Diduga Ada Usaha Selain Simpan Pinjam, Pengurus Credit Union Kalbar Diperiksa Polisi

Kompas.com - 07/10/2021, 12:57 WIB
Kabid Humas Polda Kalbar Kombespol Donny Charles Go. TRIBUN PONTIANAK/ FERRYANTOKabid Humas Polda Kalbar Kombespol Donny Charles Go.

PONTIANAK, KOMPAS.com – Pengurus di sejumlah credit union (CU) dipanggil dan diperiksa Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go membenarkan pihaknya telah memanggil dan memeriksa pengurus dua CU di Kalbar.

“Informasinya ada dua credit union yang diperiksa,” kata Donny saat dihubungi, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: Semua Daerah di Kalbar Zona Kuning, Tingkat Kesembuhan Capai 97 Persen

Sejauh ini, Donny belum menyebut CU mana saja yang telah dipanggil dan diperiksa.

Namun, pemeriksaan dilakukan lantaran ditemukan adanya indikasi pengembangan usaha di luar simpan pinjam dan tidak memiliki izin usaha.

Menurut Donny, sampai dengan saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung.

“Jadi gini, mereka kan (berbasis) koperasi, mereka mengembangkan usaha di luar simpan pinjam dan tidak ada izin usaha. Karena itu, maka mau kita luruskan,” jelas Donny.

Baca juga: Kuasa Hukum 2 Tersangka Korupsi Dana Hibah Gereja di Kalbar Akan Ajukan Praperadilan

Timbulkan keresahan

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik, Karolin Margret Natasa, menilai pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah pengurus CU menyebabkan keresahan di kalangan anggota dan masyarakat.

Menurut Karolin, Polda Kalbar harusnya lebih dulu meminta masukan ke berbagai pihak yang berkompeten, serta memiliki pemahaman sejarah dan kondisi sosial budaya masyarakat Kalbar.

“Kami mendesak Polda Kalbar mengedepankan cara dialog dan mengayomi daripada pendekatan keamanan dan hukum,” kata Karolin yang juga merupakan Bupati Kabupaten Landak ini dalam keterangan tertulisnya.

Karolin menjelaskan, permasalahan yang ada merupakan bagian dari usaha CU dalam melayani kebutuhan anggota, termasuk masyarakat di wilayah yang tidak terjangkau oleh lembaga keuangan.

“Kami minta Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian khusus dan mengevaluasi kebijakan Polda Kalbar dalam menangani permasalahan CU di Kalbar,” terang Karolin.

Kemudian, Karolin mendesak Pemprov Kalbar dan Kementerian Koperasi & UKM secara serius segera mencari solusi karena ini sebagai wujud nyata keberpihakan pemerintah pada gerakan kemandirian ekonomi rakyat sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

“Kami harap Presiden Joko Widodo untuk melindungi gerakan CU di Indonesia, seperti di negara-negara lainnya (Phillipina, Thailand, Korea Selatan, Kanada, Spanyol, dll) yang telah meletakkan gerakan CU sebagai pilar utama ekonomi negara serta dapat mengakses fasilitas negara seperti subsidi perumahan dan lain-lain,” ucap Karolin.

Baca juga: Kadernya Tersangka Korupsi Dana Hibah Gereja di Sintang, Ini Tanggapan Ketua Nasdem Kalbar

Sejarah CU di Kalbar

Sementara itu, Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus menjelaskan, lahirnya CU di Kalbar adalah atas inisiatif Gereja Katolik.

Sebagai informasi, setidaknya ada 3 CU besar di Kalbar, yakni CU Lantang Tipo, didirikan 2 Februari 1976, memiliki 209.659 anggota dan 667 karyawan, dengan aset lebih dari Rp 3,3 triliun.

Lalu CU Pancur Kasih, didirikan 28 Mei 1987, memiliki 176.851 anggota, dengan 428 karyawan, total aset Rp 2,7 triliun.

Kemudian, CU Keling Kumang, didirikan 26 Maret 1993, memiliki 190.232 anggota dan 624 karyawan, total aset sebesar Rp 1,7 triliun.

“Gereja Katolik Kalbar menggagas lahirnya CU ini didorong atas keprihatinan terhadap kelompok yang tersingkir, miskin dan terpinggirkan,” kata Agustinus dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Dana Hibah Pembangunan Gereja di Sintang Dipakai Anggota DPRD Kalbar ke Yerusalem

Dalam perjalanan waktu, lanjut Agustinus, gereja mengalami sendiri peran positif dan berbuah baik yang dilakukan oleh CU, terutama dalam masa pandemi ini.

Gereja menyadari bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini.

“Oleh karena itu pihak gereja selalu pada posisi mengingatkan kalau ada yang salah atau keliru, atau tidak berjalan pada relnya. Gereja menjauhi posisi mencari kesalahan. Kepentingan orang banyak selalu dikedepankan,” ucap Agustinus.

Agustinus juga mendoakan agar masalah yang dihadapi CU bisa diselesaikan dengan berkeadilan dan penuh damai.

“Saya juga mendoakan agar pihak kepolisian bisa melaksanakan tugas pokoknya: mengayomi, melindungi, melayani masyarakat serta menegakan hukum,” tutup Agustinus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usir Wartawan, Satpam di Kantor BPN Bandar Lampung Berupaya Merebut Kamera

Usir Wartawan, Satpam di Kantor BPN Bandar Lampung Berupaya Merebut Kamera

Regional
Kisah 'Layangan Putus' di Salatiga Berakhir di Pisau Tukang Nasi Goreng

Kisah "Layangan Putus" di Salatiga Berakhir di Pisau Tukang Nasi Goreng

Regional
3 Pelajar di Madiun Terlibat Kecelakaan Saat Berangkat Sekolah, 1 Orang Tewas

3 Pelajar di Madiun Terlibat Kecelakaan Saat Berangkat Sekolah, 1 Orang Tewas

Regional
Longsor di Mandeh, Akses Jalan ke Puncak Jokowi Tertutup Total

Longsor di Mandeh, Akses Jalan ke Puncak Jokowi Tertutup Total

Regional
Kepala Baitul Mal Aceh Tenggara Perkosa Santri, KKPAA Minta Polisi Terapkan UU Perlindungan Anak

Kepala Baitul Mal Aceh Tenggara Perkosa Santri, KKPAA Minta Polisi Terapkan UU Perlindungan Anak

Regional
5 Orang Terpapar Varian Omicron di Semarang Dinyatakan Sembuh, 1 Masih di RS

5 Orang Terpapar Varian Omicron di Semarang Dinyatakan Sembuh, 1 Masih di RS

Regional
Cara Menggunakan Google Maps agar Tak Tersesat

Cara Menggunakan Google Maps agar Tak Tersesat

Regional
Sopir Avanza Penyebab Kecelakaan Maut di Maluku Diserahkan ke Kejari Ambon

Sopir Avanza Penyebab Kecelakaan Maut di Maluku Diserahkan ke Kejari Ambon

Regional
Terungkap, Petani yang Ditemukan Tewas di Kamar Ternyata Dibunuh Istri dan Kekasih Gelapnya

Terungkap, Petani yang Ditemukan Tewas di Kamar Ternyata Dibunuh Istri dan Kekasih Gelapnya

Regional
Pedagang Minyak Goreng Eceran di Polewali Mandar Minta Distributor Turunkan Harga

Pedagang Minyak Goreng Eceran di Polewali Mandar Minta Distributor Turunkan Harga

Regional
Sejumlah Tokoh di Kalsel Kecam Pernyataan Edy Mulyadi

Sejumlah Tokoh di Kalsel Kecam Pernyataan Edy Mulyadi

Regional
Kasus Dugaan Pemerkosaan Perempuan di Boyolali Ditangani Polda Jateng, Kapolres: Kita Hanya Memfasilitasi

Kasus Dugaan Pemerkosaan Perempuan di Boyolali Ditangani Polda Jateng, Kapolres: Kita Hanya Memfasilitasi

Regional
Pelapor dan Terlapor Saling Memaafkan, Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Lingkaran Setan

Pelapor dan Terlapor Saling Memaafkan, Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Lingkaran Setan

Regional
Cerita Duka Pasutri Asal Lombok yang Ingin Mengadu Nasib ke Malaysia, Terpisah di Perairan Johor

Cerita Duka Pasutri Asal Lombok yang Ingin Mengadu Nasib ke Malaysia, Terpisah di Perairan Johor

Regional
3 Kelompok Prioritas Penerima Vaksin Booster di Padang Panjang

3 Kelompok Prioritas Penerima Vaksin Booster di Padang Panjang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.