Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pabrik Pupuk yang Diprotes Warga Nganjuk Akhirnya Minta Maaf, Produksi Dihentikan Sementara

Kompas.com - 12/10/2021, 15:15 WIB
Usman Hadi ,
Dheri Agriesta

Tim Redaksi

NGANJUK, KOMPAS.com – Direktur Utama CV Satria Jaya Heri Tri Prasetyono meminta maaf secara terbuka dan tertulis terkait polusi udara yang dihasilkan pabrik pupuk organik yang dikelolanya.

Tak hanya minta maaf, Heri juga menghentikan sementara produksi pabrik tersebut. Hal itu dilakukan hingga bau dan debu yang dikeluhkan bisa dikendalikan.

Permohonan maaf tersebut tertuang dalam surat kesanggupan yang ditandatangani Heri dengan Warga Peduli Lingkungan Desa Tanjungkalang, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, di balai desa setempat.

“Jadi kita sementara berhenti beroperasi, sampai kita bisa mengendalikan polusi yang tercipta,” jelas Heri usai mediasi dengan warga di Balai Desa Tanjungkalang, Selasa (12/10/2021).

Heri memastikan, pabriknya akan menghilangkan atau paling tidak meminimalkan bau busuk yang diresahkan warga. Sebelum masalah bau diatasi, pabrik tidak akan beroperasi.

Baca juga: Protes Pabrik Pupuk di Nganjuk, Warga: Harapan Masyarakat Tidak Mencium Bau dan Debu Ini

“Kita menunggu sampai perbaikan, dan menunggu sampai semuanya kondusif. Supaya tidak ada lagi nanti dengan warga ada gesekan atau apa pun yang menimbulkan perpecahan di Desa Tanjungkalang,” tuturnya.

“Pihak perusahaan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghilangkan bau yang timbul karena usaha kami,” lanjut dia.

Adapun bau busuk yang dikeluhkan warga, menurut Heri, muncul karena ada alat yang rusak.

“Dari hasil temuan sementara memang ada unit kami yang mengalami kerusakan. Makanya kita semua akan mengevaluasi semua untuk ke depan yang lebih baik,” sebutnya.

CV Satria Jaya bergerak di bidang produksi pupuk organik granul (POG) dan pupuk organik powder (POP). Hari menuturkan, perusahaan yang dipimpinnya itu sudah beroperasi sejak 2011.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kisah Adi Latif Mashudi, Petani Milenial Blora yang Sempat Kerja di Korea Selatan (Bagian 2)

Kisah Adi Latif Mashudi, Petani Milenial Blora yang Sempat Kerja di Korea Selatan (Bagian 2)

Regional
Dibutakan Dendam, Suami Siri di Semarang Tusuk Istri di Rumah Majikan

Dibutakan Dendam, Suami Siri di Semarang Tusuk Istri di Rumah Majikan

Regional
Airin dan Mantan Bupati Pandeglang Daftar Jadi Bacagub Banten lewat PDI-P

Airin dan Mantan Bupati Pandeglang Daftar Jadi Bacagub Banten lewat PDI-P

Regional
Polres Siak Pasang Stiker 'Cahaya' pada Truk di Jalan Tol Permai

Polres Siak Pasang Stiker "Cahaya" pada Truk di Jalan Tol Permai

Regional
2 Residivis Jambret di 7 TKP Diringkus di Pekanbaru

2 Residivis Jambret di 7 TKP Diringkus di Pekanbaru

Regional
10.700 Vaksin Hewan Penular Rabies Diperkirakan Tiba di Sikka Awal Mei

10.700 Vaksin Hewan Penular Rabies Diperkirakan Tiba di Sikka Awal Mei

Regional
Bermesraan, 4 Pelanggar Syariat Islam di Banda Aceh Dicambuk 17 Kali

Bermesraan, 4 Pelanggar Syariat Islam di Banda Aceh Dicambuk 17 Kali

Regional
Bupati HST Minta Kader PKK Tingkatkan Sinergi dengan Masyarakat dan Stakeholder

Bupati HST Minta Kader PKK Tingkatkan Sinergi dengan Masyarakat dan Stakeholder

Regional
Bupati Ipuk Raih Satyalancana, Pemkab Banyuwangi Jadi Kabupaten Berkinerja Terbaik se-Indonesia 

Bupati Ipuk Raih Satyalancana, Pemkab Banyuwangi Jadi Kabupaten Berkinerja Terbaik se-Indonesia 

Regional
RSUD dr R Soetijono Blora Luncurkan “Si Sedap”, Bupati Arief: Lakukan Terus Inovasi dan Terobosan Layanan kesehatan

RSUD dr R Soetijono Blora Luncurkan “Si Sedap”, Bupati Arief: Lakukan Terus Inovasi dan Terobosan Layanan kesehatan

Regional
Skenario Golkar, Siap Jadi Wakil jika Bambang Pacul Maju di Pilkada Jateng 2024

Skenario Golkar, Siap Jadi Wakil jika Bambang Pacul Maju di Pilkada Jateng 2024

Regional
Kisah Adi Latif Mashudi, Tinggalkan Korea Selatan Saat Bergaji Puluhan Juta Rupiah demi Jadi Petani di Blora (Bagian 1)

Kisah Adi Latif Mashudi, Tinggalkan Korea Selatan Saat Bergaji Puluhan Juta Rupiah demi Jadi Petani di Blora (Bagian 1)

Regional
Bawaslu Bangka Belitung Rekrut 141 Panwascam, Digaji Rp 2,2 Juta

Bawaslu Bangka Belitung Rekrut 141 Panwascam, Digaji Rp 2,2 Juta

Regional
Polemik Bantuan Bencana di Pesisir Selatan, Warga Demo Minta Camat Dicopot

Polemik Bantuan Bencana di Pesisir Selatan, Warga Demo Minta Camat Dicopot

Regional
Pengakuan Pelaku Pemerkosa Siswi SMP di Demak, Ikut Nafsu Lihat Korban Bersetubuh

Pengakuan Pelaku Pemerkosa Siswi SMP di Demak, Ikut Nafsu Lihat Korban Bersetubuh

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com