Kompas.com - 19/10/2021, 20:03 WIB
Lilik (Gundul) terpidana kasus korupsi bansos gempa Bantul saat datang di kantor Kejati DIY bersama anggota Kejati DIY, Selasa (19/10/2021). KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWOLilik (Gundul) terpidana kasus korupsi bansos gempa Bantul saat datang di kantor Kejati DIY bersama anggota Kejati DIY, Selasa (19/10/2021).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil meringkus terpidana korupsi Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi gempa Yogyakarta tahun 2006.

Terpidana bernama Lilik Karnaen yang juga mantan dosen ini sempat kabur selama 5 tahun yakni pada 21 Desember 2016.

PLT Kepala Kejati DIY Tanti A Manurung menjelaskan, Lilik Karnaen menjadi tim koordinator ahli madya teknik sipil program rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa 2006 di Bantul.

Baca juga: 15 Tahun Gempa Yogya, Dua Sahabat Penyandang Disabilitas Tak Menyerah di Tengah Keterbatasan

Pada saat itu, Lilik bersama Lurah Dlingo, Kabupaten Bantul Juni Junaidi melakukan tindak pidana korupsi pada tahun 2007, tepatnya pada Juni 2007 sampai dengan Agustus 2007.

Kedua orang tersebut melakukan tindak pidana korupsi dengan memotong dana bantuan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa Bantul yang bersumber dari APBN.

Untuk kasus Juni Junaidi sendiri sudah diajukan secara terpisah dan sudah dieksekusi pada tahun 2013, dengan hukuman penjara selama 4 tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari sebanyak 315 kepala keluarga yang berada di Dlingo Kabupaten Bantul seharusnya mendapatkan dana bantuan masing-masing sebanyak Rp 15 juta, dilakukan pemotongan kurang lebih sebanyak 20 persen dan terkumpul sebanyak Rp 912.250.000," ujar Tanti saat ditemui di kantornya, Selasa (19/10/2021).

Ia mengungkapkan, Lilik menggunakan uang hasil menyunat dana bantuan sebesar Rp 372.750.000 dan sisanya digunakan oleh Juni.

Selanjutnya, pada 22 November 2011 kasus Lilik dilimpahkan dari Kejari Bantul ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Yogyakarta.

Lalu pada tanggal 9 Februari 2012 Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Yogyakarta dalam amar putusannya menyatakan bahwa Lilik secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan korupsi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nekat Bobol Apotek Dekat Kantor Polisi, Pria Asal Cirebon Ditangkap di Ciamis

Nekat Bobol Apotek Dekat Kantor Polisi, Pria Asal Cirebon Ditangkap di Ciamis

Regional
Korban Longsor di Toraja Utara Disemayamkan, Tangis Keluarga Pecah

Korban Longsor di Toraja Utara Disemayamkan, Tangis Keluarga Pecah

Regional
Cerita Ridwan Kamil Gaungkan Persatuan dengan Yogyakarta lewat Nama Jalan

Cerita Ridwan Kamil Gaungkan Persatuan dengan Yogyakarta lewat Nama Jalan

Regional
Ratusan Siswa AIS Pekanbaru Terpapar Covid-19, Pihak Sekolah Diperiksa Polisi

Ratusan Siswa AIS Pekanbaru Terpapar Covid-19, Pihak Sekolah Diperiksa Polisi

Regional
Pusat Data Cyber 1 Terbakar, Layanan 112 Surabaya Dialihkan Sementara

Pusat Data Cyber 1 Terbakar, Layanan 112 Surabaya Dialihkan Sementara

Regional
Jelang Natal dan Tahun Baru, Layanan Kepolisian di Semarang Beralih Virtual

Jelang Natal dan Tahun Baru, Layanan Kepolisian di Semarang Beralih Virtual

Regional
Pria yang Serahkan Diri ke Polisi Akui Bunuh Ibu dan Bayi di Kupang

Pria yang Serahkan Diri ke Polisi Akui Bunuh Ibu dan Bayi di Kupang

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 2 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 2 Desember 2021

Regional
Kemenag, PUPR, dan Polri Jadi Penerima DIPA 2022 Terbesar di Bangka Belitung

Kemenag, PUPR, dan Polri Jadi Penerima DIPA 2022 Terbesar di Bangka Belitung

Regional
Banjir HST Surut, Giliran 10 Kecamatan di HSU Kalsel Terendam

Banjir HST Surut, Giliran 10 Kecamatan di HSU Kalsel Terendam

Regional
Besok, Mensos Risma Kunjungi Pengungsi Korban Tanah Bergerak di Kalsel

Besok, Mensos Risma Kunjungi Pengungsi Korban Tanah Bergerak di Kalsel

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 2 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 2 Desember 2021

Regional
Kabur dari Kejaran Polisi, Minibus Diduga Angkut BBM Ilegal Terguling di Jalan

Kabur dari Kejaran Polisi, Minibus Diduga Angkut BBM Ilegal Terguling di Jalan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2021

Regional
Ini Pertimbangan Hakim Vonis Bebas Valencya

Ini Pertimbangan Hakim Vonis Bebas Valencya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.