"Bapak Presiden Jokowi Tolong Lihat Kami di Sini, Kami Butuh Jaringan Internet"

Kompas.com - 19/10/2021, 15:53 WIB
Siswa-siswi di SMPN Satu Atap 3 Ile Ape Timur Hamahena, Kabupaten Lembata, NTT, harus naik ke lereng gunung Ile Lewotolok untuk mengikuti ujian online, pada Selasa (19/10/2021). Dokumen sekolah untuk Kompas.comSiswa-siswi di SMPN Satu Atap 3 Ile Ape Timur Hamahena, Kabupaten Lembata, NTT, harus naik ke lereng gunung Ile Lewotolok untuk mengikuti ujian online, pada Selasa (19/10/2021).

KOMPAS.com - Pelajar SMPN Satu Atap 3 Ile Ape Timur Hamahena, Kabupaten Lembata, NTT, berharap Presiden Jokowi bisa menyediakan jaringan internet bagi mereka.

Demi bisa ujian online, para pelajar ini menantang bahaya dengan naik ke lereng Gunung Ile Lewotolok, Selasa (19/10/2021).

Padahal, gunung tersebut sedang erupsi. Harapan ini disampaikan salah satu siswi SMPN tersebut Agustina Monika Dai.

Baca juga: Demi Sinyal Internet, Pelajar SMP di NTT Terpaksa Ujian di Gunung Ile Lewotolok yang Sedang Erupsi

Ia berharap, Presiden Jokowi bisa membangun tower Telkomsel di sekitar sekolah, sehingga mereka tak perlu lagi naik ke gunung untuk mencari jaringan internet.

"Bapak Presiden Jokowi tolong lihat kami di sini. Kami butuh jaringan internet," pinta dia.

Dekat dengan bahaya

Kondisi terkini permukaan gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, NTT.DOK. PPGA Ile Lewotolok Kondisi terkini permukaan gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, NTT.

Meski rasa takut membayangi, mereka terpaksa melakukannya demi mengikuti ujian online di lereng gunung yang sedang erupsi itu.

"Memang gunung bunyi terus ini dan kami takut. Tetapi, mau bagaimana lagi. Di sini saja yang ada jaringan internet," ungkap Agustina Monika Dai, salah seorang siswi SMPN tersebut, kepada awak media, di lokasi ujian.

Ia mengaku, ia bersama teman-teman dan para guru begitu lelah saat mendaki gunung sejauh 2 kilometer.

Baca juga: Gunung Ile Lewotolok Masih Erupsi, Hari Ini 6 Kali Letusan

Namun, yang paling penting bagi mereka adalah bisa terkoneksi dengan jaringan internet agar bisa mengikuti ujian online.

"Memang cape sebenarnya, tetapi paling penting adalah kami bisa ikut ujian online ini," tutur Monika kepada awak media, di lokasi ujian.

Dari dulu hingga kini, di sekolah dan tempat tinggal mereka memang belum terkoneksi jaringan internet.

"Selama sekolah online, kami tidak bisa karena jaringan tidak ada. Sekarang karena ujian online, maka kami terpaksa naik ke lereng gunung," kata dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video 2 Siswi SMP Berkelahi dan Disaksikan Temannya Viral, Bermula Saling Ejek Saat Mau Mandi

Video 2 Siswi SMP Berkelahi dan Disaksikan Temannya Viral, Bermula Saling Ejek Saat Mau Mandi

Regional
Jumlah Rumah yang Rusak akibat Gempa di Pandeglang Bertambah

Jumlah Rumah yang Rusak akibat Gempa di Pandeglang Bertambah

Regional
Video Viral Wali Kota Bitung Ngamuk Gara-gara Pungli Rp 1 Juta di Dukcapil

Video Viral Wali Kota Bitung Ngamuk Gara-gara Pungli Rp 1 Juta di Dukcapil

Regional
28 Nelayan Aceh yang Ditangkap di Thailand Dibebaskan

28 Nelayan Aceh yang Ditangkap di Thailand Dibebaskan

Regional
Jemput Bola, Kapolres Semarang Dorong Kursi Roda Siswa SLB untuk Ikuti Vaksinasi

Jemput Bola, Kapolres Semarang Dorong Kursi Roda Siswa SLB untuk Ikuti Vaksinasi

Regional
Pidie Jaya Aceh Dilanda Banjir, Ratusan KK Terdampak

Pidie Jaya Aceh Dilanda Banjir, Ratusan KK Terdampak

Regional
Sakit Hati Setelah 3 Bulan Pisah Rumah, Suami di Konawe Selatan Tikam Istrinya hingga Tewas

Sakit Hati Setelah 3 Bulan Pisah Rumah, Suami di Konawe Selatan Tikam Istrinya hingga Tewas

Regional
Motif Anak Seret dan Tendang Ayah di NTT, Kesal karena Tak Diberi Uang Pinjaman Bank

Motif Anak Seret dan Tendang Ayah di NTT, Kesal karena Tak Diberi Uang Pinjaman Bank

Regional
Owner dan Reseller Arisan Online Fiktif Diciduk Polisi, Kerugian Korban Miliaran

Owner dan Reseller Arisan Online Fiktif Diciduk Polisi, Kerugian Korban Miliaran

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 18 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 18 Januari 2022

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 18 Januari 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 18 Januari 2022

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 18 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 18 Januari 2022

Regional
Polisi Sebut Kakek 60 Tahun yang Meninggal Diduga Dianiaya Sudah Jadi Target Penangkapan

Polisi Sebut Kakek 60 Tahun yang Meninggal Diduga Dianiaya Sudah Jadi Target Penangkapan

Regional
Sempat Nol Kasus, Muncul Klaster Covid-19 di Manggarai Timur, 7 Orang Positif Corona

Sempat Nol Kasus, Muncul Klaster Covid-19 di Manggarai Timur, 7 Orang Positif Corona

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 18 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 18 Januari 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.