Meresahkan Warga, 7 Anak Jalanan Diantar Polisi Keluar Aceh Utara

Kompas.com - 10/10/2021, 14:47 WIB
Polisi berbicara dengan anak jalanan di Sentral Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Rantau, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (9/10/2021) sore KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBOPolisi berbicara dengan anak jalanan di Sentral Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Rantau, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (9/10/2021) sore

ACEH UTARA, KOMPAS.com – Tim Sabhara Polres Aceh Utara mengantarkan tujuh anak jalanan hingga ke perbatasan Aceh Utara dengan Kabupaten Aceh Timur.

Mereka awalnya menginap di Sentral Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Rantau, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.

Lalu, masyarakat melaporkan mereka ke polisi karena dinilai berisik dan menganggu kenyamanan.

Baca juga: Komunitas Pejuang Pagi di Jayapura, Bagikan Makanan Gratis untuk Anak Jalanan Selama Pandemi

Kepala Satuan Sabhara, Polres Aceh Utara, Iptu Sudirman,  menyebutkan, ketujuh anak jalanan  itu mengaku berasal dari sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Mereka baru pulang dari Kota Banda Aceh dan seterusnya beristirahat di SPBU tersebut untuk beberapa hari.

Ketujuh anak itu menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi mirip becak.

“Sungguh sangat kita sayangkan. Kita nasehati baik-baik mereka. Agar kembalilah ke rumah masing-masing. Usia masih muda, masih waktunya belajar lebih banyak baik itu di sekolah formal maupun non formal,” kata Iptu Sudirman dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/10/2021).

Dia menyebutkan, beragam alasan disampaikan oleh anak punk itu, umumnya mereka memilih bebas dan meninggalkan orangtua.

Baca juga: Pesta Miras di Halaman Masjid, Anak Jalanan Digelandang Polisi

 

Anak-anak itu memilih hidup di jalanan dan berkeliling ke seluruh pelosok Indonesia.

“Setelah kita bicara baik-baik. Kita kawal mereka meninggalkan Aceh Utara. Kita antar sepanjang 40 menit perjalanan hingga perbatasan dengan Kabupaten Aceh Timur. Mereka berjanji akan segera pulang ke rumah masing-masing di Pulau Jawa,” terang Iptu Sudirman.

Dia mengimbau, bagi seluruh anak jalanan yang kerap melintas di lintas nasional Medan-Banda Aceh untuk kembali ke rumah orangtua masing-masing.

“Mereka memiliki pengetahuan yang cukup di era persaingan digital ini. Mereka juga menerima dengan baik saat kita sarankan pulang ke rumah masing-masing,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Komik Pertama di Indonesia, Sudah Terbit Sebelum Kemerdekaan

Ini Komik Pertama di Indonesia, Sudah Terbit Sebelum Kemerdekaan

Regional
Sempat Digeruduk Massa, Guru Ngaji yang Diduga Cabuli Muridnya Ditangkap

Sempat Digeruduk Massa, Guru Ngaji yang Diduga Cabuli Muridnya Ditangkap

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Januari 2022

Regional
Anggota Kodam Pattimura yang Terlibat Kasus Penipuan Rp 1 M Jadi Tersangka

Anggota Kodam Pattimura yang Terlibat Kasus Penipuan Rp 1 M Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Januari 2022

Regional
Kasus Suap Muba, Saksi Sebut Bupati hingga Polisi Kecipratan Fee Proyek

Kasus Suap Muba, Saksi Sebut Bupati hingga Polisi Kecipratan Fee Proyek

Regional
Kasus Omicron Melonjak di Banten, Ini Pesan Wapres untuk Warga Tangerang Raya

Kasus Omicron Melonjak di Banten, Ini Pesan Wapres untuk Warga Tangerang Raya

Regional
Curi Besi Rongsok 3 Meter, Pencuri Ini Justru Diberi Sembako oleh Kapolsek

Curi Besi Rongsok 3 Meter, Pencuri Ini Justru Diberi Sembako oleh Kapolsek

Regional
Kasus DBD di Manggarai Barat Naik Tajam di Awal Tahun, Ada 116 Kasus

Kasus DBD di Manggarai Barat Naik Tajam di Awal Tahun, Ada 116 Kasus

Regional
Mengaku Dibegal, Pria Ini Ternyata Bawa Kabur Uang Perusahaan untuk Bayar Utang Judi

Mengaku Dibegal, Pria Ini Ternyata Bawa Kabur Uang Perusahaan untuk Bayar Utang Judi

Regional
Korupsi Dana Hibah Ponpes, 2 Eks Pejabat Pemprov Banten Divonis 4 Tahun 4 Bulan Penjara

Korupsi Dana Hibah Ponpes, 2 Eks Pejabat Pemprov Banten Divonis 4 Tahun 4 Bulan Penjara

Regional
Jembatan Putus, Akses Menuju Sekolah dan Pantai di Sikka NTT Tak Bisa Dilewati

Jembatan Putus, Akses Menuju Sekolah dan Pantai di Sikka NTT Tak Bisa Dilewati

Regional
Modus Bertamu Tengah Malam, 2 Pria di Banyuasin Rampok dan Perkosa Seorang Nenek

Modus Bertamu Tengah Malam, 2 Pria di Banyuasin Rampok dan Perkosa Seorang Nenek

Regional
Kasus Korupsi ADD, Kepala Desa di Seram Timur Dituntut 5 Tahun Penjara

Kasus Korupsi ADD, Kepala Desa di Seram Timur Dituntut 5 Tahun Penjara

Regional
Kisruh Kadin Sumbar Berlanjut, Ketua Umum Diultimatum Cabut SK Pusat

Kisruh Kadin Sumbar Berlanjut, Ketua Umum Diultimatum Cabut SK Pusat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.