Kompas.com - 11/10/2021, 12:26 WIB
Tim Subdit I Ditresnarkoba Polda Riau saat menyita 87 Kg sabu dari tujuh pelaku, yang diungkap di dalam kebun sawit di Kota Dumai, Riau, Jumat (24/9/2021). Dok. Subdit I Ditresnarkoba Polda RiauTim Subdit I Ditresnarkoba Polda Riau saat menyita 87 Kg sabu dari tujuh pelaku, yang diungkap di dalam kebun sawit di Kota Dumai, Riau, Jumat (24/9/2021).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Tim Khusus (Timsus) Subdit I Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menggagalkan peredaran 87 kilogram sabu asal Malaysia di Kota Dumai, Riau.

Dalam kasus peredaran narkotika ini, petugas menangkap tujuh pelaku berinisial AS (20), MA (19), YF (30), MS (22), AS (20), DA (54), dan AG (52).

Baca juga: Sebut Negara Tak Boleh Kalah dari Preman, Polda Sumut Ambil Alih Kasus Pedagang Dianiaya Malah Jadi Tersangka

Untuk membongkar kasus tersebut, petugas kepolisian bersenjata lengkap harus melewati semak belukar menuju sebuah pondok di dalam kebun sawit sebagai tempat penyimpanan narkoba.

Baca juga: Petugas Lapas Curiga Pengunjung Bawa Banyak Tulang Ayam, Ternyata Dalamnya Diisi Sabu

Di dalam pondok itu, tim yang dipimpin oleh Kepala Subdit I Ditresnarkoba Polda Riau AKBP Hardian Pratama menyita lima buah tas hitam berisi 78 bungkus sabu berkemasan teh china merek Guanyinwang.

Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi menyampaikan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan di kawasan Jalan Bangdes, Kecamatan Dumai Timur, Dumai, Riau, pada Jumat (24/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tim Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau awalnya menangkap tiga orang di sebuah pondok dan ditemukan lima buah tas berisi 87 kilogram sabu," ujar Agung dalam konferensi pers di Polda Riau, Senin (11/10/2021).

Sekitar 100 meter dari pondok, petugas kembali menangkap dua pelaku lainnya yang bertugas mengawasi pondok.

Setelah itu, petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua pelaku lainnya yang bertugas sebagai pembawa sabu dari laut menggunakan becak laut.

Barang haram itu diselundupkan dari Malaysia melalui pelabuhan tikus.

"Pelaku mengambil sabu di tengah laut lalu dibawa ke pondok tempat penyimpanan yang ada di dalam kebun sawit di Dumai yang dijaga tiga orang pelaku," ungkap Agung.

10 kasus diungkap

Polda Riau mengungkap 10 kasus peredaran narkotika dalam dua pekan.

Total barang bukti yang disita berjumlah 189,31 kilogram sabu dan pil ekstasi 889 butir.

"Untuk tersangka yang diamankan sebanyak 22 orang," ujar Agung.

Pengungkapan kasus peredaran narkotika ini dilakukan di berbagai lokasi di wilayah Riau.

Di antaranya di Dumai, tim Subdit I Ditresnarkoba Polda Riau menangkap tujuh orang pelaku dengan barang bukti sabu 78 kilogram.

Kemudian, Subdit I kembali menangkap tiga orang pelaku dengan barang bukti 45,55 Kg, di Kabupaten Bengkalis.

"Modus pelaku melancarkan aksinya, yakni dengan menggunakan sepeda motor membawa keranjang untuk menyembunyikan sabu," ungkap Agung.

Selanjutnya, tim Subdit I Ditresnarkoba Polda Riau menangkap satu orang pelaku di Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dugaan Korupsi Dana KONI Padang, Pengurus Cabor Minta Kejari Usut Aliran Dana

Dugaan Korupsi Dana KONI Padang, Pengurus Cabor Minta Kejari Usut Aliran Dana

Regional
Gunung Merapi Keluarkan 2 Awan Panas Guguran Malam Ini

Gunung Merapi Keluarkan 2 Awan Panas Guguran Malam Ini

Regional
Cilegon Berpotensi Tsunami 8 Meter, Wali Kota Minta Alarm Tanda Bahaya Dicek

Cilegon Berpotensi Tsunami 8 Meter, Wali Kota Minta Alarm Tanda Bahaya Dicek

Regional
Disenggol Mobil di Flyover Pekanbaru, Pemotor Tewas Terjatuh dari Ketinggian 5 Meter

Disenggol Mobil di Flyover Pekanbaru, Pemotor Tewas Terjatuh dari Ketinggian 5 Meter

Regional
Hasil Olah TKP Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi Unsri, Dosen Paksa Korban Pegang Kemaluannya

Hasil Olah TKP Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi Unsri, Dosen Paksa Korban Pegang Kemaluannya

Regional
Kecewa dengan Putusan Ganjar soal UMK, Buruh di Jateng Berencana Menggugat

Kecewa dengan Putusan Ganjar soal UMK, Buruh di Jateng Berencana Menggugat

Regional
22 Korban Penipuan Marinir Gadungan Berpangkat Mayjen Lapor ke Polisi, Kerugian Capai Rp 500 Juta

22 Korban Penipuan Marinir Gadungan Berpangkat Mayjen Lapor ke Polisi, Kerugian Capai Rp 500 Juta

Regional
Ayah di Ponorogo Cabuli 2 Anak Kandung Selama 8 Tahun, Pelaku Dilaporkan Istri ke Polisi

Ayah di Ponorogo Cabuli 2 Anak Kandung Selama 8 Tahun, Pelaku Dilaporkan Istri ke Polisi

Regional
Terungkap, Sopir Angkutan Barang di Medan Dibunuh Sahabatnya karena Dendam

Terungkap, Sopir Angkutan Barang di Medan Dibunuh Sahabatnya karena Dendam

Regional
Empat Hari HST Kalsel Terendam Banjir, Pengungsi Mulai Keluhkan Gatal-gatal

Empat Hari HST Kalsel Terendam Banjir, Pengungsi Mulai Keluhkan Gatal-gatal

Regional
Tabrak Truk Fuso yang Sedang Berhenti di Bypass Bandara Lombok, Seorang Pengendara Motor Tewas

Tabrak Truk Fuso yang Sedang Berhenti di Bypass Bandara Lombok, Seorang Pengendara Motor Tewas

Regional
Cerita Warga Gunungkidul Relakan Tanahnya Ditempati SD Selama Puluhan Tahun

Cerita Warga Gunungkidul Relakan Tanahnya Ditempati SD Selama Puluhan Tahun

Regional
Dua Mahasiswi Unsri Kembali Jadi Korban Pelecehan Seksual, Kali Ini Dilakukan Oknum Staf Kampus

Dua Mahasiswi Unsri Kembali Jadi Korban Pelecehan Seksual, Kali Ini Dilakukan Oknum Staf Kampus

Regional
ODGJ yang Bakar Rumah Warga di Blitar Pernah Bunuh Orang, Camat: Sampai Ditolak Panti Rehabilitasi

ODGJ yang Bakar Rumah Warga di Blitar Pernah Bunuh Orang, Camat: Sampai Ditolak Panti Rehabilitasi

Regional
Apindo Karawang: UMK 2022 hanya Berlaku untuk Karyawan yang Belum Setahun Kerja

Apindo Karawang: UMK 2022 hanya Berlaku untuk Karyawan yang Belum Setahun Kerja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.