Perjalanan Kasus Rombongan Gowes Wali Kota Malang, Sutiaji Sempat Didesak Mundur, Kini Didenda Rp 25 Juta

Kompas.com - 13/10/2021, 16:22 WIB
Bupati Malang Sanusi (dua dari kiri) dalam kegiatan di Pendopo Kabupaten Malang, Senin (20/9/2021). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKBupati Malang Sanusi (dua dari kiri) dalam kegiatan di Pendopo Kabupaten Malang, Senin (20/9/2021).

 

Bupati tak berikan izin

Menyusul kejadian tersebut, Bupati Malang Sanusi menegaskan jika pihaknya tidak pernah memberikan izin.

"Kami tak pernah memberikan izin untuk membuka," kata Sanusi.

Sanusi menegaskan jika destinasi wisata Pantai Kondang Merak masih ditutup. Sebab, wilayah itu masih menerapkan PPKM Level 3.

Bupati juga membantah jika rombongan tersebut telah berkoordinasi.

"Tidak pernah (berkoordinasi) dengan saya, tidak pernah. Tidak ada pernah dan Forkopimda tidak pernah mengeluarkan izin untuk wisata itu dibuka," tandasnya.

Kasus ini kemudian ditangani oleh Polda Jatim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Sejak Awal Oktober, Tidak Ada Pasien Covid-19 Meninggal di Kota Malang

Desakan mundur lewat sejumlah coretan

Petugas saat menghapus tulisan bernada protes terhadap Wali Kota Malang, Sutiaji, Jumat (1/10/2021).KOMPAS.COM/ANDI HARTIK Petugas saat menghapus tulisan bernada protes terhadap Wali Kota Malang, Sutiaji, Jumat (1/10/2021).

Setelah peristiwa itu, sejumlah tulisan bernada protes terhadap Wali Kota Malang muncul di beberapa titik.

Tulisan itu antara lain mendesak wali kota untuk mundur.

'Wali Kota Tewur, Mundur, Ji!', demikian tertulis.

Tewur dibaca terbalik yang berarti ruwet. Sedangkan Ji merujuk pada Sutiaji.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Malang, Rahmat Hidayat mengatakan, tulisan dengan kalimat yang sama didapati di empat titik lokasi. Yakni di tembok pagar Rumah Dinas Wali Kota Malang, di permukaan ruas aspal Perempatan ITN atau Jalan Veteran, Perempatan Rajabali dan Jalan Basuki Rahmat.

"Sudah dihapus," kata Rahmat melalui sambungan telepon.

Baca juga: Menko PMK: Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Malang Rendah

Divonis langgar prokes, didenda Rp 25 juta

Wali Kota Malang, Sutiaji (pakaian putih) usai menghadiri acara di Balai Kota Malang, Senin (20/9/2021).KOMPAS.COM/ANDI HARTIK Wali Kota Malang, Sutiaji (pakaian putih) usai menghadiri acara di Balai Kota Malang, Senin (20/9/2021).

Sekitar satu bulan sejak kejadian gowes tersebut, Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang akhirnya menjatuhkan vonis pada Sutiaji dan dua pejabatnya.

"Pada intinya dari putusan itu mereka bertiga dinyatakan bersalah melanggar prokes sesuai Pergub Jawa Timur Pasal 49," kata Humas PN Kepanjen, Muhammad Aulia Reza, usai persidangan.

Reza mengatakan, Sutiaji divonis denda sebesar Rp 25 juta atau pidana kurungan selama 15 hari.

Sementara, Erik divonis Rp 15 juta atau pidana kurungan selama 10 hari. Sedangkan Arif divonis Rp 10 juta atau pidana kurungan selama delapan hari.

"Kalau untuk Pak Arif itu dendanya Rp 10 juta. Apablia tidak dibayar uang tersebut maka diganti dengan delapan hari kurungan dan biaya perkaranya Rp 5.000," tambah Reza.

Menanggapi vonis tersebut Wali Kota Malang Sutiaji mengaku legowo.

"Iya kita ikuti prosedurnya. Saya menjadi warga negara dan tidak ada bedanya. Apa yang sudah diputuskan kami hormati," ujar Sutiaji.

(KOMPAS.COM/ ANDI HARTIK)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Rincian Tarif Tol Ruas Serang-Rangkasbitung Per 2 Desember 2021

Ini Rincian Tarif Tol Ruas Serang-Rangkasbitung Per 2 Desember 2021

Regional
 Banjir di HST Kalsel Sebabkan Tanah Longsor di Empat Titik

Banjir di HST Kalsel Sebabkan Tanah Longsor di Empat Titik

Regional
Diduga Frustrasi karena Penyakit, Seorang Pria Kirim Pesan Bunuh Diri kepada Istri

Diduga Frustrasi karena Penyakit, Seorang Pria Kirim Pesan Bunuh Diri kepada Istri

Regional
Rumah Sakit di Blitar Laporkan Peningkatan Kasus Gigitan Ular Berbisa Selama November

Rumah Sakit di Blitar Laporkan Peningkatan Kasus Gigitan Ular Berbisa Selama November

Regional
Jelang Penetapan UMK 2022, Buruh Kembali Demo di Depan Kantor Gubernur Jateng

Jelang Penetapan UMK 2022, Buruh Kembali Demo di Depan Kantor Gubernur Jateng

Regional
Perjalanan Kasus Polisi Bakar Istri hingga Tewas, Bermula Adu Mulut, Kini Divonis 14 Tahun Penjara

Perjalanan Kasus Polisi Bakar Istri hingga Tewas, Bermula Adu Mulut, Kini Divonis 14 Tahun Penjara

Regional
Antisipasi Varian Omicron, Bandara Juanda Tutup Penerbangan Internasional

Antisipasi Varian Omicron, Bandara Juanda Tutup Penerbangan Internasional

Regional
Warga Bandung Ditemukan Tewas Dalam Kamar Hotel di Makassar

Warga Bandung Ditemukan Tewas Dalam Kamar Hotel di Makassar

Regional
Batam Berencana Tutup Pintu Masuk dari Luar Negeri Selama Akhir Tahun

Batam Berencana Tutup Pintu Masuk dari Luar Negeri Selama Akhir Tahun

Regional
Sempat Hilang, Uang Rp 38 Juta Milik Nabasah Bank BUMN di Yogyakarta Akhirnya Kembali

Sempat Hilang, Uang Rp 38 Juta Milik Nabasah Bank BUMN di Yogyakarta Akhirnya Kembali

Regional
Warga Probolinggo Tanam Padi hingga Memancing di Jalan Rusak, Camat Lapor ke Dinas PUPR

Warga Probolinggo Tanam Padi hingga Memancing di Jalan Rusak, Camat Lapor ke Dinas PUPR

Regional
Pengedar Narkoba Nekat Ceburkan Diri ke Sungai, Sembunyi di Enceng Gondok Selama 2 Jam

Pengedar Narkoba Nekat Ceburkan Diri ke Sungai, Sembunyi di Enceng Gondok Selama 2 Jam

Regional
Kasus Perawat Dikeroyok karena Pertahankan Tabung Oksigen, Tiga Pelaku Dituntut 2 Bulan Penjara

Kasus Perawat Dikeroyok karena Pertahankan Tabung Oksigen, Tiga Pelaku Dituntut 2 Bulan Penjara

Regional
Lansia Korban Gendam, Disebut Harus Buang Sial, Uang dan Perhiasan Total Rp 500 Juta Raib

Lansia Korban Gendam, Disebut Harus Buang Sial, Uang dan Perhiasan Total Rp 500 Juta Raib

Regional
Didatangi Ribuan Buruh soal UMP, Ini Respons Gubernur Sumsel

Didatangi Ribuan Buruh soal UMP, Ini Respons Gubernur Sumsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.