Bermula Lihat "Print Out" Rekening, 6 Warga Laporkan Ketua Kelompok PKH yang Diduga Sunat Bansos sejak 2020

Kompas.com - 08/10/2021, 10:51 WIB
Ilustrasi bantuan sosial, ilustrasi BLT UMKM (Dok. Shutterstock) Ilustrasi bantuan sosial, ilustrasi BLT UMKM (Dok. Shutterstock)

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Enam warga Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, melaporkan ketua kelompok PKH mereka ke Polres Probolinggo, Kamis (7/10/2021).

Sebab, dana PKH mereka diduga disunat.

Husnawiyah, salah seorang warga pelapor mengatakan, dirinya dan lima warga lainnya mengetahui bahwa dana PKH mereka dipotong setelah melihat print out rekening di bank swasta.

Ternyata dana yang diterima kurang dari nilai yang tercantum di saldo rekening.

"Yang diterima kami tidak penuh. Seharusnya kami terima Rp 975.000 tapi hanya diberikan Rp 700.000-800.000 oleh ketua kelompok kami, UM. Ini berlangsung sejak tahun 2020. Akibatnya kami mengalami kerugian sekitar tiga jutaan rupiah," kata Husnawiyah.

Baca juga: Pendamping PKH di Gorontalo yang Dimarahi Mensos Mengaku Sudah Maafkan Risma

Husnawiyah menjelaskan, sesungguhnya kartu ATM PKH dipegang masing-masing warga penerima manfaat.

Namun setiap akan mencairkannya, kartu ATM mereka dibawa UM.

UM lah yang mencairkan dana di ATM lalu menyerahkannya kepada enam warga.

Baca juga: Risma Marah-marah pada Pendamping PKH, Gubernur Gorontalo: Saya Prihatin

Paur Humas Polres Probolinggo Bripka Moechtar Y menyebutkan, laporan warga sudah diterima oleh pihak kepolisian.

"Selanjutnya dinaikkan ke pimpinan," kata Moechtar kepada Kompas.com, Jumat (8/10/2021).

Sedangkan Kepala Dinas Sosial A. Arif mempersilahkan kasus tersebut dibawa ke ranah hukum karena pemotongan dana PKH memang dilarang.

Baca juga: Detik-detik Suami di Probolinggo Bakar Istri yang Hamil dan Anaknya, Sempat Cekcok di Jalan


Usulan bentuk tim investigasi

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Lukman Hakim menegaskan, pihaknya segera memanggil Kepala Dinas Sosial A. Arif atas kasus dugaan pemotongan dana PKH enam warga Randuputih tersebut.

Selain mengusulkan tim investigasi, DPRD juga membuka posko khusus untuk kasus dugaan pemotongan dana bantuan sosial.

"Kami mengusulkan pembentukan tim investigasi atas kasus ini. Kami juga berharap kepolisian mengusut tuntas dengan profesional. Posko kami buka di gedung DPRD untuk menerima audiensi kasus dugaan pemotongan dana bantuan yang berasal dari Kementerian Sosial," tandas Lukman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Covid-19 Booster Dimulai di NTB, Sasar 600.000 Orang

Vaksinasi Covid-19 Booster Dimulai di NTB, Sasar 600.000 Orang

Regional
Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19 di Banten, Ada 11 Kasus Omicron

Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19 di Banten, Ada 11 Kasus Omicron

Regional
2 Kelompok Geng Motor di Palembang Saling Serang, Satu Pemuda Kritis karena Luka Bacok

2 Kelompok Geng Motor di Palembang Saling Serang, Satu Pemuda Kritis karena Luka Bacok

Regional
Hendak Menyeberang dari Bitung ke Ambon dengan Rakit, Pria Ini Diamankan Warga

Hendak Menyeberang dari Bitung ke Ambon dengan Rakit, Pria Ini Diamankan Warga

Regional
Seorang ASN Ditangkap karena Terlibat Mafia Tanah, Korbannya Merugi Rp 2,1 Miliar

Seorang ASN Ditangkap karena Terlibat Mafia Tanah, Korbannya Merugi Rp 2,1 Miliar

Regional
Pemkot Pontianak Targetkan 60.000 Anak Usia 6-11 Tahun Divaksin

Pemkot Pontianak Targetkan 60.000 Anak Usia 6-11 Tahun Divaksin

Regional
Pemberian Vaksin Booster di Banyumas Dimulai, Disediakan 10.000 Dosis Moderna

Pemberian Vaksin Booster di Banyumas Dimulai, Disediakan 10.000 Dosis Moderna

Regional
Bertemu Jokowi, Bupati Blora Serahkan Secarik Kertas Tulisan Tangannya kepada Jokowi, Ini Permintaannya

Bertemu Jokowi, Bupati Blora Serahkan Secarik Kertas Tulisan Tangannya kepada Jokowi, Ini Permintaannya

Regional
Harga Pupuk Melejit, Kebun Kopi di Bengkulu Ditinggalkan Petani

Harga Pupuk Melejit, Kebun Kopi di Bengkulu Ditinggalkan Petani

Regional
Cerita Bripda Jeni 'Melangun' ke Hutan Jambi, Ajak Orang Rimba untuk Divaksinasi

Cerita Bripda Jeni "Melangun" ke Hutan Jambi, Ajak Orang Rimba untuk Divaksinasi

Regional
Oknum Pemprov Kalbar Tilap Uang Pajak Bermotor Rp 1,5 Miliar

Oknum Pemprov Kalbar Tilap Uang Pajak Bermotor Rp 1,5 Miliar

Regional
Lakukan 197 Penindakan Selama 2021, Bea Cukai Malang Sita 14,7 Juta Batang Rokok Ilegal

Lakukan 197 Penindakan Selama 2021, Bea Cukai Malang Sita 14,7 Juta Batang Rokok Ilegal

Regional
Kunjungi SDN 3 Bandengan yang Belum Bisa PTM, Kadisdikbud Kendal: Kelas yang Tergenang Akan Ditinggikan

Kunjungi SDN 3 Bandengan yang Belum Bisa PTM, Kadisdikbud Kendal: Kelas yang Tergenang Akan Ditinggikan

Regional
Tebas Kaki Korban dengan Parang, Remaja di Minahasa Selatan Terancam 15 Tahun Penjara

Tebas Kaki Korban dengan Parang, Remaja di Minahasa Selatan Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Mengenal 6 Taman Nasional Indonesia yang Ditetapkan Sebagai Situs Warisan Dunia

Mengenal 6 Taman Nasional Indonesia yang Ditetapkan Sebagai Situs Warisan Dunia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.