Pria yang Rampok Tetangganya Sendiri Saat Sedang Menyiram Bunga di Depan Rumah Ditangkap Polisi

Kompas.com - 13/10/2021, 12:00 WIB
Dua orang polisi melakukan olah tempat kejadian perkara perampokan dengan senjata tajam berupa arit kepada seoang ibu rumah tangga yang juga adalah tetangganya sendiri. Dok. Polres BinjaiDua orang polisi melakukan olah tempat kejadian perkara perampokan dengan senjata tajam berupa arit kepada seoang ibu rumah tangga yang juga adalah tetangganya sendiri.

KOMPAS.com - DS (39), pelaku yang merampok seorang ibu rumah tangga berinisial ASR (48), saat sedang menyiram bunga di depan rumahnya di Jalan Danau Daratan, Lingkungan I, Kelurahan SM Rejo, Kecamatan Binjai Timur, Sumatera Utara, Senin (11/10/2021) sekitar pukul 22.30 WIB, ditangkap polisi.

Pelaku diketahui merupakan tetangga korban.

Kasubag Humas Polres Binjai Iptu Siswanto Ginting mengatakan, pelaku ditangkap saat sedang berada di pinggir rel kereta api tepatnya di Km 19, Selasa (12/10/2021) sekitar pukul 01.30 WIB.

"Setelah diselidiki, pada Selasa dini hari, tepatnya pukul 01.30 WIB, ditemukan seorang laki-laki dengan ciri-ciri sesuai dengan informasi awal, sehingga langsung ditangkap," kata Siswanto, Selasa (12/10/2021) siang.

Baca juga: Sedang Menyiram Bunga di Depan Rumah, IRT Ini Dirampok Tetangganya, Begini Kronologinya

Kronologi kejadian

Diceritakan Siswanto, kejadian berawal saat korban sedang menyiram bunga di depan rumahnya.

Saat itu, pelaku sudah mengawasi korban sambil membawa celurit.

Tiba-tiba dari belakang, pelaku langsung menodongkan celurit sambil meminta paksa gelang emas yang dikenakan korban.

"Iya, sudah digambarnya (dibayangkan pelaku) duluan sebelum beraksi, dia bawa arit itu diarahkan ke korban dan meminta paksa gelang emas korban seberat 5 gram," ungkapnya.

Baca juga: Todongkan Celurit, Pria Ini Rampok Tetangganya Sendiri Saat Malam Hari

Saat melakukan aksinya, sambungnya, pelaku jalan kaki dan setelah merampok korban ia langsung melarikan diri.

"Pelakunya jalan kaki. Pas berhasil, dia langsung lari. Korban sempat minta tolong, tapi pelaku sudah tak kelihatan," ujarnya.

Kepada polisi, pelaku mengaku telah mermpok korban di rumahnya dengan menggunakan celurit.

Baca juga: Kejanggalan Saat Olah TKP Jadikan Wanita yang Mengaku Korban Begal Rp 1,3 Miliar Jadi Tersangka

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu gelang emas seberat 5 gram dengan harga Rp 1.850.000.

"Pelaku dikenakan pasal 365 KUH Pidana dengan ancaman hukuman paling lama sembilan tahun," tegasnya.

Baca juga: Sandiwara Berujung Penjara

 

(Penulis : Kontributor Medan, Dewantoro | Editor : I Kadek Wira Aditya)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa M 5,3 Guncang Pangandaran, Getarannya Terasa hingga Kebumen

Gempa M 5,3 Guncang Pangandaran, Getarannya Terasa hingga Kebumen

Regional
3 SMP di Jateng Tutup Usai Temuan Kasus Covid-19

3 SMP di Jateng Tutup Usai Temuan Kasus Covid-19

Regional
Banding Ditolak, Bripka BT Pelaku Pemerkosa Mahasiswi di Banjarmasin Tetap Dipecat Tidak Hormat

Banding Ditolak, Bripka BT Pelaku Pemerkosa Mahasiswi di Banjarmasin Tetap Dipecat Tidak Hormat

Regional
Terseret Arus Sungai Saat Pulang dari Kebun, Petani di Bolaang Mongondow Ditemukan Tewas

Terseret Arus Sungai Saat Pulang dari Kebun, Petani di Bolaang Mongondow Ditemukan Tewas

Regional
Cerita Peserta yang Gagal Ikuti Tes Perades di Blora, Tidak Mau Ikut Permainan Uang

Cerita Peserta yang Gagal Ikuti Tes Perades di Blora, Tidak Mau Ikut Permainan Uang

Regional
21 Siswa dan 3 Guru Positif Covid-19 Hasil Tes Antigen, SMA Al Irsyad Purwokerto Ditutup Sementara

21 Siswa dan 3 Guru Positif Covid-19 Hasil Tes Antigen, SMA Al Irsyad Purwokerto Ditutup Sementara

Regional
Perayaan Hari Raya Imlek di Jateng Ditetapkan Sesuai Level di Daerah

Perayaan Hari Raya Imlek di Jateng Ditetapkan Sesuai Level di Daerah

Regional
Melawan Saat Akan Ditangkap Polisi, Pengedar Sabu Ini Ditembak, Begini Kronologinya

Melawan Saat Akan Ditangkap Polisi, Pengedar Sabu Ini Ditembak, Begini Kronologinya

Regional
Rekomendasi 4 Pulau Eksotis di Kalimantan Timur untuk Liburan, Ada yang Bisa Berenang Bareng Hiu

Rekomendasi 4 Pulau Eksotis di Kalimantan Timur untuk Liburan, Ada yang Bisa Berenang Bareng Hiu

Regional
Harga Tanah di Penajam Paser Utara Meroket, dari Rp 30 Juta Jadi Rp 300 Juta, bahkan sampai Miliaran Rupiah

Harga Tanah di Penajam Paser Utara Meroket, dari Rp 30 Juta Jadi Rp 300 Juta, bahkan sampai Miliaran Rupiah

Regional
Terlibat Korupsi Pembangunan Puskesmas, Kepala Dinkes TTU dan Kontraktor Ditahan

Terlibat Korupsi Pembangunan Puskesmas, Kepala Dinkes TTU dan Kontraktor Ditahan

Regional
Sejarah KPU serta Tugas dan Wewenang

Sejarah KPU serta Tugas dan Wewenang

Regional
Seniman Gelar Aksi Bakar Lilin Kenang 17 Korban Terbakar Bentrokan Sorong

Seniman Gelar Aksi Bakar Lilin Kenang 17 Korban Terbakar Bentrokan Sorong

Regional
5 Tahanan Kabur dari Rutan di Tanggamus, 3 Diserahkan oleh Keluarga

5 Tahanan Kabur dari Rutan di Tanggamus, 3 Diserahkan oleh Keluarga

Regional
Ngaku Anggota Brimob, Pemuda Ini Minta Video Call Seks dan Peras Korbannya

Ngaku Anggota Brimob, Pemuda Ini Minta Video Call Seks dan Peras Korbannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.