Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi di Pasar, Sasar Pedagang dan Pengunjung, Warga Luar Daerah Boleh Ikut

Kompas.com - 15/10/2021, 21:28 WIB
VAKSIN DI PASAR-Walikota Madiun, Maidi memantau jalannya vaksinasi pedagang dan pengunjung di Pasar Besar, salah satu pasar tradisional di Kota Madiun, Jumat (15/10/2021). KOMPAS.COM/Dokumentasi Kominfo Kota MadiunVAKSIN DI PASAR-Walikota Madiun, Maidi memantau jalannya vaksinasi pedagang dan pengunjung di Pasar Besar, salah satu pasar tradisional di Kota Madiun, Jumat (15/10/2021).


MADIUN, KOMPAS.com,- Pemerintah Kota Madiun menggelar vaksinasi massal bagi pedagang dan pengunjung di pasar tradisional dan lapak UMKM.

Kebijakan itu untuk mengendalikan penularan Covid-19 di masa PPKM level dua di kota pecel.

‘’Vaksinasi ini penting sebagai upaya Pemkot Madiun dalam melakukan pengendalian covid-19. Karena kalau ingin Covid-19 segera selesai, ya vaksinasi juga harus segera dituntaskan,” ujar Wali Kota Madiun Maidi saat mengunjungi vaksinasi gratis bagi pedagang dan pengunjung Pasar Besar Madiun, Jumat (15/10/2021).

Baca juga: Hasil Asesmen Kemenkes, 34 Daerah di Jatim Masuk Level 1, Tersisa 4 Daerah di Level 2

Inovasi vaksinasi di pasar tradisional dan lapak UMKM, kata Maidi, agar semuanya warganya segera tervaksinasi.

Terlebih saat ini presentase vaksinasi Covid-19 di Kota Madiun sudah mencapai 93 persen.

Tak hanya warga asli Kota Madiun, lanjut Maidi, seluruh warga dari luar daerah asalkan berkewarganegaraan Indonesia boleh mendapatkan program vaksin dari Pemkot Madiun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mantan Sekda Kota Madiun ini mengaku tidak mengejar presentase capaian vaksinasi.

Vaksinasi di pasar tradisional dan lapak UMKM untuk memberikan layanan kepada masyarakat yang ingin vaksinasi.

Baca juga: PPKM Level 2, Jumlah Penumpang Kereta Api di Madiun Melonjak 81 Persen

Bagi Maidi, program vaksinasi gratis di tempat-tempat keramaian dilakukan mengingat Kota Madiun merupakan pusat perbelanjaan yang menjadi tujuan banyak warga dari luar daerah.

Untuk itu program vaksinasi terus digencarkan. Dengan demikian segera terbentuk kekebalan komunal di bumi pecel.

 “Untuk capaian vaksinasi di Kota Madiun sudah 93 persen. Ini lebih untuk melayani masyarakat yang ingin vaksin Covid-19, makanya siapa saja boleh,” kata dia.

Selain di Pasar Besar, lanjut dia, Pemkot Madiun juga membuka gerai vaksinasi Covid-19 di Taman Sumber Wangi Jalan Pahlawan dan di lapak UMKM kelurahan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolres Duga Pelaku Percobaan Pembakaran Omah PSS Sleman 4 Orang, Satu Siramkan Bensin

Kapolres Duga Pelaku Percobaan Pembakaran Omah PSS Sleman 4 Orang, Satu Siramkan Bensin

Regional
DPRD Padang Panjang Anggarkan Rp 800 Juta untuk Tablet Anggota Dewan

DPRD Padang Panjang Anggarkan Rp 800 Juta untuk Tablet Anggota Dewan

Regional
Hujan dan Angin Kencang Landa Nusa Penida Bali, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Hujan dan Angin Kencang Landa Nusa Penida Bali, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Regional
Gambar Bendera Merah Putih di Baliho HUT Kopri Terbalik, Sekda Mimika: Kami Mohon Maaf

Gambar Bendera Merah Putih di Baliho HUT Kopri Terbalik, Sekda Mimika: Kami Mohon Maaf

Regional
Ratusan Siswa Terpapar Covid-19, AIS Pekanbaru Tutup 14 Hari

Ratusan Siswa Terpapar Covid-19, AIS Pekanbaru Tutup 14 Hari

Regional
Ini Detik-detik Kantor PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Ini Detik-detik Kantor PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Sumur Bor di Tuban Keluarkan Lumpur dan Gas Mudah Terbakar, Kades Sebut Bukan Kejadian Pertama

Sumur Bor di Tuban Keluarkan Lumpur dan Gas Mudah Terbakar, Kades Sebut Bukan Kejadian Pertama

Regional
Pemkab Karawang Akan Evaluasi Ormas yang Terlibat Kerusuhan

Pemkab Karawang Akan Evaluasi Ormas yang Terlibat Kerusuhan

Regional
Sedang Gali Kuburan, Arok Tiba-tiba Dibacok, Pelaku Dikeroyok Massa hingga Tewas

Sedang Gali Kuburan, Arok Tiba-tiba Dibacok, Pelaku Dikeroyok Massa hingga Tewas

Regional
Pemkot Bima Salurkan 13 Ton Beras kepada Warga Terdampak Banjir Bandang di 14 Kelurahan

Pemkot Bima Salurkan 13 Ton Beras kepada Warga Terdampak Banjir Bandang di 14 Kelurahan

Regional
Pembatalan Operasional KA Limex Sriwijaya Kembali Diperpanjang

Pembatalan Operasional KA Limex Sriwijaya Kembali Diperpanjang

Regional
Petani di Kupang Ditemukan Tewas Telungkup di Tengah Sawah, Diduga Tersambar Petir

Petani di Kupang Ditemukan Tewas Telungkup di Tengah Sawah, Diduga Tersambar Petir

Regional
Kisah Hardyan, Teknisi yang Beralih Jadi Pengusaha Ayam Petelur di NTT, Omzetnya Puluhan Juta Rupiah

Kisah Hardyan, Teknisi yang Beralih Jadi Pengusaha Ayam Petelur di NTT, Omzetnya Puluhan Juta Rupiah

Regional
Berkaca dari Kasus Bocah Autis Tewas Dianiaya Orangtua, Ketahui Ciri-ciri Anak Autis dan Cara Mengasuhnya

Berkaca dari Kasus Bocah Autis Tewas Dianiaya Orangtua, Ketahui Ciri-ciri Anak Autis dan Cara Mengasuhnya

Regional
Bantah Isu Alih Fungsi Lahan Penyebab Banjir, Bupati Garut Akui Punya Kebun di Daerah Hulu Sungai

Bantah Isu Alih Fungsi Lahan Penyebab Banjir, Bupati Garut Akui Punya Kebun di Daerah Hulu Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.