Asa Petani Garam di Surabaya, Menjaga Mutu demi Hasilkan Produk Berkualitas

Kompas.com - 07/10/2021, 05:05 WIB
Ilustrasi garam PIXABAYIlustrasi garam

 

Berharap punya produk garam sendiri

Meski demikian, ia berharap, ke depan para petani di wilayahnya itu dapat memiliki produk garam sendiri.

Sebab, selama ini, hasil pengolahan garam mereka langsung disuplai ke pabrik-pabrik yang ada di wilayah Kecamatan Asemrowo.

"Tentunya kami berharap para petani ini bisa membuat produksi sendiri, baik itu mekanisme mulai dari pembibitan sampai dengan panen. Hasil panen itupun kalau bisa, diproduksi (dikemas) sendiri. Karena selama ini hasil panen langsung masuk ke pabrik," kata dia.

Baca juga: Viral, Video Atlet Peraih Medali Emas PON Papua Asal NTT Dijemput Pakai Mobil Pikap

Bantuan geomembran dianggarkan 2022

Sementara itu, Kabid Kelautan dan Perikanan DKPP Kota Surabaya, M Aswan mengakui jika kualitas garam akan lebih bagus jika menggunakan geomembran.

Tahun depan, DKPP mengaku berencana mengusulkan anggaran untuk pengadaan geomembran tersebut.

"Kita akan bantu geomembran agar kualitas garam mereka (petani) lebih bagus. Kita sesuaikan juga dengan kondisi anggaran. Insya Allah di tahun depan (2022), kita usulkan," kata Aswan.

Saat ini, kata Aswan, di Surabaya ada sebanyak 10 kelompok petani garam dengan jumlah sekitar 100 orang.

Untuk lokasinya, mereka tersebar di beberapa wilayah kecamatan, yakni Benowo, Pakal dan Asemrowo.

"Ada sekitar 10 kelompok petani garam di Surabaya dengan jumlah sekitar 100 orang," katanya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Cabut Kebijakan Karantina bagi Atlet dan Ofisial Usai PON XX, Ini Sejumlah Opsi Barunya

DKPP mencatat, data bulan Agustus 2021, produksi garam di Kota Surabaya mencapai sekitar 3.377 ton.

Jumlah produksi garam itu, sifatnya naik turun tergantung dengan kondisi cuaca.

Karena itu, DKPP Surabaya juga memfasilitasi para petani garam berupa gudang tempat penyimpanan.

"Kita menyediakan fasilitas gudang untuk menyimpan garam di Sememi, itu gratis. Mereka (petani) bisa menyimpan garam di sana, kapasitasnya hingga 30 ribu karung," tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

OTT Tim KPK di Langkat, Ini Komentar Polda Sumut

OTT Tim KPK di Langkat, Ini Komentar Polda Sumut

Regional
Usai OTT, KPK Geledah Rumah Bupati Langkat

Usai OTT, KPK Geledah Rumah Bupati Langkat

Regional
Pulang Beli Rokok, Seorang Pria di Manggarai Barat Dibacok Pakai Parang

Pulang Beli Rokok, Seorang Pria di Manggarai Barat Dibacok Pakai Parang

Regional
Rumah Bupati Langkat Digeledah KPK, Aggota Brimob Ikut Berjaga

Rumah Bupati Langkat Digeledah KPK, Aggota Brimob Ikut Berjaga

Regional
Film 'Serdam', Matinya Alat Musik Khas Lampung dan Kisah Horor di Baliknya

Film "Serdam", Matinya Alat Musik Khas Lampung dan Kisah Horor di Baliknya

Regional
Takut Disuntik, Pelajar di Sorong Lemas Saat Divaksin hingga Dibantu Pakai Alat Oksigen

Takut Disuntik, Pelajar di Sorong Lemas Saat Divaksin hingga Dibantu Pakai Alat Oksigen

Regional
Bertengkar Gara-gara Diminta Membereskan Karung, ABG di Lampung Bunuh Sepupunya

Bertengkar Gara-gara Diminta Membereskan Karung, ABG di Lampung Bunuh Sepupunya

Regional
Bupati Langkat Ditangkap KPK Bersama Sang Kakak, Sejumlah Uang Ikut Diamankan Petugas

Bupati Langkat Ditangkap KPK Bersama Sang Kakak, Sejumlah Uang Ikut Diamankan Petugas

Regional
2 Orang Ditangkap karena Membawa Kabur 8 Warga Rohingya di Aceh

2 Orang Ditangkap karena Membawa Kabur 8 Warga Rohingya di Aceh

Regional
Pembangunan Sirkuit Internasional Batam Pindah ke Bintan, Ini Alasannya

Pembangunan Sirkuit Internasional Batam Pindah ke Bintan, Ini Alasannya

Regional
Bupati Langkat Ditangkap KPK, 3 Pejabat Publik Ikut Diamankan di Kafe di Binjai

Bupati Langkat Ditangkap KPK, 3 Pejabat Publik Ikut Diamankan di Kafe di Binjai

Regional
Seorang Pria di Sumsel Bakar Istrinya Sendiri

Seorang Pria di Sumsel Bakar Istrinya Sendiri

Regional
Pasangan Kekasih di Tasikmalaya Tipu 300 Orang dengan Modus Investasi Bodong, Kerugian Rp 5,7 Miliar

Pasangan Kekasih di Tasikmalaya Tipu 300 Orang dengan Modus Investasi Bodong, Kerugian Rp 5,7 Miliar

Regional
6 Bulan Menjabat Plh, Sadli Le Dilantik sebagai Penjabat Sekda Maluku oleh Gubernur

6 Bulan Menjabat Plh, Sadli Le Dilantik sebagai Penjabat Sekda Maluku oleh Gubernur

Regional
Istri Napi Diduga Diperkosa Pria yang Mengaku Polisi, Saat Lapor Diejek oleh Kasat Reskrim Boyolali

Istri Napi Diduga Diperkosa Pria yang Mengaku Polisi, Saat Lapor Diejek oleh Kasat Reskrim Boyolali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.