi Bakal Calon Gubernur di Partai Gerindra

Regional
Tradisi Lebaran Topat di Mataram, Warga Ziarah ke Makam hingga Berebut Ketupat Agung

Tradisi Lebaran Topat di Mataram, Warga Ziarah ke Makam hingga Berebut Ketupat Agung

Regional
Menikmati Bakso Balungan Mak Jah, Kuliner Legendaris yang Jadi Buruan Warga Demak

Menikmati Bakso Balungan Mak Jah, Kuliner Legendaris yang Jadi Buruan Warga Demak

Regional
Pembunuh Ibu dan Anak di Palembang Terancam Hukuman Mati

Pembunuh Ibu dan Anak di Palembang Terancam Hukuman Mati

Regional
Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Palembang, Pelaku Mantan Karyawan Suami Korban

Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Palembang, Pelaku Mantan Karyawan Suami Korban

Regional
Kota Semarang Dapat Aduan THR Lebaran Terbanyak di Jateng

Kota Semarang Dapat Aduan THR Lebaran Terbanyak di Jateng

Regional
Penyebab Menurunnya Jumlah Wisatawan di Magelang Saat Libur Lebaran 2024

Penyebab Menurunnya Jumlah Wisatawan di Magelang Saat Libur Lebaran 2024

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com