Kapolda Sulsel Akhirnya Buka Suara soal Dugaan Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur

Kompas.com - 13/10/2021, 13:07 WIB
Kapolda Sultra Irjen Pol Merdisyam saat diwawancara sejumlah wartawan di rumah jabatan gubernur Sultra KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIKapolda Sultra Irjen Pol Merdisyam saat diwawancara sejumlah wartawan di rumah jabatan gubernur Sultra

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen Merdisyam akhirnya buka suara soal dugaan pemerkosaan tiga anak di Luwu Timur.

Dia memastikan, polisi sudah bekerja secara maksimal dan sesuai prosedur dalam menyelidiki kasus tersebut.

Terduga korban disebut sudah menjalani pemeriksaan secara medis dan psikologis.

Baca juga: Penjelasan Polda Sulsel soal Peradangan Alat Vital Korban Dugaan Pemerkosaan di Luwu Timur

Selama pemeriksaan berlangsung, terduga korban juga didampingi ibunya dan petugas dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Luwu Timur.

Hanya saja, dari hasil laporan asesmen P2TP2A Luwu Timur, tidak ditemukan tanda trauma dari ketiga anak tersebut kepada ayahnya.

Bahkan, yang terjadi justru sebaliknya, ketiga anak tersebut terlihat sangat dekat dengan ayahnya.

Untuk memastikan hal itu, Merdisyam menyatakan, pemeriksaan bahkan dilakukan sampai dua kali.

Baca juga: Polisi: Ibu Korban Dugaan Pemerkosaan di Luwu Timur Batalkan Pemeriksaan Medis

Pertama di Puskesmas Malili dan kedua di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Hasil visum itu menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan seksual.

“Visum di Puskesmas Malili tidak ditemukan adanya kerusakan organ intim. Di Bhayangkara juga hasilnya sama dengan visum pertama. Tidak ada tanda-tanda kerusakan, tidak ada tanda kekerasan seksual,” kata Merdisyam saat dikonfirmasi, Rabu (13/10/2021).

Temuan itu yang menyebabkan kasus ini dihentikan penyelidikannya.

“Jadi kita harus lihat fakta hukum agar masyarakat tidak asal berasumsi,” jelasnya.

Setelah kasus ini kembali mencuat karena menarik perhatian publik, Merdisyam juga sudah meminta Kepolisian Resor Luwu Timur untuk kembali memeriksa.

Masyarakat diminta agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya ke polisi untuk menuntaskan kasus tersebut.

“Saya harap masyarakat tenang dan mempercayakan sepenuhnya kasus ini dalam penanganan kepolisian bekerja secara profesional, transparan, obyektif dan tak akan pernah mengkhianati tugas pokoknya,” terangnya.

Baca juga: LBH Sayangkan Langkah P2TP2A dan Polres Luwu Timur Datangi 3 Anak Korban Pemerkosaan

Merdisyam juga menegaskan, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tak akan pernah mengkhianati tugas pokoknya untuk melindungi dan mengayomi masyarakat.

“Polri tak akan pernah mengkhianati tugas pokoknya di mana Pasal 13 Undang-undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang tugas pokok Polri, bukan hanya penegakan hukum, tapi memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkap Merdisyam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Kalbar Terima 2 Laporan Terkait Pernyataan Edy Mulyadi soal Kalimantan

Polda Kalbar Terima 2 Laporan Terkait Pernyataan Edy Mulyadi soal Kalimantan

Regional
[POPULER REGIONAL] Tragedi Bentrokan Massa di Sorong | Penyesalan Warga Kampung Miliarder di Tuban

[POPULER REGIONAL] Tragedi Bentrokan Massa di Sorong | Penyesalan Warga Kampung Miliarder di Tuban

Regional
Pernyataan Edy Mulyadi soal Lokasi IKN “Jin Buang Anak”, Wagub Kaltim: Warga 5 Provinsi di Pulau Kalimantan Marah

Pernyataan Edy Mulyadi soal Lokasi IKN “Jin Buang Anak”, Wagub Kaltim: Warga 5 Provinsi di Pulau Kalimantan Marah

Regional
Muncul Varian Omicron di Jateng, Ini Peringatan Ganjar Pranowo

Muncul Varian Omicron di Jateng, Ini Peringatan Ganjar Pranowo

Regional
Kisah Kampung Miliarder Tuban, Sempat Viral karena Borong Mobil Baru, Kini Warga Menyesal Jual Tanahnya

Kisah Kampung Miliarder Tuban, Sempat Viral karena Borong Mobil Baru, Kini Warga Menyesal Jual Tanahnya

Regional
Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Maut di Rapak Balikpapan, Polda Kaltim: Kemungkinan Ada Tersangka Baru

Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Maut di Rapak Balikpapan, Polda Kaltim: Kemungkinan Ada Tersangka Baru

Regional
Prakiraan Cuaca di Cilacap Hari Ini, 26 Januari 2022

Prakiraan Cuaca di Cilacap Hari Ini, 26 Januari 2022

Regional
Sudah Minta Maaf dan Tulang Punggung Keluarga Jadi Dalil Jaksa Tuntut Ringan Oknum Polisi Pemerkosa Mahasiswi di Banjarmasin

Sudah Minta Maaf dan Tulang Punggung Keluarga Jadi Dalil Jaksa Tuntut Ringan Oknum Polisi Pemerkosa Mahasiswi di Banjarmasin

Regional
Harga Tanah di IKN Meroket, Camat: Dari Rp 50 Juta Sekarang Rp 300 Juta Per Hektare

Harga Tanah di IKN Meroket, Camat: Dari Rp 50 Juta Sekarang Rp 300 Juta Per Hektare

Regional
Prakiraan Cuaca di Semarang Hari Ini, 26 Januari 2022

Prakiraan Cuaca di Semarang Hari Ini, 26 Januari 2022

Regional
9 Partai Tertua di Indonesia, dari Indische Partij hingga Golkar

9 Partai Tertua di Indonesia, dari Indische Partij hingga Golkar

Regional
Seorang ASN Ditemukan Tewas Dalam Ruang Tamu Rumahnya, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi

Seorang ASN Ditemukan Tewas Dalam Ruang Tamu Rumahnya, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi

Regional
Kekurangan 35.000 Dosis Vaksin Anak, Pemkot Mataram Dipasok Jatah Kabupaten

Kekurangan 35.000 Dosis Vaksin Anak, Pemkot Mataram Dipasok Jatah Kabupaten

Regional
Kapolda Papua Barat Pastikan 18 Korban Tewas akibat Bentrokan di Sorong

Kapolda Papua Barat Pastikan 18 Korban Tewas akibat Bentrokan di Sorong

Regional
Hujan Deras dan Angin Kencang di Karanganyar, Rumah Makan Ambruk hingga Pohon Tumbang Halangi Jalan

Hujan Deras dan Angin Kencang di Karanganyar, Rumah Makan Ambruk hingga Pohon Tumbang Halangi Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.