Merak Hijau Ditemukan di Proyek Bandara Kediri, Ini Kesaksian Warga Terkait Habitatnya

Kompas.com - 15/10/2021, 15:57 WIB
Burung merak hijau yang ditemukan di proyek Bandara Kediri, Jawa Timur. Dok.BKSDA KediriBurung merak hijau yang ditemukan di proyek Bandara Kediri, Jawa Timur.

KEDIRI, KOMPAS.com - Penemuan seekor burung merak hijau di Kediri, Jawa Timur, beberapa waktu lalu menjadi perbincangan.

Di antaranya soal asal usul burung yang dilindungi tersebut hingga keberadaan habitatnya di hutan wilayah Kediri.

Temuan itu bermula saat ada pekerja mendapati seekor Merak berkeliaran di sekitar proyek Bandara Kediri di kawasan Gunung Wilis, Selasa (12/10/2021).

Seusai ditangkap, burung tersebut diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Kediri.

Soal asal usulnya apakah burung peliharaan warga yang lepas atau burung liar yang tersesat di lahan proyek, BKSDA sendiri belum bisa memastikannya.

"Kita masih belum tahu asal usulnya. Saat ini fokus pada penyelamatan satwanya," ujar Kepala Resor Konservasi BKSDA Kediri, David Fathurohman saat dikonfirmasi, Kamis (14/10/2021).

David mengungkapkan, BKSDA Kediri akan mengecek lokasi penemuan satwa dilindungi itu. Mereka akan mempelajari kemungkinan habitat burung tersebut.

Habitat Burung Merak di Kediri

Soal keberadaan burung merak di kawasan hutan pegunungan wilayah Kediri, rupanya bukan isapan jempol belaka.

Baca juga: Pekerja Proyek Bandara Kediri Temukan Burung Merak Hijau, Diserahkan ke BKSDA

Beberapa saksi menyebut sempat melihat burung dengan nama ilmiah Pavo muticus itu hidup liar di kawasan Gunung Klotok.

Gunung Klotok yang mempunyai ketinggian 536 mdpl merupakan gugusan pegunungan Gunung Wilis. Puncak Wilis sendiri mencapai 2.563 mdpl.

Beberapa pengendara motor trail yang biasa berpetualang di Gunung Klotok mengaku kerap mendapati tanda-tanda keberadaan burung merak. Mereka sering mendapati bulu burung itu di wilayah itu.

Jalur pendakian Gunung Klotok Kediri, Jawa Timur.KOMPAS.com/M.AGUS FAUZUL HAKIM Jalur pendakian Gunung Klotok Kediri, Jawa Timur.
Salah satu pengendara motor trail di Kediri, Ashari, pernah beberapa kali mendapati bulu merak di lokasi tersebut.

"Lihat burungnya secara langsung belum pernah. Tapi kalau bulunya, sering menjumpainya. Tahun lalu juga lihat bulu itu," ujar Ashari yang juga anggota DPRD Kota Kediri ini dihubungi, Jumat (15/10/2021).

Seorang warga yang tinggal di dekat Gunung Klotok, Imam Mahmudi mengaku beberapa kali melihat langsung burung merak di wilayah itu.

Bahkan, Imam pernah menolong seekor burung merak yang terjebak kebakaran hutan.

Imam yang sedang mencari bahan tanaman bonsai di hutan melihat empat ekor merak. Salah satu burung itu terpisah dari kawanannya dan terjebak di lokasi kebakaran hutan.

 

Imam lalu menghalau burung itu menjauh dari titik api. 

"Berhadapan dengan burung merak di hutan itu bikin hati berdebar. Auranya sangat kuat. Itu kejadian tahun lalu," ujar Imam Mahmudi saat ditemui di rumah sekaligus warungnya di kawasan Lebak Tumpang Kota Kediri, Jumat (15/10/2021).

Meski tahu keberadaan burung itu, Imam tak pernah berpikir untuk menangkapnya, apalgi membawanya pulang.

Imam tahu satwa tersebut dilindungi undang-undang. Menangkap burung itu hanya akan mempersulit diri sendiri.

"Ngeri ah. Takutnya dipenjara," lanjutnya.

Alasan itu pula yang membuat Imam merahasiakan lokasi di mana ia menemukan burung tersebut. Tujuannya sederhana, ingin burung itu lestari.

"Aku sendiri enggak suka kalau ada yang memburunya," ungkapnya.

Baca juga: 2 Tahun Dilarang Mangkal, PKL di Kediri: Kami Mau Dagang untuk Makan, Bukan Memperkaya Diri

Perlindungan Burung Merak

Burung merak merupakan bagian dari jenis satwa yang dilindungi hukum. Butuh izin untuk memelihara burung tersebut.

Hal itu diatur dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Lalu, bagaimana dengan memungut bulu merak yang ditemukan terserak di hutan?

Aktivis lingkungan dari Profauna, Rosek Nursahid mengatakan, perlindungan itu sifatnya menyeluruh.

Artinya tidak hanya merak yang masih hidup, dalam kondisi mati maupun bagian-bagian tubuhnya juga dilindungi.

"Tetap tidak diperbolehkan karena dilindungi," ujar Rosek dalam sambungan telepon, Jumat.

Kepala Konservasi Wilayah BKSDA Kediri David Fathurohman juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, bentuk perlindungan satwa tersebut tidak bersifat parsial.

"Bulu, kulit, empedu, daging dan lain-lainnya termasuk dari bagian bagian satwa yang dilindungi. Peraturan masih belum membolehkan pemanfaatannya tanpa izin." ujar David.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Gunakan APD, Pekerja Jatuh dari Tower Saat Pasang Penguat Sinyal

Tak Gunakan APD, Pekerja Jatuh dari Tower Saat Pasang Penguat Sinyal

Regional
Kejar Capaian Vaksinasi 100 Persen, Ini Upaya yang Dilakukan Pemkab Rejang Lebong

Kejar Capaian Vaksinasi 100 Persen, Ini Upaya yang Dilakukan Pemkab Rejang Lebong

Regional
Pemerkosa Anak Kandung di Salatiga Dituntut 18 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Pemerkosa Anak Kandung di Salatiga Dituntut 18 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Regional
Tes Acak Penumpang Pesawat di Bandara Supadio Pontianak, 1 Orang Positif Covid-19

Tes Acak Penumpang Pesawat di Bandara Supadio Pontianak, 1 Orang Positif Covid-19

Regional
Chat Terakhir Dj Indah Cleo ke Sang Adik, Kabari Double O Club Sorong Mulai Berasap

Chat Terakhir Dj Indah Cleo ke Sang Adik, Kabari Double O Club Sorong Mulai Berasap

Regional
'Kami Selaku Orangtua Bangga, karena Dia Gugur Saat Tugas Negara'

"Kami Selaku Orangtua Bangga, karena Dia Gugur Saat Tugas Negara"

Regional
Ketua KONI Kampar Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Ruang Rawat Inap RSUD Bangkinang Rp 46 M

Ketua KONI Kampar Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Ruang Rawat Inap RSUD Bangkinang Rp 46 M

Regional
Detik-detik Polisi Bergelantung dan Terseret 1 Kilometer di Mobil yang Diduga Dirampas 'Debt Collector', Jatuh lalu Digilas

Detik-detik Polisi Bergelantung dan Terseret 1 Kilometer di Mobil yang Diduga Dirampas "Debt Collector", Jatuh lalu Digilas

Regional
Bentrokan di Sorong, 2 Tersangka Pertikaian di Double O Berasal dari Satu Kelompok

Bentrokan di Sorong, 2 Tersangka Pertikaian di Double O Berasal dari Satu Kelompok

Regional
Bupati Blora soal Dugaan Kejanggalan Tes Perades: Kalau Ada yang Tidak Puas, Silakan Menggugat

Bupati Blora soal Dugaan Kejanggalan Tes Perades: Kalau Ada yang Tidak Puas, Silakan Menggugat

Regional
Sosok DJ Indah Cleo yang Tewas Saat Bentrokan di Sorong, Baru 3 Hari Kerja di Double O Club

Sosok DJ Indah Cleo yang Tewas Saat Bentrokan di Sorong, Baru 3 Hari Kerja di Double O Club

Regional
DJ Indah Cleo Dikabarkan Jadi Korban Bentrokan di Sorong, Begini Cara Polisi Lakukan Tes DNA

DJ Indah Cleo Dikabarkan Jadi Korban Bentrokan di Sorong, Begini Cara Polisi Lakukan Tes DNA

Regional
Cerita di Balik Permohonan Suntik Mati Nazaruddin Razali yang Ditolak Pengadilan, Ada Keramba yang Direlokasi

Cerita di Balik Permohonan Suntik Mati Nazaruddin Razali yang Ditolak Pengadilan, Ada Keramba yang Direlokasi

Regional
Diduga Terima Suap Rp 1,4 M dari Proyek Pembangunan Rumah MBR, ASN di NTT Ditahan

Diduga Terima Suap Rp 1,4 M dari Proyek Pembangunan Rumah MBR, ASN di NTT Ditahan

Regional
Satu dari 5 Warga Batam Probable Omicron Bagian Rombongan Kunjungan Kerja Presiden Jokowi

Satu dari 5 Warga Batam Probable Omicron Bagian Rombongan Kunjungan Kerja Presiden Jokowi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.