Kompas.com - 19/10/2021, 14:34 WIB
Kasatreskrim Polres Rembang, AKP Hery Dwi Utomo saat ditemui Kompas.com di Kantornya, Selasa (19/10/2021) KOMPAS.COM/ARIA RUSTA YULI PRADANAKasatreskrim Polres Rembang, AKP Hery Dwi Utomo saat ditemui Kompas.com di Kantornya, Selasa (19/10/2021)

REMBANG, KOMPAS.com - Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Rembang menangkap dua orang yang diduga menyalahgunakan solar bersubsidi untuk aktivitas tambang.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Hery Dwi Utomo mengatakan, penangkapan kedua tersangka berawal dari laporan seseorang yang merasa tanahnya diserobot dan dicuri untuk kepentingan hasil tambang.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Tahunan, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang.

"Saat melakukan olah TKP di sana, mengecek lokasi yang dilaporkan oleh saudara Frans Neo Laka tersebut kami menjumpai ada pelaku tambang yang menggunakan solar bersubsidi padahal harusnya pelaku tambang itu menggunakan solar industri," ucap Hery saat ditemui Kompas.com di kantornya, Selasa (19/10/2021).

Baca juga: Diduga Timbun Solar Bersubsidi, Seorang Warga Ditangkap Polisi

Tanpa butuh waktu lama, polisi mengamankan barang bukti dan menangkap kedua tersangka untuk dibawa ke Mapolres Rembang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah memeriksa saksi-saksi dan melakukan gelar perkara, kedua pelaku ditetapkan sebagai tersangka.

"Tersangka inisial S merupakan orang yang membeli solar bersubsidi, sementara inisial R yang menggunakan solar. Keduanya warga Tahunan, Kecamatan Sale," kata Hery.

Hery menjelaskan, kedua tersangka diduga telah menggunakan solar subsidi untuk kepentingan penambangan sejak Juni sampai September 2021.

"Perkiraan total solar subsidi yang digunakan sekitar 12.000 liter," ujar Hery.

Akibat perbuatannya tersebut, kini keduanya terancam pidana maksimal 10 tahun penjara.

"Jadi untuk kedua pelaku tersebut sementara ini kami sangkakan Pasal 55 UU RI Nomor 22 Tentang Migas yang diubah dengan UU RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja, untuk ancamannya minimal 3 Tahun maksimal 10 Tahun," terang dia.

Baca juga: Sindikat Pengedar Solar Ilegal di Tegal Ditangkap Polisi, Ini Modusnya

Selain itu, pihak kepolisian kini juga sedang mendalami dugaan adanya kasus penyerobotan tanah di daerah tersebut.

"Untuk kasus penyerobotan tanahnya ini sekitar 10 orang, termasuk dari ESDM Migas, dan dari BPN, dan dari saksi-saksi lainnya yang ada keterkaitannya dengan kasus penyerobotan tanahnya," jelas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kuli Bangunan Lecehkan Payudara Ibu Rumah Tangga untuk Cari Kepuasan, Sudah Beraksi 10 Kali

Kuli Bangunan Lecehkan Payudara Ibu Rumah Tangga untuk Cari Kepuasan, Sudah Beraksi 10 Kali

Regional
Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Blitar Turun Signifikan Selama Pandemi Covid-19

Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Blitar Turun Signifikan Selama Pandemi Covid-19

Regional
7 Tempat Hiburan Malam di JLS Serang Akhirnya Dibongkar

7 Tempat Hiburan Malam di JLS Serang Akhirnya Dibongkar

Regional
Video Lapak Pedagang di Dalam Pintu Pelintasan Kereta, Ternyata di Karawang

Video Lapak Pedagang di Dalam Pintu Pelintasan Kereta, Ternyata di Karawang

Regional
Gubernur Bali Kecam Pelecehan Kesenian Joged Bumbung, Minta Aparat dan Pemda Bertindak Tegas

Gubernur Bali Kecam Pelecehan Kesenian Joged Bumbung, Minta Aparat dan Pemda Bertindak Tegas

Regional
PT Pupuk Indonesia Optimalisasi Sisa Alokasi Pupuk Subsidi di Akhir Tahun

PT Pupuk Indonesia Optimalisasi Sisa Alokasi Pupuk Subsidi di Akhir Tahun

Regional
Vaksinasi Covid-19 di Sulawesi Utara Capai 2.305.490, Ini Rinciannya

Vaksinasi Covid-19 di Sulawesi Utara Capai 2.305.490, Ini Rinciannya

Regional
Longsor di Toraja Utara, Siswi SMP Meninggal, 5 Orang Terluka dan 3 Rumah Rusak

Longsor di Toraja Utara, Siswi SMP Meninggal, 5 Orang Terluka dan 3 Rumah Rusak

Regional
Bukan Prediksi, Ini Klarifikasi BMKG soal Potensi Tsunami 8 Meter di Cilegon

Bukan Prediksi, Ini Klarifikasi BMKG soal Potensi Tsunami 8 Meter di Cilegon

Regional
Viral soal Bayi Ditinggal di Toilet Terminal Rajabasa, Ini Cerita Sebenarnya

Viral soal Bayi Ditinggal di Toilet Terminal Rajabasa, Ini Cerita Sebenarnya

Regional
Diduga Terlilit Utang hingga Rp 1 M, Pria di Gowa Tewas Gantung Diri, Polisi: Masih Diselidiki...

Diduga Terlilit Utang hingga Rp 1 M, Pria di Gowa Tewas Gantung Diri, Polisi: Masih Diselidiki...

Regional
Pakar Imunologi Unair Ungkap Cara Hadapi Varian Omicron

Pakar Imunologi Unair Ungkap Cara Hadapi Varian Omicron

Regional
Tak Ada Libur Akhir Semester di DIY, Diganti dengan Kegiatan Pengembangan Diri Siswa

Tak Ada Libur Akhir Semester di DIY, Diganti dengan Kegiatan Pengembangan Diri Siswa

Regional
Pekerja Bongkar Muat Pingsan dan Tercebur ke Laut, lalu Hilang di Bawah Dermaga

Pekerja Bongkar Muat Pingsan dan Tercebur ke Laut, lalu Hilang di Bawah Dermaga

Regional
Dapat Amplop Sumbangan Pembangunan Musala Ternyata Uang Mainan, Panitia: Biarkan Saja...

Dapat Amplop Sumbangan Pembangunan Musala Ternyata Uang Mainan, Panitia: Biarkan Saja...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.