Eks Kades Korupsi Rp 695 Juta untuk Biaya 2 Kali Nikah dan Langsung Cerai, Sisa Duit Digandakan ke Dukun

Kompas.com - 21/10/2021, 16:35 WIB
Ilustrasi korupsi ShutterstockIlustrasi korupsi

SERANG, KOMPAS.com - Yusro (44), mantan Kepala Desa Kepandean, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, menggunakan uang hasil korupsi untuk biaya dua kali nikah.

Uang hasil korupsi dari dana desa tahun 2016-2018 sebesar Rp 695 juta itu juga dipergunakan untuk penggandaan uang.

Adapun uang yang diberikan ke dukun untuk digandakan mencapai Rp 150 juta.

Baca juga: Diduga Korupsi Dana Desa Rp 695 Juta, Mantan Kades di Banten Ditahan Polisi

"Menurut pengakuan tersangka seperti itu (untuk biaya nikah dan penggandaan uang)," kata Kasat Reskrim Polres Serang AKP David Adhi Kusuma kepada Kompas.com, Kamis (21/10/2021).

Baca juga: Bunga Fantastis Pinjol Ilegal, Pinjam Rp 5 Juta, Sebulan Wajib Kembalikan Rp 80 Juta

Lewat bendahara

David mengatakan, dari hasil pemeriksaan, uang Rp 695 juta hasil korupsi diperoleh tersangka dengan cara mencairkan dana desa melalui bendahara.

Yusro mengaku uang itu akan digunakan untuk proyek pembangunan dan pembayaran tunjangan pegawai.

Namun, sejumlah proyek ternyata dilaksanakan atau fiktif dan uang dipergunakan oleh tersangka untuk kepentingan pribadinya.

Untuk diketahui, pada tahun 2016, Desa Kepandean mendapatkan alokasi dana desa sebesar Rp 936.864.100. Namun, direalisasikan oleh pihak desa sebesar Rp 653.088.527.

Pada tahun 2017 Desa Kepandean kembali menerima anggaran dari pemerintah sebesar Rp 823.823.900, di mana dana yang terealisasi sebesar Rp 411.940.473.

"Pada tanggal 31 Juli 2018, saldo rekening BJB kas desa sisa Rp 75.384.765 yang seharunya saldo di dalam rekening tersebut sebesar Rp 722.044.119.  Jadi, ada selisih sebesar Rp 646.659.354 yang tidak ada pada rekening," ujar David.

Pengakuan Yusro

Yusro yang menjabat sebagai kepala desa sejak tahun 2012 hingga 2018 itu mengakui bahwa uang hasil korupsi dipergunakan untuk biaya dua kali nikah.

Namun, bahtra rumah tangganya tidak langgeng.

"Nikahnya dua kali, tapi engga (langgeng)," kata Yusro.

Terkait pencarian uang, Yusro mengaku memerintahkan bendahara desa untuk mencairkan uang menggunakan cek yang ditandatanganinya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gibran Tanggapi soal Dukungan untuk Ubedilah terkait Pelaporan Dia dan Kaesang ke KPK

Gibran Tanggapi soal Dukungan untuk Ubedilah terkait Pelaporan Dia dan Kaesang ke KPK

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 25 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 25 Januari 2022

Regional
Kapolda Papua Barat Sebut 17 Korban Terbakar Bentrok Sorong Diidentifikasi Tim DVI

Kapolda Papua Barat Sebut 17 Korban Terbakar Bentrok Sorong Diidentifikasi Tim DVI

Regional
Penyesalan Warga Kampung Miliarder Tuban Usai Jual Tanah ke Pertamina, Tak Ada Penghasilan hingga Jual Sapi

Penyesalan Warga Kampung Miliarder Tuban Usai Jual Tanah ke Pertamina, Tak Ada Penghasilan hingga Jual Sapi

Regional
Video Emak-emak Murka Kejar Pria Bermasturbasi Viral di Medsos

Video Emak-emak Murka Kejar Pria Bermasturbasi Viral di Medsos

Regional
Kakek Bunuh Istri gara-gara Sering Main HP, Jasad Dibuang ke Sungai dan Buat Laporan Palsu

Kakek Bunuh Istri gara-gara Sering Main HP, Jasad Dibuang ke Sungai dan Buat Laporan Palsu

Regional
KPK Dalami Potensi TPPU Dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur di Buru Selatan

KPK Dalami Potensi TPPU Dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur di Buru Selatan

Regional
Terungkap Motif Narapidana Bakar Mobil Pejabat Lapas Pekanbaru

Terungkap Motif Narapidana Bakar Mobil Pejabat Lapas Pekanbaru

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Januari 2022

Regional
Satu Rumah Terbakar di Permukiman Padat, Pemiliknya Sedang Menjemput Anaknya di Sekolah

Satu Rumah Terbakar di Permukiman Padat, Pemiliknya Sedang Menjemput Anaknya di Sekolah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Januari 2022

Regional
Pamit ke Kebun Sawit, Pria Ini Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Musi Rawas

Pamit ke Kebun Sawit, Pria Ini Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Musi Rawas

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Januari 2022

Regional
Kesal Korban Sibuk Main Handphone, Suami di Aceh Timur Bunuh Istri

Kesal Korban Sibuk Main Handphone, Suami di Aceh Timur Bunuh Istri

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Januari 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Januari 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.