Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketakutan Diintimidasi, Puluhan Warga Datangi Mapolresta Samarinda Minta Pelaku Tambang Ilegal Ditindak

Kompas.com - 14/10/2021, 07:52 WIB
Zakarias Demon Daton,
Khairina

Tim Redaksi

SAMARINDA, KOMPAS.com - Puluhan warga Muang Dalam Kelurahan Lempake, Samarinda, Kalimantan Timur mendatangi Mapolresta Samarinda, Kamis (14/10/2021) malam.

Warga meminta polisi mengambil langkah penindakan pelaku tambang ilegal yang ada di sekitar pemukiman mereka.

Warga melihat ada upaya pergerakan kendaraan di lokasi dengan penjagaan ketat orang-orang tak dikenal, setelah beberapa pekan terakhir terhenti.

Baca juga: Penambang Batubara Ilegal Berkali-kali Berunding dengan Warga, Pengamat: Penegakan Hukum Hanya Bualan

Warga hendak melarang namun ketakutan sehingga ramai-ramai  meminta perlindungan polisi sekaligus membuat laporan.

"Sekitar 30 - 40 orang (warga) naik 2 pikap sebagian besar ibu-ibu. Sebagian lain naik motor ramai-ramai ke Polres," ungkap Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Pradarma Rupang kepada Kompas.com, Kamis dini hari.

Rupang ikut mendampingi warga membuat laporan polisi tadi malam.

Puluhan warga ini awalnya mendatangi Polsek Sungai Pinang di Jalan DI Pandjaitan sekitar pukul 11.00 Wita. Namun, polisi menyarankan warga bikin laporan di Mapolresta Samarinda.

Mereka akhirnya bergerak menuju Mapolresta di Jalan Slamet Riyadi.

Di Mapolresta, puluhan warga ini bertahan hingga pukul 02.30 Wita, dini hari.

"Warga ingin bikin laporan tapi ramai-ramai. Mereka enggak mau perorangan, takut ketahuan identitas kena ancaman," terang dia.

Baca juga: Camat Tenggarong Kaltim Dianiaya Penambang Ilegal, Pelipis Mata Kiri Boma Bengkak

Dokumentasi foto yang diterima Kompas.com, warga sampai tiduran di lantai teras Mapolresta. Emak-emak duduk lesehan di tangga menunggu proses laporan.

"Laporan akan kita lanjutkan hari ini. Sekitar jam 2 lewat warga baru diantar pulang dengan pengawalan polisi," tutur Rupang.

Seorang sumber di lokasi kejadian menyebutkan warga takut melakukan perlawanan karena diintimidasi oleh orang tak dikenal.

"Ormas sudah ikut terjun ke dalam situ untuk mengintimidasi masyarakat dan menjaga supaya tambang ilegal terus berjalan," ungkap dia singkat.

Humas Polresta Samarinda AKP Annissa Prastiwi mengaku belum mengetahui proses laporan warga. 

"Nanti saya tanyakan dulu sama piket Reskrim tadi malam ya, baru saya infokan," kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com