Perjuangan Yesti Rambu Jola Pati: Bekerja sebagai ART hingga Jadi Sarjana Pendidikan Matematika

Kompas.com - 08/10/2021, 07:48 WIB
Yesti Rambu Jola Pati (27), perempuan muda asal Sumba Tengah, NTT, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) telah berhasil menyelesaikan studi dan meraih gelar sarjana Pendidikan Matematika di Unitomo, Surabaya. DOK. YESTI RAMBU JOLA PATIYesti Rambu Jola Pati (27), perempuan muda asal Sumba Tengah, NTT, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) telah berhasil menyelesaikan studi dan meraih gelar sarjana Pendidikan Matematika di Unitomo, Surabaya.

SURABAYA, KOMPAS.com - Jalan terjal nan berliku dalam menjalani hidup dialami Yesti Rambu Jola Pati.

Pada Juli 2013, perempuan asal Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu nekat merantau ke Surabaya, Jawa Timur. Saat itu, Yesti masih berusia 18 tahun.

Lahir dari keluarga tidak mampu, Yesti yang masih remaja memiliki keinginan kuat memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Suatu hari, Yesti mendapat informasi dari tetangganya mengenai lowongan kerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Surabaya.

Kebetulan, saat itu Yesti sudah menyelesaikan jenjang pendidikan sekolah menengah atas (SMA) di kampung halamannya, Sumba Tengah.

Yesti masih ingat pengalaman yang membuatnya mantap merantau ke Surabaya. Saat makan malam bersama keluarga, tiba-tiba orangtuanya hanya diam tak mau makan. Air mata mereka menetes.

Kedua orangtua itu terisak memikirkan saudara Yesti yang kuliah di Kupang, NTT. Yesti paham, orangtua merasa memiliki kewajiban memenuhi biaya kuliah kakaknya. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Orangtua saat itu bilang, 'kita di sini bisa makan, lalu bagaimana dengan kakak kamu yang di Kupang, dia sudah makan apa tidak?'," kata Yesti kepada Kompas.com, Kamis (7/10/2021), menirukan ucapan orangtuanya.

"Yang membuat saya sedih, saat saya melihat kedua orangtua saya meneteskan air mata. Melihat kondisi ekonomi keluarga juga seperti itu, kakak saya juga kuliah dan harus dibiayai," ujar Yesti.

Kenangan menyedihkan itu mendorong Yesti untuk nekat merantau ke Surabaya. Yesti pun menyatakan kesiapan mengisi lowongan ART yang sebelumnya didengar dari tetangga.

Baca juga: Surabaya Masuk Daerah Kategori PPKM Level 1, tetapi...

"Bermula dari situ, saya bertekad untuk bisa memperbaiki taraf hidup keluarga saya. Karena kebetulan ada yang mencari tenaga kerja, saya menawarkan diri agar saya bisa bekerja dan bisa membantu mengurangi beban orangtua," kata Yesti.

Orangtua Yesti saat itu tak memberi izin. Apalagi, mereka tidak memiliki kenalan dan keluarga di Surabaya. Namun, Yesti tetap memaksa untuk pergi ke Surabaya.

Perjalanan merantau ke Surabaya

Kini, Yesti telah berusia 27 tahun. Dulu, saat memutuskan merantau ke Surabaya, ia sama sekali tak membawa uang.

Ia hanya membawa dua pasang pakaian, termasuk yang dipakai saat itu.

"Saya sama sekali tidak bawa uang, saat itu, karena memang tidak punya uang, handphone pun tidak ada saat itu," kata Yesti.

Yesti pun meminjam uang ke salah seorang temannya. Uang itu dipakai membeli tiket travel dari rumah menuju Pelabuhan Waingapu, Sumba Timur.

Perjalanan dari rumah Yesti menuju Pelabuhan Waingapu membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam. Setibanya di Pelabuhan Waingapu, Yesti nekat masuk kapal tanpa membeli tiket.

Sekitar 37 jam perjalanan menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Yesti selalu berusaha kabur dan sembunyi saat ada pemeriksaan tiket.

Bahkan, untuk makan, Yesti harus mengambil sisa makanan penumpang kapal lain yang masih tersisa.

Sampai saat ini, Yesti tak pernah menyangka bisa lolos di perjalanan laut itu hingga tiba di Kota Pahlawan.

"Jadi saat itu saya benar-benar nekat. Apa pun risiko yang akan terjadi nanti, saya akan terima," kata Yesti.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Videonya Viral di TikTok, Polisi dan Bhayangkari Gadungan di Karawang Minta Maaf, Ini Pengakuannya

Videonya Viral di TikTok, Polisi dan Bhayangkari Gadungan di Karawang Minta Maaf, Ini Pengakuannya

Regional
Bantu Kejar Penjambret, Siswa SMA di Palu Jadi Korban Salah Tangkap dan Penganiayaan Oknum Polisi

Bantu Kejar Penjambret, Siswa SMA di Palu Jadi Korban Salah Tangkap dan Penganiayaan Oknum Polisi

Regional
Polisi Usut Tewasnya 2 Remaja Usai Nonton Dangdut, Tenggelam, tapi Ditemukan Benturan Benda Tumpul

Polisi Usut Tewasnya 2 Remaja Usai Nonton Dangdut, Tenggelam, tapi Ditemukan Benturan Benda Tumpul

Regional
Percepat Vaksinasi, Pemkab Bantul Akan Terbitkan Perbup Wajib Vaksin

Percepat Vaksinasi, Pemkab Bantul Akan Terbitkan Perbup Wajib Vaksin

Regional
Cegah Banjir di Medan, Bobby Siapkan Insentif bagi Tempat Ibadah yang Bangun Sumur Resapan

Cegah Banjir di Medan, Bobby Siapkan Insentif bagi Tempat Ibadah yang Bangun Sumur Resapan

Regional
Alami Kebutaan Setelah Divaksin dan Didiagnosis Neuritis Optik, Ini Tanggapan Joko Santoso

Alami Kebutaan Setelah Divaksin dan Didiagnosis Neuritis Optik, Ini Tanggapan Joko Santoso

Regional
Kronologi Pengungkapan Kasus Dugaan Korupsi di PDAM Madiun, Kerugian Negara Capai Rp 263 Juta

Kronologi Pengungkapan Kasus Dugaan Korupsi di PDAM Madiun, Kerugian Negara Capai Rp 263 Juta

Regional
Ibu Muda yang Mengaku Diperkosa 4 Teman Suami Diduga Dimarahi Polisi Saat Melapor

Ibu Muda yang Mengaku Diperkosa 4 Teman Suami Diduga Dimarahi Polisi Saat Melapor

Regional
Tak Ada Penyekatan Jalan di Jateng Selama Libur Nataru, Polisi Optimalkan Posko PPKM

Tak Ada Penyekatan Jalan di Jateng Selama Libur Nataru, Polisi Optimalkan Posko PPKM

Regional
Salah Tangkap Serta Diduga Aniaya Anak SMA, 3 Oknum Anggota Polres Palu Jadi Terperiksa

Salah Tangkap Serta Diduga Aniaya Anak SMA, 3 Oknum Anggota Polres Palu Jadi Terperiksa

Regional
'Anak Saya Sempat Kirim Video Awan Semeru, Setelah Itu Tak Bisa Dihubungi Lagi'

"Anak Saya Sempat Kirim Video Awan Semeru, Setelah Itu Tak Bisa Dihubungi Lagi"

Regional
'Mereka Teman Saya Sendiri, Begitu Teganya Memerkosa Istri Saya'

"Mereka Teman Saya Sendiri, Begitu Teganya Memerkosa Istri Saya"

Regional
Disebut Warganet Mahal, Berapa Harga Tengkleng Solo Bu Harsi?

Disebut Warganet Mahal, Berapa Harga Tengkleng Solo Bu Harsi?

Regional
Sebuah Motor Diduga Tergelincir dan Tabrak Tebing di Banyuwangi, 1 Orang Tewas

Sebuah Motor Diduga Tergelincir dan Tabrak Tebing di Banyuwangi, 1 Orang Tewas

Regional
Polda Maluku Sebut Tarik-menarik Senjata Terjadi antara Warga dan Polisi Saat Bentrok

Polda Maluku Sebut Tarik-menarik Senjata Terjadi antara Warga dan Polisi Saat Bentrok

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.