Kompas.com - 11/10/2021, 23:01 WIB
Sumur minyak ilegal meledak di Desa Kaban 1, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (11/10/2021) petang. ANTARA/HOSumur minyak ilegal meledak di Desa Kaban 1, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (11/10/2021) petang.

MUBA, KOMPAS.com - Sebanyak tiga sumur minyak ilegal yang berada di Desa Keban 1, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan meledak, Senin (11/10/2021).

Akibatnya, kepulan asap hitam membumbubung tinggi dilokasi kebakaran sumur minyak ilegal tersebut.

Pejabat (PJ) Kepala Desa Keban I, Alen saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Baca juga: Pelaku Pengeboran Sumur Minyak Ilegal Ditangkap, Tersangka: Upahnya Rp 50 Ribu, Saya Tak Ada Pekerjaan Lagi

 

Menurutnya, meledaknya tiga sumur itu berlangsung siang tadi.

Namun, ia belum bisa memastikan apakah adanya korban jiwa atau tidak dari kejadian itu.

“Asapnya memang besar, lokasi (sumur minyak) berdekatan di tiga titik. Memang semuanya (sumur minyak) ilegal, kami dari desa belum begitu jelas masalah (korban) yang meninggal,” kata Alen melalui sambungan telepon.

Baca juga: Tangkap 6 Orang Tersangka, Polda Sumsel Tutup 1.000 Sumur Minyak Ilegal di Muba

Alen menjelaskan, masyarakat desa sekitar saat ini masih berupaya untuk memadamkan api yang membakar di sumur minyak ilegal tersebut.

Selain itu, Alen tak menampik bahwa selama ini aktivitas sumur ilegal makin marak di desa Keban I.

“Upaya kami dari desa sekarang gotong royong untuk memadamkan. Memang di sini aktivitas tambang (minyak) ilegal banyak. Semuanya ilegal,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Sanga Desa Hendri mengaku belum bisa berkomentar banyak soal kejadian tersebut.

Sebab, ia mengaku baru saja pulang dari kota Sekayu menggelar rapat.

“Belum monitor saya, karena dari pagi rapat di Sekayu, saya belum bisa komentar,” ujarnya singkat.

 

Sumur minyak ilegal di Kabupaten Muba

Sebelumnya, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Toni Harmanto mengatakan, sudah ada 1.000 sumur ilegal di kawasan Kabupaten Muba mereka tutup yang berada di Kecamatan Bayung Lencir.

Ia pun menargetkan akan membrantas habis para cukong serta pemilik modal yang membuat sumur minyak tersebut tanpa izin.

“Kejadian ini terus berulang, saya pastikan sebulan kerja akan memberantas para pemilik modal yang membuka sumur ini,” kata Toni kepada wartawan, Kamis (7/10/2021).

Toni melanjutkan, dari keterangan enam orang tersangka yang ditangkap, para pemilik modal setidaknya bisa membuat sebanyak enam sumur minyak ilegal dalam kurun waktu satu bulan.

Bahkan, mereka tak segan mengeluarkan dana besar untuk membuka sumur tersebut.

“Setidaknya mereka mengeluarkan dana Rp 100 juta untuk membuka sumur tersebut,” jelas Toni.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kembali ke PPKM Level 1, Kabupaten Semarang Genjot Vaksin Booster

Kembali ke PPKM Level 1, Kabupaten Semarang Genjot Vaksin Booster

Regional
Jelang MotoGP, 70 Persen Warga Lombok Tengah Jadi Target Vaksinasi Booster

Jelang MotoGP, 70 Persen Warga Lombok Tengah Jadi Target Vaksinasi Booster

Regional
3 Polisi di Gorontalo Dipecat, Ada yang Terlibat Investasi Bodong

3 Polisi di Gorontalo Dipecat, Ada yang Terlibat Investasi Bodong

Regional
DPRD Bengkulu Dianggap Membebani Anggaran Negara Saat Pandemi

DPRD Bengkulu Dianggap Membebani Anggaran Negara Saat Pandemi

Regional
Ayah yang Diseret Anak Kandungnya di Sumba Tengah, Dirujuk ke RS Sumba Timur

Ayah yang Diseret Anak Kandungnya di Sumba Tengah, Dirujuk ke RS Sumba Timur

Regional
Xenia Tabrakan dengan Truk di Bangka, 2 Orang Tewas

Xenia Tabrakan dengan Truk di Bangka, 2 Orang Tewas

Regional
Ratusan THL di Boltim Bakal Dirumahkan karena Efisiensi Anggaran

Ratusan THL di Boltim Bakal Dirumahkan karena Efisiensi Anggaran

Regional
Sunda dalam Multikulturalisme

Sunda dalam Multikulturalisme

Regional
Miniatur Patok Batas Negara di Makotis Satgas Pamtas RI-Malaysia, Spot Selfie dan Edukasi Warga Perbatasan

Miniatur Patok Batas Negara di Makotis Satgas Pamtas RI-Malaysia, Spot Selfie dan Edukasi Warga Perbatasan

Regional
Tak Dampingi Tinjau Desa karena Sakit, Kades di Banjarnegara Dijenguk Ganjar

Tak Dampingi Tinjau Desa karena Sakit, Kades di Banjarnegara Dijenguk Ganjar

Regional
Atasi Permasalahan Limbah Rumah Tangga, Warga Solo Dipaksa Pilah Sampah

Atasi Permasalahan Limbah Rumah Tangga, Warga Solo Dipaksa Pilah Sampah

Regional
Soal Bisnis Es Doger Disuntik Rp 71 M, Gibran: Duwite Ora Mlebu Neng Kantongku

Soal Bisnis Es Doger Disuntik Rp 71 M, Gibran: Duwite Ora Mlebu Neng Kantongku

Regional
Jadi Tempat Prostitusi dan Pesta Miras, 3 Hotel di Tasikmalaya Ditutup

Jadi Tempat Prostitusi dan Pesta Miras, 3 Hotel di Tasikmalaya Ditutup

Regional
Kapolda Sulteng Temui Personel Satgas Madago Raya di Poso, Minta DPO yang Serahkan Diri Diterima dengan Baik

Kapolda Sulteng Temui Personel Satgas Madago Raya di Poso, Minta DPO yang Serahkan Diri Diterima dengan Baik

Regional
Warga Karimunjawa Menolak Dibangunnya Perumahan untuk WNA: Kita Akan Tersisih

Warga Karimunjawa Menolak Dibangunnya Perumahan untuk WNA: Kita Akan Tersisih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.