PALU, KOMPAS.com - Seorang oknum polisi berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) AG harus berurusan dengan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng).
Pasalnya, oknum polisi yang bertugas di Direktorat Samapta Polda Sulteng itu menipu calon siswa bintara Polri tahun 2019-2020.
Baca juga: Tersangkut Kasus Kepemilikan Narkoba, Seorang Oknum Polisi di Kalsel Dipecat
Kasubdit Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sulteng Kompol Sugeng Lestari mengatakan, kasus penipuan calon siswa bintara Polri ini terungkap setelah korbannya melapor ke polisi.
"Kasus sementara ditangani rekan-rekan Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum), bahkan sudah ada tujuh warga yang melapor ke kami, semuanya sementara diproses,“ ungkap Sugeng Lestari saat dihubungi wartawan, Kamis (14/10/2021).
Sugeng menjelaskan, sejauh ini polisi baru menerima laporan dari tujuh korban.
"Tiga perkara telah diproses secara pro-justitia, nanti terlapor maupun saksi-saksinya akan diperiksa. Setelah itu dilanjutkan dengan penetapan tersangka,“ katanya.
Bripka AG, kata Sugeng, menjanjikan bisa meluluskan tes akademik masuk bintara Polri dengan meminta sejumlah uang kepada korban.
AG meminta uang hingga ratusan juta rupiah kepada korbannya. Uang tersebut ditransfer korban ke rekening pribadi AG.
Baca juga: Pelajar SMP Diduga Dianiaya Oknum Polisi hingga Patah Kaki, Ini Penjelasan Polda Bali
Sugeng menambahkan, kasus dugaan penipuan calon siswa bintara Polri saat ini ditangani Ditreskrimum Polda Sulteng.
Petugas akan masih mencari siapa saja pelaku yang terlibat di dalamnya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.