Kader Demokrat Terlibat Bentrokan di Lahan Tebu Indramayu, Ini Kata Herman Khaeron

Kompas.com - 08/10/2021, 16:35 WIB
Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron dalam acara diskusi di Warung Upnormal, Jakarta Pusat, Minggu (2/2/2020). KOMPAS.com/DEVINA HALIMKetua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron dalam acara diskusi di Warung Upnormal, Jakarta Pusat, Minggu (2/2/2020).

INDRAMAYU, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Herman Khaeron membantah informasi yang menyebutkan kader partainya menjadi penyebab tewasnya 2 petani tebu di Indramayu, Jawa Barat, dalam bentrokan pada Senin (4/10/2021) lalu.

Herman Khaeron mengatakan, Taryadi yang merupakan kader Partai Demokrat adalah orang yang gigih memperjuangkan hak petani.

Adapun saat ini Taryadi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dalam kasus bentrokan berdarah di lahan PT Rajawali II Jatitujuh, Indramayu.

Baca juga: Ormas Dalang Tewasnya 2 Petani akibat Bentrok di Lahan Tebu Indramayu Tidak Terdaftar

"Terkait dengan saudara Taryadi, salah seorang pimpinan F-Kamis, dan juga anggota DPRD dari Demokrat, saya yakin tidak terlibat bentrokan. Saya tahu sejak menjabat kepala desa dulu, (Taryadi) aktif membela warga," kata Herman Khaeron, saat dimintai keterangan, Jumat (8/10/2021).

Herman yang merupakan anggota Komisi VI DPR RI mengatakan, insiden yang dilatarbelakangi masalah sengketa lahan tersebut sebenarnya telah berlangsung lama.

Menurut Herman, kadernya sudah pernah melakukan mediasi melibatkan para pejabat daerah, serta pimpinan perusahaan tersebut.

"Taryadi ini selalu menyampaikan bahwa sejarahnya kawasan itu adalah kawasan hutan, dan warga setempat berkeinginan mengembalikan lagi menjadi kawasan hutan sebagai penyangga kehidupan masyarakat," kata Herman.

Baca juga: Demokrat Beri Bantuan Hukum Anggota DPRD Indramayu Tersangka Kasus Bentrokan

Herman menyatakan berduka atas kematian dua petani tebu.

Ia mengajak khalayak untuk mendudukan masalah tersebut dengan musyawarah dan kebersamaan.

Menurut Herman, Demokrat juga sedang membuat tim pencari fakta mengenai kasus tersebut.

Baca juga: Bentrokan Berdarah di Lahan Tebu Indramayu, Ini Motif Ormas yang Melakukan Provokasi

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Indramayu Syarifuddin mengatakan, meski sebagai anggota DPRD, Taryadi tetap tidak bisa mendapatkan hak imunitas, karena kasus saat ini menyangkut pidana atau kriminalitas.

"Namun dalam kasus pidana (pribadi), hak imunitasnya tentu secara otomatis tidak bisa diutamakan," kata Syaefuddin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya di Kantor DPRD Kabupaten Indramayu pada Kamis kemarin.

Menurut Syarifuddin, DPRD secara kelembagaan menghormati proses hukum yang berjalan, yang menjerat Taryadi selaku Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-Kamis).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Curi Besi Rongsok 3 Meter, Pencuri Ini Justru Diberi Sembako oleh Kapolsek

Curi Besi Rongsok 3 Meter, Pencuri Ini Justru Diberi Sembako oleh Kapolsek

Regional
Kasus DBD di Manggarai Barat Naik Tajam di Awal Tahun, Ada 116 Kasus

Kasus DBD di Manggarai Barat Naik Tajam di Awal Tahun, Ada 116 Kasus

Regional
Mengaku Dibegal, Pria Ini Ternyata Bawa Kabur Uang Perusahaan untuk Bayar Utang Judi

Mengaku Dibegal, Pria Ini Ternyata Bawa Kabur Uang Perusahaan untuk Bayar Utang Judi

Regional
Korupsi Dana Hibah Ponpes, 2 Eks Pejabat Pemprov Banten Divonis 4 Tahun 4 Bulan Penjara

Korupsi Dana Hibah Ponpes, 2 Eks Pejabat Pemprov Banten Divonis 4 Tahun 4 Bulan Penjara

Regional
Jembatan Putus, Akses Menuju Sekolah dan Pantai di Sikka NTT Tak Bisa Dilewati

Jembatan Putus, Akses Menuju Sekolah dan Pantai di Sikka NTT Tak Bisa Dilewati

Regional
Modus Bertamu Tengah Malam, 2 Pria di Banyuasin Rampok dan Perkosa Seorang Nenek

Modus Bertamu Tengah Malam, 2 Pria di Banyuasin Rampok dan Perkosa Seorang Nenek

Regional
Kasus Korupsi ADD, Kepala Desa di Seram Timur Dituntut 5 Tahun Penjara

Kasus Korupsi ADD, Kepala Desa di Seram Timur Dituntut 5 Tahun Penjara

Regional
Kisruh Kadin Sumbar Berlanjut, Ketua Umum Diultimatum Cabut SK Pusat

Kisruh Kadin Sumbar Berlanjut, Ketua Umum Diultimatum Cabut SK Pusat

Regional
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ustaz MQ Tak Ditahan tapi Ditempatkan di Lokasi yang Aman

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ustaz MQ Tak Ditahan tapi Ditempatkan di Lokasi yang Aman

Regional
Teror di Lapas Pekanbaru, Mobil Dinas Kepala Keamanan Dibakar OTK

Teror di Lapas Pekanbaru, Mobil Dinas Kepala Keamanan Dibakar OTK

Regional
Jabat Kepala Desa, Kakak Kandung Bupati Langkat Ikut Ditangkap, Bertugas Kumpulkan Setoran Proyek

Jabat Kepala Desa, Kakak Kandung Bupati Langkat Ikut Ditangkap, Bertugas Kumpulkan Setoran Proyek

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Januari 2022

Regional
Diduga Gelapkan Traktor Pemda, Oknum Anggota DPRD Bangkep Dipolisikan

Diduga Gelapkan Traktor Pemda, Oknum Anggota DPRD Bangkep Dipolisikan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 20 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 20 Januari 2022

Regional
Mark Up Bahan Bangunan Bantuan Rumah Swadaya, Mantan Kepala Dinas Pemalang Jadi Tersangka

Mark Up Bahan Bangunan Bantuan Rumah Swadaya, Mantan Kepala Dinas Pemalang Jadi Tersangka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.