Kompas.com - 07/10/2021, 18:00 WIB
Kapolres Demak, AKBP Budi Adhy Buono, memberikan keterangan saat gelar perkara kasus pemerkosaan di Mapolres Demak, Kamis (7/10/2021). KOMPAS.COM/ARI WIDODOKapolres Demak, AKBP Budi Adhy Buono, memberikan keterangan saat gelar perkara kasus pemerkosaan di Mapolres Demak, Kamis (7/10/2021).

DEMAK,KOMPAS.com – Dua siswi madrasah tsanawiyah (Mts) di Kabupaten Demak, Jawa Tengah menjadi korban pemerkosaan PY (35) warga Kecamatan Sayung Demak.

Saat melakukan aksi bejatnya itu, tersangka PY bahkan mengikat kedua tangan dan kaki serta menutup mulut korban dengan pita perekat atau lakban.

Tak hanya menyetubuhi korban, tersangka PY juga melakukan kekerasan terhadap P (12) dan M (12) yang menjadi korban bejatnya itu.

“Sebelum melakukan aksinya,tersangka melakban kedua tangan dan kaki serta mulut korban. Korban juga ditampar,dicekik dan dipukul,”ungkap Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono, saat gelar perkara kasus pemerkosaan di Mapolres Demak, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: Polda Sulsel Usut Kasus Pemerkosaan oleh Oknum Anggota DPRD Maros

Dalam aksinya, pelaku berkeliling dengan sepeda motor untuk mencari korban sepulang dari sekolah dan les. Kemudian pelaku membuntuti korban dan mengajaknya untuk diantar pulang ke rumah.

Setelah korban termakan bujuk rayunya, di tengah perjalanan pelaku mengajak korban ke perkebunan dan berpura pura akan memetik jagung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saat di perkebunan sepi, pelaku ini langsung menjalankan aksinya. Pelaku juga merampas handphone serta mengancam akan membunuh korban apabila melaporkan kepada orangtuanya,”kata Budi.

Baca juga: Trauma Siswi SMP Korban Pemerkosaan Ayah dan Kakak Kandung, Ketakutan Pulang ke Rumah

Pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas lantaran melawan petugas saat dilakukan penangkapan di sebuah gudang yang terletak di Semarang.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti pakaian,lakban dan handphone milik korban serta satu unit sepeda motor milik pelaku.

“Pelaku terancam hukuman mati atau seumur hidup,”tandasnya.

Sementara itu,tersangka PY mengaku baru kali ini melakukan pemerkosaan dan kekerasan terhadap anak-anak. Saat ditanya alasannya melakukan perbuatannya itu,dia enggan berkomentar banyak.

“Pengen saja,”akunya lirih. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara

Regional
Kasus Korupsi Masker, Eks Pejabat Dinkes Banten Divonis 4 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Masker, Eks Pejabat Dinkes Banten Divonis 4 Tahun Penjara

Regional
Danny Pomanto Tanggung Biaya Pengobatan Korban Penyerangan Asrama Mahasiswa di Makassar

Danny Pomanto Tanggung Biaya Pengobatan Korban Penyerangan Asrama Mahasiswa di Makassar

Regional
'Chat' Berisi Ancaman Pembunuhan Dibaca Ibu, Terungkap Anaknya Dicabuli Pelakunya Berulangkali

"Chat" Berisi Ancaman Pembunuhan Dibaca Ibu, Terungkap Anaknya Dicabuli Pelakunya Berulangkali

Regional
Seorang Pengedar Sabu dan Ekstasi Ditangkap di Serdang Bedagai, Terancam 20 Tahun Penjara

Seorang Pengedar Sabu dan Ekstasi Ditangkap di Serdang Bedagai, Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
Kasus Suap Nurdin Abdullah, Mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Divonis 4 Tahun Penjara

Kasus Suap Nurdin Abdullah, Mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Divonis 4 Tahun Penjara

Regional
Keponakan yang Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil Terancam 15 Tahun Penjara

Keponakan yang Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Kronologi Keponakan Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil, Berawal Sakit Hati

Kronologi Keponakan Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil, Berawal Sakit Hati

Regional
Banyak Residivis Kembali Curi Motor di Sumut, Tertangkap Saat Operasi Kancil Toba 2021

Banyak Residivis Kembali Curi Motor di Sumut, Tertangkap Saat Operasi Kancil Toba 2021

Regional
Beredar Foto Selebgram Ambon yang Terlibat Video Porno Menikah dengan Kekasih, Ini Kata Polisi

Beredar Foto Selebgram Ambon yang Terlibat Video Porno Menikah dengan Kekasih, Ini Kata Polisi

Regional
Limbah Sawit di Riau Diolah Jadi Biogas, Upaya Menekan Gas Rumah Kaca

Limbah Sawit di Riau Diolah Jadi Biogas, Upaya Menekan Gas Rumah Kaca

Regional
Jelang UMK 2022 Diputuskan, Ini Masukan Serikat Buruh untuk Ganjar

Jelang UMK 2022 Diputuskan, Ini Masukan Serikat Buruh untuk Ganjar

Regional
Diduga Cemburu, Pengungsi Afghanistan di Kupang Tikam Temannya Pakai Kunci Motor

Diduga Cemburu, Pengungsi Afghanistan di Kupang Tikam Temannya Pakai Kunci Motor

Regional
Jadi Calo CPNS, Pria Ini Tipu Warga Madiun hingga Rp 1 Miliar, Uangnya Dipakai untuk Nikah Lagi

Jadi Calo CPNS, Pria Ini Tipu Warga Madiun hingga Rp 1 Miliar, Uangnya Dipakai untuk Nikah Lagi

Regional
Sidang Kasus Investasi Bodong Rp 84,9 Miliar di Pekanbaru, 5 Terdakwa Minta Bebas, Ditolak Hakim

Sidang Kasus Investasi Bodong Rp 84,9 Miliar di Pekanbaru, 5 Terdakwa Minta Bebas, Ditolak Hakim

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.