Polda Jateng Buka Nomor Aduan untuk Korban Teror Pinjol Ilegal

Kompas.com - 21/10/2021, 17:11 WIB
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M. Iqbal Al-Qudusy KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAKabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M. Iqbal Al-Qudusy

SEMARANG, KOMPAS.com - Polda Jawa Tengah mengimbau kepada masyarakat agar tidak tergiur oleh tawaran pinjaman online melalui pesan lewat aplikasi WhatsApp ataupun SMS.

Sebab, penawaran pinjol tersebut bisa dipastikan ilegal alias belum terdaftar secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol M Iqbal Alqudusy meminta kepada masyarakat agar melaporkan ke kantor polisi terdekat jika terjebak oleh tawaran pinjol ilegal.

"Tidak usah direspon, karena bisa dipastikan itu pinjol ilegal. Tapi apabila sudah telanjur terjebak dengan tawaran mereka, silakan melapor ke kantor polisi terdekat," tegas Iqbal dalam siaran pers, Kamis (21/10/2021).

Baca juga: Polisi: Sistem Penagihan Pinjol Ilegal Meresahkan karena Ada Ancaman, Korbannya Depresi hingga Bunuh Diri

Masyarakat juga bisa melaporkan ke platform online Ditreskrimsus Polda Jateng melalui website resmi www.reskrimsus.jateng.polri.go.id.

Selain itu, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jateng juga membuka hotline di 024 8413 544.

Iqbal menambahkan sejumlah masyarakat yang telah menjadi korban pinjol ilegal terjebak pada transfer dana pinjaman bodong.

Pelaku pinjol ilegal mengaku sudah mengirim sejumlah uang ke korban tapi setelah dicek saldo di rekening ternyata kosong.

"Kasus seperti ini, terjadi pada ER, warga Semarang yang mengaku ditelepon pinjol dan ditransfer sejumlah 2,3 juta, tapi ternyata kosong," jelasnya.

Baca juga: Kisah Pencuri Kirim Surat dan Kembalikan Barang Curian Lewat Ojek Online, Mengaku Terjerat Pinjol

Setelah itu, pihak penagih pinjol ilegal mulai meneror korban agar segera membayar uang pinjaman.

Proses penagihan itu dilakukan dengan ancaman yang bermaksud mempermalukan korban ke seluruh kontak teleponnya dan meng-upload konten porno.

"Karena teror kasar dan merasa tertipu ER melaporkan kasus ini ke Polda Jateng. Setelah didalami Ditreskrimsus, akhirnya jaringan pelakunya terendus dan ditangkap di Yogyakarta. Kasus ini sudah digelar Selasa lalu," tambah Iqbal.

Iqbal menjelaskan teror pinjol dilakukan karena menargetkan tekanan psikologis pada korbannya.

Bahkan, di Wonogiri korban secara tragis terpaksa harus mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

"Seperti kasus pada awal Oktober lalu, seorang ibu rumah tangga berinisial WPS (38), Wonogiri, Jawa Tengah meninggal akibat bunuh diri. Dia diduga nekat mengakhiri hidupnya usai tak tahan diteror penagih utang dari pinjaman online (pinjol) ilegal," ungkap Iqbal.

Iqbal menjelaskan penagih pinjol tak ragu menggunakan berbagai cara untuk memeras korbannya disertai teror ancaman.

Baca juga: Kantor Penagihan Pinjol yang Digerebek Polisi di Kalsel Sudah Beroperasi 2 Bulan

Untuk itu, masyarakat diminta tidak ragu melaporkan teror pinjol ke kepolisian terdekat.

Polisi akan menindak kejahatan pinjol ilegal yang sudah banyak memakan korban di Jawa Tengah.

"Aturan hukum terkait pinjol ilegal sudah jelas. Polisi akan memberantas kejahatan jenis ini karena sudah sangat meresahkan masyarakat. Untuk itu jangan ragu untuk melapor ke polisi," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Gibran Main Bulu Tangkis Bareng Sigit Budiarto, Begini Hasil Akhirnya

Saat Gibran Main Bulu Tangkis Bareng Sigit Budiarto, Begini Hasil Akhirnya

Regional
Briptu BH Tertembak di Bagian Pipi Saat Amankan Bentrokan di Maluku Tengah

Briptu BH Tertembak di Bagian Pipi Saat Amankan Bentrokan di Maluku Tengah

Regional
KM Pantokrator Keluarkan Kepulan Asap Saat Berlabuh di Samarinda, Penumpang Panik

KM Pantokrator Keluarkan Kepulan Asap Saat Berlabuh di Samarinda, Penumpang Panik

Regional
Gubernur Riau Gandeng ICC untuk Kembangkan Komoditas Kelapa

Gubernur Riau Gandeng ICC untuk Kembangkan Komoditas Kelapa

Regional
Rugikan Negara Rp 11 Miliar, Mantan Ketua KONI Bengkulu Divonis 11 Tahun

Rugikan Negara Rp 11 Miliar, Mantan Ketua KONI Bengkulu Divonis 11 Tahun

Regional
Pegadaian : Barang yang Bisa Digadai, Syarat, dan Ciri Usaha Gadai Gelap

Pegadaian : Barang yang Bisa Digadai, Syarat, dan Ciri Usaha Gadai Gelap

Regional
Lima Tahanan yang Kabur di Tanggamus Lampung Ternyata Komplotan Spesialis Pencurian Warung

Lima Tahanan yang Kabur di Tanggamus Lampung Ternyata Komplotan Spesialis Pencurian Warung

Regional
Sengketa Lahan, Penyebab Bentrok di Maluku Tengah yang Menewaskan 2 Warga dan Lukai 1 Polisi

Sengketa Lahan, Penyebab Bentrok di Maluku Tengah yang Menewaskan 2 Warga dan Lukai 1 Polisi

Regional
'Kami Minta Masyarakat Tidak Menyebarkan Foto dan Video Situasi Bentrok dan Kondisi Korban'

"Kami Minta Masyarakat Tidak Menyebarkan Foto dan Video Situasi Bentrok dan Kondisi Korban"

Regional
Anggotanya Perkosa Mahasiswi, Kapolresta Banjarmasin Minta Maaf

Anggotanya Perkosa Mahasiswi, Kapolresta Banjarmasin Minta Maaf

Regional
Seorang Polisi Tertembak Saat Mengamankan Bentrokan Warga di Maluku Tengah, Begini Kondisinya

Seorang Polisi Tertembak Saat Mengamankan Bentrokan Warga di Maluku Tengah, Begini Kondisinya

Regional
Polisi Amankan 8 Truk Ekspedisi Berstiker Pertamina Bawa Barang Bekas Ilegal dari Malaysia

Polisi Amankan 8 Truk Ekspedisi Berstiker Pertamina Bawa Barang Bekas Ilegal dari Malaysia

Regional
Mendagri Malaysia Kunjungi Kampung Asalnya di Kampar Riau, Makan 'Bajambau' di Masjid Tanpa Paku

Mendagri Malaysia Kunjungi Kampung Asalnya di Kampar Riau, Makan "Bajambau" di Masjid Tanpa Paku

Regional
Bentrok 2 Desa di Maluku Tengah, Polisi Minta Warga Tahan Diri

Bentrok 2 Desa di Maluku Tengah, Polisi Minta Warga Tahan Diri

Regional
Profil Cipto Mangunkusumo dan Perjuangan Memberantas Wabah Pes di Malang

Profil Cipto Mangunkusumo dan Perjuangan Memberantas Wabah Pes di Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.