Kompas.com - 14/10/2021, 17:06 WIB
Kepala Seksi Disiplin dan Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Blora, Yusuf Fitri saat ditemui Kompas.com di Kantornya, Kamis (14/10/2021) KOMPAS.com/ARIA RUSTA YULI PRADANAKepala Seksi Disiplin dan Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Blora, Yusuf Fitri saat ditemui Kompas.com di Kantornya, Kamis (14/10/2021)

BLORA, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora telah memanggil oknum guru yang diduga memanipulasi data agar lolos menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Kepala Seksi Disiplin dan Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Blora Yusuf Fitri mengatakan, sudah memanggil oknum guru yang diduga memanipulasi data.

"Sesuai dengan pengakuannya memang telah meminta kepada sekolah untuk membuatkan surat penugasan yang tidak semestinya, yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada," ujar Yusuf saat ditemui Kompas.com di Kantornya, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Oknum Guru yang Terekam Saat Lecehkan Siswi Ditetapkan sebagai Tersangka

Meski sudah memanggil oknum guru tersebut, Yusuf mengaku belum memeriksa dugaan pelanggaran yang dilakukan.

"Kita belum resmi melakukan BAP (berita acara pemeriksaan), jadi sudah manggil tapi belum resmi melakukan BAP. Nah BAP ini kan berjenjang, kami ada Kabid (kepala bidang), sekdin (sekretaris dinas) dan kepala dinas," kata dia.

Apabila oknum guru tersebut terbukti melakukan manipulasi data, maka sanksi kategori berat akan dikenakannya sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena yang bersangkutan adalah kepala sekolah, yang bersangkutan adalah PNS, ini kan di kami ada PP Disiplin, itu mungkin ranah yang akan kita gunakan," jelas dia.

Baca juga: Oknum Guru di Blora Diduga Manipulasi Data agar Lolos PPPK, Pelaku Anak Pengawas Sekolah

Lebih lanjut, Yusuf mengungkapkan alasannya memanggi oknum guru tersebut berawal dari pengaduan yang dilakukan oleh sejumlah guru honorer alias guru tidak tetap (GTT).

Para guru honorer tersebut merasa dirugikan terkait manipulasi data yang diduga dilakukan oleh oknum guru agar lolos seleksi PPPK.

"Problemnya ketika di guru induk itu ada hal yang tidak benar, kami menemukan ternyata memang ada beberapa sekolah yang di induknya itu ternyata datanya tidak benar, tetapi by sistem yang tersebut orangnya itu ada di dapodik," terang Yusuf.

Sampai saat ini, Yusuf sudah menerima aduan dari sejumlah guru yang tersebar di beberapa sekolah dasar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lagi, Mahasiswi Korban Pelecehan Seksual Dosen Unsri Bertambah

Lagi, Mahasiswi Korban Pelecehan Seksual Dosen Unsri Bertambah

Regional
Jembatan Akses Utama Lumajang-Malang Putus Akibat Awan Panas Guguran Semeru

Jembatan Akses Utama Lumajang-Malang Putus Akibat Awan Panas Guguran Semeru

Regional
Gunung Semeru Meletus, Puluhan Warga Lumajang Mengungsi

Gunung Semeru Meletus, Puluhan Warga Lumajang Mengungsi

Regional
Gunung Semeru Erupsi, Pakar Minta Warga di Sungai yang Berhulu di Puncak Semeru Waspada

Gunung Semeru Erupsi, Pakar Minta Warga di Sungai yang Berhulu di Puncak Semeru Waspada

Regional
Warga Ungkap Detik-detik Semeru Meletus: Terdengar Suara Gemuruh dan Terlihat Guguran Lava Pijar

Warga Ungkap Detik-detik Semeru Meletus: Terdengar Suara Gemuruh dan Terlihat Guguran Lava Pijar

Regional
Gunung Semeru Erupsi, Gubernur Khofifah Imbau Masyarakat Evakuasi Diri

Gunung Semeru Erupsi, Gubernur Khofifah Imbau Masyarakat Evakuasi Diri

Regional
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Aksesoris hingga Kacamata dalam Video Porno di Bandara YIA, Polisi: Mengarah ke Akun Siskaee

Aksesoris hingga Kacamata dalam Video Porno di Bandara YIA, Polisi: Mengarah ke Akun Siskaee

Regional
Warga Karawang Dikabarkan Hilang di Kaki Pegunungan Sanggabuana

Warga Karawang Dikabarkan Hilang di Kaki Pegunungan Sanggabuana

Regional
Terdampak Awan Panas Guguran Semeru, Warga di Lumajang Diungsikan

Terdampak Awan Panas Guguran Semeru, Warga di Lumajang Diungsikan

Regional
Siapkan Saldo, Ruas Tol Serang- Rangkasbitung Mulai Sabtu Malam Bertarif

Siapkan Saldo, Ruas Tol Serang- Rangkasbitung Mulai Sabtu Malam Bertarif

Regional
Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran, Daerah Sekitar Curah Kobokan Lumajang Gelap

Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran, Daerah Sekitar Curah Kobokan Lumajang Gelap

Regional
Bus Tabrak Sepeda Motor di Babel, 1 Keluarga Tewas di Tempat

Bus Tabrak Sepeda Motor di Babel, 1 Keluarga Tewas di Tempat

Regional
KKB di Suru-Suru Terus Lakukan Gangguan, TNI Tak Lakukan Pembalasan Meski Anggotanya Jadi Korban

KKB di Suru-Suru Terus Lakukan Gangguan, TNI Tak Lakukan Pembalasan Meski Anggotanya Jadi Korban

Regional
Identitas Pemeran Video Porno di Bandara YIA Diketahui, Polisi: Sedang Dilakukan Pengejaran

Identitas Pemeran Video Porno di Bandara YIA Diketahui, Polisi: Sedang Dilakukan Pengejaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.